Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
26 Oktober 2022

Kisah Abu Lahab, Paman Nabi Muhammad SAW yang Dilaknat Allah SWT

Sosoknya diabadikan di dalam Alquran surat Al Lahab
Kisah Abu Lahab, Paman Nabi Muhammad SAW yang Dilaknat Allah SWT

Abu Lahab adalah Paman Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam yang menentang keras dakwah beliau.

Saking menentang kebenaran yang dibawa oleh keponakannya tersebut, Abu Lahab menjadi musuh dan kerap menyakitkan nabi.

Oleh sebab itu Allah melaknat dengan celaan yang sangat keras dan hina hingga hari kiamat tiba. Hal tersebut terdapat dalam surat Al Lahab di dalam Alqur'an.

Surat Al Lahab merupakan mukjizat Allah yang diturunkan kepada Nabi. Dimana Allah mengisahkan kecaman dan siksaan terhadap Abu Lahab termasuk istrinya.

Untuk lebih jelas mengenai kisah Abu Lahab ini, yuk simak ulasan berikut ini Moms!

Baca Juga: Kandungan Surat Al Anfal Ayat 27 tentang Menunaikan Amanah dan Larangan Berkhianat

Siapa Abu Lahab?

Ilustrasi Abu Lahab dan Kaum Quraisy

Foto: Ilustrasi Abu Lahab dan Kaum Quraisy (Freepik.com/Macrovector)

Memiliki nama asli Abdul Uzza bin Abdul mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab, dikenal juga dengan Abu ‘Utaubah.

Namun, karena wajahnya yang cerah atau merona merah ia dipanggil dengan Abu Lahab.

Lahab berarti menyala-nyala atau api yang bergejolak. Ada yang menyebutkan bahwa yang memberi gelar Abu Lahab adalah ayahnya yang tak lain kakek Nabi yaitu Abdul Muthalib.

Abu Lahab merupakan satu di antara empat Paman Nabi yang masih hidup ketika mulai berdakwah. Sayangnya, ia menentang kebenaran yang disampaikan oleh keponakannya tersebut.

Dilansir dari laman Bekal Islam, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْبَطْحَاءِ فَصَعِدَ إِلَى الْجَبَلِ فَنَادَى يَا صَبَاحَاهْ فَاجْتَمَعَتْ إِلَيْهِ قُرَيْشٌ فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ حَدَّثْتُكُمْ أَنَّ الْعَدُوَّ مُصَبِّحُكُمْ أَوْ مُمَسِّيكُمْ أَكُنْتُمْ تُصَدِّقُونِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ أَلِهَذَا جَمَعْتَنَا تَبًّا لَكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ إِلَى آخِرِهَا

Dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Bathha`, kemudian beliau naik ke bukit seraya berseru,

“Wahai sekalian manusia.” Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya,

“Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian, bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian di pagi hari atau di sore hari, apakah kalian akan membenarkanku?”

Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian sebelum datang adzab yang pedih.”

Maka Abu Lahab pun berkata, “Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh kecelakanlah bagimu.”

Maka Allah menurunkan firman-Nya: “Tabbat yadaa abii lahab, hingga akhir ayat.”

(HR Bukhari no. 4972 dan Muslim no. 208)

Penjelasan singkat hadis tersebut adalah di mana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak mereka, kaum Quraisy ke jalan Allah, mengingatkan dan memberi mereka kabar gembira.

Namun, Abu Lahab tampak marah, “Celakalah engkau! Hanya untuk inikah engkau kumpulkan kami?"

Karena menganggap apa yang dilakukan oleh Nabi adalah perkara yang sepele yang tidak harus mengumpulkan para pemimpin Quraisy.

Dan, Allah pun membantah perkataan Abu Lahab dengan "Celakalah! Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan binasalah ia."

Abu Lahab adalah satu-satunya Paman Nabi yang memusuhi dakwah Islam. Setiap kali Nabi selesai berdakwah, beliau selalu memprovokasi masyarakat Quraisy dan mengadu domba.

Ia juga mengelari Nabi dengan shābi’, yaitu artinya orang yang meninggalkan tradisi nenek moyang.

Baca Juga: Kisah Nabi Ilyas, Utusan Allah untuk Kaum Fenisia

Sebab Turun Surat Al Lahab

Ayat Alquran

Foto: Ayat Alquran (Madrasatelquran.com)

Surat Al-Lahab merupakan surat Makkiyyah yang diturunkan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam sebelum berhijrah ke kota Madinah.

Diturunkan di awal-awal dakwah Nabi di Mekkah yaitu ketika dakwahnya ditentang oleh pamannya sendiri Abu Lahab dan juga istri pamannya, Ummu Jamil.

Para ulama berpendapat bahwa turunnya surat Al lahab merupakan mukjizat tanda tanda kenabian Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Ayat tersebut turun sepuluh tahun sebelum Abu Lahab meninggal dunia. Paman nabi ini meninggal dalam keadaan kafir dan selalu menentang dakwah serta menyakitkan nabi.

Isi surat Al Lahab sendiri mengisahkan soal ancaman untuk Abu Lahan dan istrinya dalam bentuk adzab di neraka kekal selamanya.

Baca Juga: Surat Al Maidah Ayat 16: Ayat Mengenai Jalan Keselamatan

Kisah Meninggalnya Abu Lahab

Saatnya terjadinya perang Badar, Abu lahab tidak ikut. Perannya digantikan oleh Al Ashi bin Hisyam bin Mughirah yang memiliki utang dengan dia.

Abu Lahab meninggal 7 hari setelah perang Badar karena sakit parah yang disebut Al-adasah. Sekujur tubuhnya luka-luka seperti Tha'un dan mengeluarkan bau busuk.

Tidak ada yang berani mendekati Abu Lahab karena takut tertular hingga Abu Lahab meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Kedua anak Abu Lahab tidak berani mengurus jasad ayahnya. Jasad Abu Lahab pun dibiarkan dan tidak diurusi selama 3 hari.

Orang-orang pun mulai mencela mayat ayahnya yang sangat bau tersebut.

Akhirnya mereka menguburkannya dengan cara menggali, melemparkan mayat Abu Lahab kedalam lubang dengan kayu.

Setelah masuk, mereka menguburkan dengan melempari kerikil dan tanah dari kejauhan ke dalam kuburan sampai semua terkubur, karena mereka tidak kuat dengan baunya.

Baca Juga: Kandungan Surat Ali Imran Ayat 3 Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Tafsirnya

Faedah dari kisah Abu Lahab

Alquran

Foto: Alquran (Dompetdhuafa.org)

Dilansir dari laman Rumaysho, beberapa hal pelajaran yang dapat diambil dari kisah Abu Lahab, di antaranya sebagai berikut:

1. Kebinasaan Abu Lahab

Dalam surat Al lahab Allah telah menetapkan kebinasaan Abu lahab dan membatalkan tipu daya yang ia perbuat pada Rasul-Nya.

2. Siksaan Neraka

Gambaran siksaan neraka dalam surat Al Lahab, memberi rasa takut pada Allah dan takut mendurhakai-Nya, sehingga membuat takut akan berbuat maksiat.

3. Bahayanya Tolong Menolong dalam Keburukan

Di antara ayat di Surat Al Lahab ada yang mengisahkan soal istri Abu Lahab, Ummu Jamil yang menjadi kayu bakar.

Ini mengisyaratkan bahaya saling tolong menolong dalam kejelekan. Istri Abu Lahab turut membantu menyakiti Nabi Shallalahu alaihi wa sallam.

Itulah ulasan tentang Abu Lahab, Paman Nabi yang akhir hidupnya tragis karena menentang dan memusuhi dakwah nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Semoga menambah pengetahuan dan referensi belajar agama bersama si Kecil ya Moms!

  • https://bekalislam.firanda.com/3829-tafsir-surat-al-lahab.html
  • https://muslim.or.id/5978-tafsir-surat-al-lahab.html
  • https://rumaysho.com/970-faedah-surat-al-lahab-celakalah-abu-lahab.html