31 May 2024

Kisah Nabi Nuh dan Bahteranya, Tetap Berdakwah Meski Dihina

Ada banyak nilai-nilai yang bisa kita ajarkan pada anak

Menceritakan cerita nabi dan rasul, termasuk kisah Nabi Nuh AS adalah bagian dari memberikan pengetahuan agama pada Si Kecil.

Kisah Nabi Nuh AS penting untuk diceritakan kepada anak karena beliau adalah salah satu dari lima nabi yang mendapat gelar ulul azmi.

Ini berarti, Nabi Nuh AS termasuk dalam nabi dan rasul pilihan Allah SWT karena ketabahan dan keteguhan hatinya yang luar biasa.

Bahkan Nabi Nuh AS telah berdakwah selama 950 tahun untuk menegakkan agama Allah.

Yuk, cari tahu selengkapnya tentang kisah Nabi Nuh dan ajarkan pada Si Kecil, Moms!

Baca Juga: Bacaan Doa Mau Tidur dan Artinya, Lengkap Amalan Sunah!

Mengenal Hadis Nabi Nuh AS

Membaca Al-Qur'an
Foto: Membaca Al-Qur'an (Freepik.com/wirestock)

Nabi Nuh juga dikaruniai oleh Allah beberapa sifat yang patut dimiliki oleh seorang nabi, yakni fasih dan tegas dalam kata-katanya.

Nabi Nuh juga pandai bersyukur, bijaksana, dan sabar dalam berdakwah.

Nabi Nuh juga dikenal sebagai nabi yang membela dan melindungi kaum yang lemah, miskin, dan tertindas.

Periode waktu yang tepat ketika Nabi Nuh hidup tidak diketahui, tetapi menurut tradisi, diperkirakan hidup sepuluh generasi atau usia setelah Nabi Adam AS.

Kisah Nabi Nuh AS ini dijelaskan dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمْ ظَٰلِمُونَ

Artinya:

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.

Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim (QS. Al Ankabut (29): 14)."

Mengutip artikel di Learning Religions, diyakini bahwa Nabi Nuh dan umatnya tinggal di bagian utara Mesopotamia kuno.

Ini merupakan daerah yang gersang dan kering, beberapa ratus kilometer dari laut.

Al-Qur'an juga menyebutkan bahwa bahtera itu mendarat di "Gunung Judi" (Qur'an 11:44), yang diyakini banyak Muslim berada di Turki.

Semasa hidup, Nabi Nuh menikah dan memiliki 4 orang putra.

Mari kita simak lebih lengkap tentang kisah Nabi Nuh AS yang bisa menjadi teladan bagi Si Kecil!

Baca Juga: Kisah Nabi Sam'un, Nabi Terkuat dan Tak Terkalahkan

Kisah Nabi Nuh AS Berdakwah Memerangi Kemungkaran dan Kesyirikan

Ilustrasi Kapal
Foto: Ilustrasi Kapal (Pexels.com/Miguel Á. Padriñán)

Di dalam kisah Nabi Nuh AS, ia diutus oleh Allah SWT untuk menyerukan tauhid kepada Bani Rasib, yang pada saat itu dikisahkan telah terjerumus ke dalam kesyirikan.

Bangsa ini hidup dengan menyembah berhala berupa patung-patung, yang mereka yakini akan memberikan mereka harta dan keberkahan.

Kaum Bani Rasib juga dikisahkan kerap melakukan kemungkaran dan kemaksiatan.

Pada awalnya, Bani Rasib adalah kaum yang beriman kepada Allah SWT.

Di antara mereka, ada lima laki-laki saleh yang jadi panutan dan sangat dihormati oleh penduduk di sana.

Kelima orang tersebut bernama Wadd, Suwaa', Yaghut, Yauq, dan Nasr.

Namun, saat suatu waktu kelimanya meninggal, orang-orang Bani Rasib ini merasa kehilangan, sehingga mereka berinisiatif membuatkan patung atau berhala.

Namun, semakin lama, perlakuan Bani Rasib ini malah semakin menyimpang pada ajaran Allah SWT, dan mereka menjadikan patung-patung tersebut sesembahan.

Bahkan, hingga beberapa generasi, Bani Rasib telah kehilangan iman kepada Allah SWT.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel

Kesesatan Bani Rasib tersebut pun telah diperingati oleh Nabi Nuh AS, yang hidup di antara mereka untuk mengajak kembali beriman kepada Allah SWT.

Namun, ajakan Nabi Nuh AS tidak membuahkan hasil dan hanya sedikit pengikut Nabi Nuh AS pada saat itu.

Bahkan Bani Rasib malah semakin tenggelam pada kesesatan dan kesombongan.

Pada saat Nabi Nuh AS mengajak orang-orang Bani Rasib untuk kembali ke jalan Allah SWT, Nabi Nuh malah mendapat hinaan dan dakwahnya dicemooh.

Tantangan berdakwah Nabi Nuh AS pun kian hari kian berat.

Hingga akhirnya, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membuat bahtera atau kapal yang sangat besar untuk menghindarkan Nabi Nuh AS dan orang-orang Bani Rasib dari bencana hebat.

Peringatan Nabi Nuh justru dianggap permainan oleh Bani Rasib.

Mereka menentang Nabi Nuh,

“Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami. Kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”

Nuh kemudian menjawab, “Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.”

Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim dan Mukjizat serta Keteladanannya

Usai menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, Nabi Nuh kemudian mengumpulkan para...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb