26 April 2024

Kisah Nabi Ibrahim dan Mukjizat serta Keteladanannya

Kisahnya penting untuk dipahami dan menjadi panutan

Penting untuk mengenalkan kisah para nabi pada Si Kecil, termasuk salah satunya kisah Nabi Ibrahim AS.

Selain memperkenalkan sosok nabi, ini juga akan membuat anak mengetahui kisah-kisah hebat yang telah dilalui para nabi agar Islam bisa menjadi agama yang besar hingga saat ini.

Mengetahui kisah Nabi Ibrahim AS dari kecil hingga dewasa dan memiliki anak yang juga seorang nabi yaitu Nabi Ismail AS, akan memberikan pelajaran hidup yang luar biasa.

Apalagi kisah hidupnya salah satunya berkaitan dengan rukun Islam, yakni haji.

Lantas seperti apa sepenggal kisah nabi Ibrahim dalam menemukan mukjizatnya?

Bagi Moms yang hendak mengajarkan pada Si Kecil tentang kisah nabi Ibrahim, simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Baca Juga: 25 Nama-Nama Nabi, Bisa Menjadi Kisah Inspiratif untuk Si Kecil

Kisah Nabi Ibrahim Kecil

Ilustrasi Kisah Nabi
Foto: Ilustrasi Kisah Nabi (Freepik.com/danmir12)

Kisah Nabi Ibrahim kecil berawal saat dia dilahirkan di sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja Namrud.

Dia adalah raja dzalim yang sangat angkuh dan egois.

Salah satu peraturan yang meresahkan masyarakatnya adalah membunuh bayi laki-laki agar tidak ada lagi penggantinya sebagai raja.

Agar tidak ketahuan, maka ibunda Nabi Ibrahim AS mengasingkannya ke hutan.

Atas kuasa Allah SWT, Nabi Ibrahim tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tangguh hingga selalu selamat dari berbagai macam bahaya.

Hingga suatu ketika dia dapat kembali ke masyarakat.

Ketika Nabi Ibrahim AS telah kembali, dia begitu bingung karena banyak yang menyembah patung berhala.

Hampir di sepanjang perjalanan ke rumah dia melihat patung.

Sampai di rumahnya, benda itu masih ditemukan dan ternyata ayahnya bekerja sebagai pembuat patung.

Nabi Ibrahim AS merasa bingung terhadap apa yang dilakukan oleh ayah dan masyarakatnya hingga memutuskan untuk menyendiri di gunung.

Dalam usia sekecil itu, dia pun bertanya-tanya kepada dirinya dan rasa ingin tahunya sangat besar.

Di manakah Tuhan itu? Manakah yang dinamakan Tuhan?

Kemudian Allah memberikan mukjizat kepadanya, yaitu sebuah pemikiran yang cerdas dan kritis.

Allah SWT mengutusnya sebagai penyampai keberadaan-Nya selama ini kelak masyarakat meninggalkan berhala yang tidak penting dan bertakwa kepada-Nya.

Dengan kecerdasannya, dia menjalankan taktik untuk menyadarkan Raja Namrud dan pengikutnya.

Nabi Ibrahim menjalankan aksinya dengan menghancurkan semua berhala terkecuali berhala yang paling besar.

Saat Raja Namrud kembali dari luar kota, dia marah besar. Dia mencari orang yang merusak berhala-berhalanya.

Salah satu pengikutnya memberi tahu bahwa Nabi Ibrahim yang melakukannya. Dengan penuh rasa marah, dia meminta Nabi Ibrahim untuk menghadapnya.

Raja Namrud: “Wahai Ibrahim, bukankah engkau yang telah menghancurkan berhala-berhala ini?”

Nabi Ibrahim: “Bukan!”

Raja Namrud: “Lalu siapa lagi kalau, bukankah kau berada di sini saat kami pergi dan engkau membenci berhala-berhala ini?”

Nabi Ibrahim: “Ya, tapi bukan aku yang menghancurkan berhala-berhala itu. Aku pikir, berhala besar itulah yang menghancurkannya, bukankah kampaknya berada di lehernya?”

Raja Namrud: “Mana mungkin patung berhala dapat berbuat semacam itu!”.

Mendengar hal itu dengan tegas Nabi Ibrahim berkata: “Kalau begitu, kenapa engkau menyembah berhala yang tidak dapat berbuat apa-apa?”

Begitu pintar dan cerdiknya Nabi Ibrahim menjawab segala pertanyaan dari Raja Namrud tersebut.

Hingga akhirnya banyak masyarakat yang tersadar bahwa Tuhan yang selama ini mereka sembah tidak dapat bergerak, melihat, dan hanya bisa diam.

Baca Juga: 10+ Rekomendasi Buku Cerita Inspiratif Bertema Perjuangan, Ibu, dan Menabung

Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya

Ilustrasi Naik Unta di Gurun Pasir
Foto: Ilustrasi Naik Unta di Gurun Pasir (Freepik.com/freepik)

Kisah Nabi Ibrahim berlanjut saat dia, istrinya Hajar dan bayi kecil mereka Ismail melakukan perjalanan selama berhari-hari.

Kemudian, mereka berhenti di tempat yang tidak memiliki air, tumbuhan atau kehidupan manusia.

Satu-satunya hal yang bisa dilihat adalah bukit dan pasir.

Nabi Ibrahim membantu istri dan anaknya turun dan kemudian meninggalkan mereka dengan sedikit makanan dan air minum.

Saat dia naik kembali ke atas untanya, Hajar sangat terkejut dan bertanya kepadanya, "Mau ke mana Ibrahim, meninggalkan kami di lembah tandus ini?"

Nabi Ibrahim tidak menjawabnya. Hajar khawatir hal buruk akan menimpa mereka, terutama bayinya yang bisa mati kelaparan dan kehausan.

Kemudian Hajar bertanya lagi, "Apakah Allah memerintahkanmu untuk melakukannya?". “Ya,” jawab Nabi Ibrahim.

Karena Hajar adalah istri yang taat dan memiliki iman yang kuat, dia berkata: “Jika ini adalah perintah Allah, maka Dia tidak akan meninggalkan kita,”.

Meski Nabi Ibrahim sangat mengkhawatirkan keluarganya, dia tahu Allah SWT sedang mengujinya; dan Allah SWT pasti menjaga keluarganya.

Nabi Ibrahim pun berdoa: “Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati.

Ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat.

Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur,” (QS Ibrahim: 37).

Setelah air dan makanan habis, Hajar dan bayinya kelaparan dan kehausan.

Bayi Ismail mulai menangis dengan sedih dan air mata Hajar pun mulai mengalir.

Karena tidak tahan, Hajarpun meletakkan Ismali dan mulai mencari air.

Dia berlarian dari Gunung As-Safa ke gunung Al-Marwa berharap menemukan makanan, air atau seseorang untuk membantu mereka.

Hajar melakukannya selama 7 kali sambil terus berdoa.

Kejadian ini menjadi salah satu bagian dari haji, yakni berlari kecil antara Safa dan Marwa.

Hajar kembali dan memandang bayinya yang tanpa daya.

Dia menangis dan berdoa dengan sepenuh hati agar Allah SWT membantu mereka.

Kemudian keajaiban terjadi. Hajar melihat air jernih keluar dari tanah yang kering di dekat kaki...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb