16 Desember 2022

Taharah, Pentingnya Menyucikan Diri dari Najis dan Hadas dalam Islam

Taharah memiliki level yang lebih tinggi dari bersih-bersih pada umumnya

Dalam Islam, masalah kebersihan mendapatkan prioritas utama, hingga melahirkan aturan mengenai taharah.

Bahkan, kebersihan menjadi bab pertama dalam pembelajaran fiqih.

Faktanya, bersuci merupakan perintah agama yang memiliki level lebih tinggi dari hanya sekadar bersih-bersih biasa.

Sebab, tak setiap sesuatu yang bersih bersifat suci.

Nah, pemahaman tersebut perlu dikenalkan kepada anak sejak usia dini, Moms!.

Menurut penelitian IAIN Salatiga konsep kebersihan lingkungan dalam pendidikan Islam, yakni mendidik dan membimbing potensi anak agar memiliki kesadaran peduli lingkungan.

Baca Juga: Macam-macam Hadist Kebersihan yang Bisa Moms Ajarkan pada Si Kecil

Hukum Taharah dalam Islam

Doa Wudu (Orami Photo Stocks)
Foto: Doa Wudu (Orami Photo Stocks) (Newmuslim.net)

Menurut Muhammadiyah, taharah secara bahasa berarti suci dan bersih. Baik suci dari kotoran lahir maupun batin, sifat atau perbuatan tercela.

Secara fikih, taharah adalah mensucikan diri dari najis dan hadas yang menghalangi seseorang untuk salat atau melakukan ibadah lain.

Taharah bisa diwujudkan dengan menggunakan air, tanah, atau batu.

Mensucikan diri dalam taharah tidak terbatas pada tubuh saja, tetapi juga termasuk pakaian dan tempat.

Hukum taharah atau bersuci adalah wajib, khususnya bagi orang yang akan melaksanakan salat.

Hal tersebut telah didasarkan pada salah satu ayat dari Al-Qur'an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

(yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn,

wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing kuntum marḍā au 'alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan tayyiban

famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni'matahụ 'alaikum la'allakum tasykurụn).

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,

dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih);

sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur,” (QS Al-Ma’idah: 6).

Dan keterangan lain juga datang dari hadis Nabi SAW yang berasal dari Ali Bin Abi Thalib RA:

مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطُّهُورُ …

(Miftaahus sholaatit thohuurun ...)

Artinya: “Kunci salat itu adalah bersuci …” (HR Tirmidzi, Ibn Mâjah, Ahmad, al-Dârimi).

Baca Juga: 5 Skill Kebersihan Diri Yang Harus Dikuasai Balita

Macam-macam Taharah

Tata Cara Mandi Junub (Shutterstock)
Foto: Tata Cara Mandi Junub (Shutterstock)

Taharah memiliki dua jenis, yakni bersuci dari najis dan bersuci dari hadas.

Bersuci dari najis dilakukan dengan berbagai cara tergantung dengan tingkatan najis.

Dan bersuci dari hadas dilakukan dengan wudu untuk hadas kecil, dan mandi untuk hadas besar atau tayamum bila berada dalam kondisi terpaksa.

Secara umum, taharah dibagi menjadi dua yaitu thaharah ma’nawiyah dan thaharah nissiyah.

Taharah ma’nawiyah adalah taharah hati atau rohani. Sementara itu, taharah nissiyah adalah taharah badan atau jasmani.

1. Taharah Ma’nawiyah

Taharah ma’nawiyah atau taharah qalbu (hati), yakni mensucikan diri dari syirik dan maksiat.

Caranya bisa dengan melakukan amal sholeh agar senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Ini lebih utama dibandingkan taharah nissiyah, karena taharah nissiyah tidak bisa dilaksanakan jika hati belum suci.

Karena itu, seorang muslim harus mensucikan diri dan jiwa dari perbuatan syirik dan munafik.

Juga dari kegiatan maksiat seperti dengki, sombong, dendam, benci, riya’ dan lain-lain.

2. Taharah Nissiyah

Ini adalah taharah badan dan jasmani, dengan cara mensucikan diri serta bagian tubuh dari hadats baik hadats kecil ataupun hadats besar, serta najis dan segala jenis kotoran lainnya.

Untuk menghilangkan hadats kecil harus berwudu dan untuk menghilangkan hadats besar harus dengan mandi wajib.

Jika tak ada air, maka diperbolehkan melakukan tayamum dengan tanah atau debu.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

اِنَ اللهَ يُحِبُ التَوَابِيْنَ وَيُحِبُ اْلمُتَطَهِرِيْنَ

(Innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn)

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri,” (QS Al-Baqarah: 222).

Lalu Rasulullah SAW juga bersabda,

لَايُقْبَلُ اللهِ الصَلَاةَ بِغَيْرِ طَهُوْرُ

Artinya: “Allah tidak akan menerima salat yang tidak dengan bersuci,” (HR Muslim).

Baca Juga: 4 Cara Menjaga Kebersihan Makanan untuk Anak

Tata Cara Taharah

Tayamum (Orami Photo Stocks)
Foto: Tayamum (Orami Photo Stocks)

Tata cara melakukan taharah adalah sebagai berikut:

1. Mandi Wajib

Mandi wajib adalah mensucikan diri dari hadas besar dengan membasuh secara merata ke seluruh tubuh dengan air.

Membasuh dubur dan qubul dari najis atau kotoran dengan menggunakan air yang suci dan mensucikan, atau batu yang suci dan benda padat lain yang bisa menggantikan air dan batu, yang dilakukan setelah buang air.

Air adalah alat bersuci yang paling utama, karena air lebih dapat mensucikan tempat keluarnya kotoran yang keluar dari dubur dan qubul dibandingkan dengan yang lainnya.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدٗاۚ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِۚ فِيهِ رِجَالٞ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ

(Lā taqum fīhi abadā, lamasjidun ussisa 'alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqụma fīh, fīhi rijāluy yuḥibbụna ay yataṭahharụ, wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn)

Artinya: “Janganlah kamu salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu salat di dalamnya.

Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih,” (QS At-Taubah: 108).

2. Wudu

Wudu dilakukan untuk menghilangkan hadats kecil saat hendak melaksanakan salat.

Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umat-Nya untuk selalu menjaga dan menyempurnakan wudu.

Ini karena adanya keistimewaan dan keutamaan dari wudu, sebagaimana banyak hadis dari Rasulullah SAW.

Misalnya, hadis dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Dengan perangai baik yang terdapat pada seorang laki-laki, Allah menyempurnakan segala amalnya dan dengan bersucinya untuk mengerjakan salat, Allah menghapus dosa-dosanya, hingga bulatlah salat itu menjadi pahala baginya,” (HR Abu Ya’la, Bazzar, dan Thabrani dalam Al Ausath).

Baca Juga: 5 Rekomendasi Maskara Waterproof yang Tak Hilang Usai Wudu

Itu dia pengertian, hukum, dan tata cara taharah yang harus dipahami oleh umat Islam agar bisa beribadah dan mendapatkan pahala karena berada dalam keadaan suci.

  • http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/1935/
  • https://worldquran.com/
  • https://muhammadiyah.or.id/thaharah/
  • https://www.madaninews.id/2475/thaharah-dan-hikmah-pensyariatannya-bagi-umat-muslim.html
  • https://umma.id/post/jarang-diketahui-ini-macam-macam-thaharah-641032?lang=id

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.