22 Maret 2023

Memaknai Kisah Nabi Adam beserta Hikmah yang Dapat Diambil

Yuk, bacakan kisahnya pada Si Kecil Moms!

Tahukah Moms soal kisah Nabi Adam AS?

Peran dan sifat manusia selalu dibahas melalui cerita kenabian.

Dari situ, Moms bisa mengajarkan anak banyak hal di balik kisah-kisah para nabi.

Salah satu kisah hebat yang patut dikenal adalah kisah Nabi Adam, sebagai manusia dan nabi pertama.

Ada banyak cara untuk membuat anak tertarik mendengarkan sebuah cerita, dan Moms juga harus menggali minat Si Kecil untuk mengetahuinya.

Dikutip dari penelitian di Lund University, saat sebuah cerita memiliki struktur yang sama tapi ditampilkan secara berbeda, anak akan memberikan respons yang berbeda pula.

Misalnya, Moms bisa menceritakan kisah Nabi Adam dengan antusias, menggunakan alat peraga, dan sebagainya. Simak respons anak saat itu.

Di akhir cerita, rangsang Si Kecil untuk menceritakan kembali kisah nabi Adam.

Selipkan pesan yang bertujuan untuk membimbing dan merangsang imajinasi anak-anak, agar sekaligus dapat mengasah kemampuan otaknya.

Untuk tahu lebih jelasnya, coba bacakan kisah Nabi Adam di bawah ini, yuk!

Baca Juga: 5 Aplikasi Belajar Mengaji dan Kisah Nabi untuk Anak

Kisah Nabi Adam, Surga, dan Siasat Iblis

Kisah Nabi Adam
Foto: Kisah Nabi Adam (Themuslimstimes.info)

Allah telah menciptakan gunung dan lautan. Dia membuat semua binatang.

Dia menciptakan langit dan bintang.

Dia menciptakan matahari dan bulan. Dia pula menciptakan para malaikat.

Para malaikat itu seperti hamba Allah dan melakukan semua yang perintahkan oleh-Nya.

Kemudian, Allah memutuskan untuk menciptakan seorang manusia. Dia menyebut manusia pertama ini Adam.

Allah mengajarkannya banyak hal, agar Adam punya lebih banyak ilmu.

Dia menjadikan Adam sebagai sebaik-baiknya manusia.

Kemudian, ada satu iblis yang berasal dari bangsa jin. Iblis ini berpikir bahwa ia lebih baik daripada Adam.

Iblis tersebut menyalahkan Adam atas apa yang dimilikinya dan apa yang Allah SWT telah berikan kepadanya.

Iblis sangat iri dan marah.

Allah membiarkan Adam hidup di tempat indah yang disebut Surga.

Itu adalah tempat yang sangat indah dan dapat memberikan seluruh keinginan Adam.

Namun, Adam terlihat kesepian, karena sendiri sepanjang waktu.

Allah SWT kemudian menciptakan Hawa sebagai pendampingnya di surga. Keduanya pun terlihat sangat bahagia.

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilakukan. Allah telah memberi tahu bahwa mereka boleh melakukan apa saja, bersenang-senang, dan makan buah dari pohon mana saja.

Namun, tidak boleh memakan buah dari salah satu pohon.

Ini akan menjadi kisah terakhir Nabi Adam di dalam surga.

Awalnya, Adam dan Hawa menuruti perintah tersebut dan dijauhkan dari lokasi pohon terlarang itu.

Namun, iblis yang merasa iri memutuskan untuk mempengaruhi keduanya agar tidak menaati perintah Allah SWT.

Setelah beberapa saat, Adam dan Hawa pun tergoda.

Mereka mulai berpikir untuk mencicipi rasa dari buah itu.

Setelah makan buah tersebut, Adam dan Hawa menyadari bahwa mereka telah berdosa.

Mereka kemudian meminta ampunan kepada Allah SWT.

Kemudian, Allah SWT mengampuni mereka, namun tidak akan membiarkan Adam dan Hawa untuk tetap tinggal di surga.

Jadi, Allah SWT mengutus mereka untuk hidup di bumi. Karena menyadari kesalahannya, keduanya pun akhirnya tinggal di bumi.

Baca Juga: 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

Kisah Nabi Adam Tinggal di Bumi

Kisah Nabi Adam
Foto: Kisah Nabi Adam (Pinterest.com)

Adam bersama Hawa memulai hidupnya di bumi sebagai penguasa. Dialah yang harus mengabadikan, mengolah, membangun, dan mengisi bumi.

Dia juga orang yang harus berkembang biak dan membesarkan anak-anak yang akan mengubah dan memperbaiki bumi.

Nabi Adam dan Hawa menyaksikan kelahiran anak mereka, sepasang kembar yakni Qabil dan Iqlima.

Kemudian, Hawa melahirkan anak kembar kedua, yakni Habil dan Labuda.

Habil adalah anak yang cerdas, patuh, dan selalu siap untuk menuruti kehendak Allah Allah SWT.

Di sisi lain, Qabil, saudaranya, adalah orang yang sombong, egois, dan tidak taat kepada Tuhannya.

Qabil tidak menerima perintah Allah untuk menikahi Labuda, karena menginginkan saudara perempuannya sendiri, Iqlima.

Akhirnya, Qabil merasakan kebencian pada Habil yang diperintah menikahi Iqlima. Ia pun memukul saudaranya dengan batu, hingga membunuhnya seketika.

Ini adalah momen pertama kali kematian manusia di muka bumi. Qabil kemudian menguburkan mayat saudaranya.

Mendengar itu, Adam merasa sangat sedih, karena salah satu putranya meninggal dunia dan yang lainnya dimenangkan oleh setan.

Padahal, Adam tengah menjadi nabi dan mulai menasihati anak maupun cucunya akan kebesaran Allah SWT, serta meminta mereka untuk percaya kepada-Nya.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Perhatikan 7 Hal Ini Saat Mencari Buku Cerita Anak

Adam juga memberi tahu mereka tentang setan. Ia juga mengingatkan anak-anaknya tentang bahaya iblis.

Adam, manusia pertama dan nabi pertama, hidup sekitar seribu tahun di bumi.

Sebelum kematiannya, Adam meyakinkan anak-anaknya bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan manusia sendirian di bumi.

Allah akan mengutus para nabi untuk membimbing anak dan cucu Adam.

Para nabi akan memiliki nama, sifat, dan mukjizat yang berbeda.

Namun, mereka akan bersatu dalam satu hal, yaitu panggilan untuk menyembah Allah saja.

Inilah warisan Adam untuk anak-anaknya. Adam selesai berbicara dan menutup matanya.

Kemudian, malaikat memasuki kamarnya dan mengelilinginya.

Ketika Adam mengenali hal tersebut, ia tersenyum dalam damai dan malaikat mengambil jiwanya.

Anak dan cucunya kemudian menguburkannya. Sekitar satu atau dua tahun setelahnya, Hawa pun meninggal dunia.

Baca Juga: Kisah dan Doa Nabi Ayyub Saat Sakit

Hikmah dari Kisah Nabi Adam

Hikmah Kisah Nabi Adam
Foto: Hikmah Kisah Nabi Adam (Medinaminds.com)

Studi Charles Sturt University mencatat, Nabi Adam menjadi tokoh penting yang bisa mengajarkan tentang peran manusia sebagai penjaga, sifat alami manusia, dan juga pentingnya menunjukkan taubat untuk perkembangan manusia.

Satu konsep penting yang dapat dipahami adalah bahwa tidak seperti kepercayaan Kristen tentang dosa, Islam mendorong gagasan tentang tanggung jawab individu atas kesalahannya masing-masing.

Dalam kisah Nabi Adam, ditunjukkan bahwa setan adalah yang memimpin Adam dan Hawa untuk makan buah dari pohon terlarang.

Oleh karena itu, manusia ditakdirkan untuk membuat kesalahan dan belajar melalui pengalaman-pengalamannya tersebut. Sebab, hal itu adalah bagian dari peran dan sifat seorang manusia.

Kesimpulannya, manusia telah diberi tugas untuk menjaga dan bertanggung jawab atas bumi.

Manusia juga harus ingat bahwa mereka harus menyembah Allah SWT, sebagaimana manusia adalah makhluk ciptaanNya.

Karena Allah SWT telah memberikan manusia kemampuan lebih dari makhluk-makhluk lain di bumi.

Ini karena manusia diberikan kemampuan kognitif atau akal yang tinggi, tidak seperti makhluk lain.

Oleh karena itu, manusia dapat tumbuh lebih dekat dengan Allah dan unggul secara spiritual.

Melalui kisah Nabi Adam, dapat dipetik pelajaran bahwa tujuan dan sifat sejati manusia adalah untuk unggul secara spiritual di dunia ini.

Nabi Adam mengakui kesalahannya dan segera bertaubat. Ia juga tidak menyalahkan orang lain dan menyesali dosa yang sudah dilakukannya.

Nabi Adam kemudian bertaubat setelah berbuat kesalahan, dan menjadi lebih kuat dalam hal keimanan kepada Allah SWT.

Sebagai manusia, kita tentu harus belajar mengakui dan menerima kesalahan, tidak menyalahkan orang lain, dan segera memperbaiki diri.

Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf dan Berbagai Nilainya yang Bisa Diajarkan pada Anak

Selain itu, tentunya, banyak manfaat yang bisa dipelajari dari kisah Nabi Adam.

Bagi Moms yang ingin mengenalkannya kepada Si Kecil, pastikan untuk memahami hal apa saja yang akan membuat anak lebih tertarik.

Dengan demikian, Si Kecil bisa menerima dan menyerap pelajaran penting yang bisa dipetik dari kisah Nabi Adam.

  • https://thinkspace.csu.edu.au/cisac/2020/11/05/prophet-adam-a-lens-for-the-nature-and-role-of-humanity-2/
  • https://lup.lub.lu.se/luur/download?func=downloadFile&recordOId=4623019&fileOId=4623020

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.