Parenting Islami

12 September 2021

Kisah Nabi Adam: Manusia dan Nabi Pertama yang Diciptakan oleh Allah SWT

Yuk, bacakan kisahnya pada Si Kecil Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Widya Citra Andini

Peran dan sifat manusia selalu dibahas dan melalui cerita kenabian. Dari situ, Moms bisa mengajarkan anak banyak hal di balik kisah-kisah para nabi. Salah satu kisah hebat yang dimiliki adalah kisah Nabi Adam sebagai manusia dan nabi pertama.

Ada banyak cara untuk membuat anak tertarik mendengarkan sebuah cerita, dan Moms harus menggali minat Si Kecil untuk mengetahuinya.

Dikutip dari penelitian di Lund University, saat sebuah cerita memiliki struktur yang sama tapi ditampilkan secara berbeda, anak akan memberikan respons yang berbeda.

Misalnya, Moms bisa menceritakan kisah Nabi Adam dengan antusias, menggunakan alat peraga, dan sebagainya. Simak respons anak saat itu.

Di akhir cerita, rangsang SI Kecil untuk menceritakan kembali kisah nabi Adam.

Selipkan pesan yang bertujuan untuk membimbing dan mengajar dan berakhir dengan plot apa saja yang dapat merangsang imajinasi anak-anak, dan memungkinkan tak terhitung banyaknya interpretasi yang akan dibuat oleh anak.

Untuk tahu lebih jelasnya, coba bacakan kisah Nabi Adam di bawah ini.

Baca Juga: 5 Aplikasi Belajar Mengaji dan Kisah Nabi untuk Anak

Kisah Nabi Adam, Surga, dan Siasat Iblis

Kisah Nabi Adam -1.jpg

Foto: Themuslimstimes.info

Allah telah menciptakan gunung dan lautan. Dia membuat semua binatang. Dia menciptakan langit dan bintang.

Dia menciptakan matahari dan bulan dan dia menciptakan para malaikat. Para malaikat itu seperti hamba Allah dan melakukan semua yang Dia perintahkan.

Kemudian Allah memutuskan beliau untuk menjadikan seorang manusia. Dia menyebut manusia pertama ini Adam.

Dia mengajarinya banyak hal, agar Adam punya lebih banyak ilmu dari para malaikat. Dia menjadikan Adam sebagai sebaik-baiknya manusia.

Kemudian, ada satu iblis yang berasal dari bangsa jin yang berpikir bahwa dia lebih baik dari Adam.

Iblis tersebut menyalahkan Adam atas apa yang dimilikinya dan apa yang Allah SWT telah berikan padanya. Dia sangat iri dan marah.

Allah membiarkan Adam hidup di tempat indah yang disebut Surga. Itu adalah tempat yang sangat indah dan dapat memberikan seluruh keinginan Adam.

Namun, Adam terlihat kesepian karena sendiri sepanjang waktu. Allah SWT kemudian menciptakan Hawa sebagai pendampingnya di surga. Keduanya pun terlihat sangat bahagia.

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilakukan. Allah telah memberi tahu bahwa mereka boleh melakukan apa saja, bersenang-senang, dan makan buah dari pohon mana saja.

Namun, tidak boleh memakan buah dari salah satu pohon. Dan ini akan menjadi kisah terakhir Nabi Adam di dalam surga.

Awalnya Adam dan Hawa menuruti perintah tersebut dan dijauhkan dari lokasi pohon terkarang itu.

Namun, iblis yang merasa iri pada keduanya memutuskan untuk mempengaruhi keduanya agar tidak menaati perintah Allah SWT.

Setelah beberapa saat, mereka pun tergoda dan mulai berpikir untuk mencicipi sedikit rasa dari buah itu untuk merasakan seperti apa rasanya.

Setelah makan buah tersebut, Adam dan Hawa menyadari bahwa mereka telah berdosa. Mereka kemudian meminta ampunan kepada Allah SWT.

Kemudian, Allah SWT mengampuni mereka namun tidak akan membiarkan Adam dan Hawa untuk tetap tinggal di surga.

Jadi, Allah SWT mengutus mereka untuk hidup di bumi. Karena menyadari kesalahannya, keduanya pun akhirnya tinggal di bumi.

Baca Juga: 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

Kisah Nabi Adam Tinggal di Bumi

Kisah Nabi Adam -2.jpg

Foto: Pinterest.com

Adam bersama Hawa, memulai hidupnya di bumi sebagai penguasa. Dialah yang harus mengabadikan, mengolah, membangun, dan mengisi bumi.

Dia juga orang yang harus berkembang biak dan membesarkan anak-anak yang akan mengubah dan memperbaiki bumi.

Nabi Adam dan Hawa menyaksikan kelahiran anak mereka, sepasang kembar yakni Qabil dan Iqlima. Kemudian, Hawa melahirkan anak kembar kedua, yakni Habil dan Labuda.

Habil adalah anak yang cerdas, patuh dan selalu siap untuk menuruti kehendak Allah Allah SWT. Di sisi lain, Qabil saudaranya adalah orang yang sombong, egois, dan tidak taat kepada Tuhannya.

Qabil tidak menerima perintah Allah untuk menikahi Labuda karena menginginkan saudara perempuannya sendiri Iqlima.

Akhirnya, Qabil merasakan kebencian pada Habil yang diperintah menikahi Iqlima dan memukul saudaranya dengan batu, hingga membunuhnya seketika.

Ini adalah kematian manusia pertama di muka bumi. Qabil kemudian menguburkan mayat saudaranya.

Mendengar itu, Adam merasa sangat sedih karena salah satu putranya mati dan yang lainnya dimenangkan oleh Setan.

Padahal, Nabi Adam tengah menjadi nabi dan mulai menasihati anak dan cucunya akan kebesaran Allah SWT, serta meminta mereka untuk percaya kepada-Nya.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Perhatikan 7 Hal Ini Saat Mencari Buku Cerita Anak

Adam juga memberi tahu mereka tentang setan dan memperingatkan mereka dengan menggambarkan pengalamannya sendiri dengan iblis.

Adam, manusia pertama dan nabi pertama hidup sekitar seribu tahun di bumi.

Sebelum kematiannya, Adam meyakinkan anak-anaknya bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan manusia sendirian di bumi, tetapi akan mengutus nabi-Nya untuk membimbing mereka.

Para nabi akan memiliki nama, sifat, dan mukjizat yang berbeda tetapi mereka akan bersatu dalam satu hal yaitu panggilan untuk menyembah Allah saja.

Inilah warisan Adam untuk anak-anaknya. Adam selesai berbicara dan menutup matanya.

Kemudian malaikat memasuki kamarnya dan mengelilinginya. Ketika Adam mengenali hal tersebut, hatinya tersenyum dalam damai dan malaikat mengambil jiwanya.

Anak dan cucunya kemudian menguburkannya. Sekitar satu atau dua tahun setelahnya, Hawa pun meninggal dunia.

Hikmah dari Kisah Nabi Adam

Kisah Nabi Adam -3.jpg

Foto: Medinaminds.com

Studi Charles Sturt University mencatat, Nabi adam dapat menjadi tokoh penting yang bisa mengajarkan tentang peran manusia sebagai penjaga, sifat alami manusia, dan juga pentingnya menunjukkan taubat untuk perkembangan manusia.

Satu konsep penting yang dapat dipahami adalah bahwa tidak seperti kepercayaan Kristen tentang dosa, Islam mendorong gagasan tentang tanggung jawab individu atas kesalahannya masing-masing.

Dalam kisah Nabi Adam, ditunjukkan bahwa setanlah yang memimpin Adam dan Hawa makan dari pohon terlarang.

Oleh karena itu, manusia ditakdirkan untuk membuat kesalahan dan belajar melalui pengalaman-pengalaman itu karena adalah bagian dari peran dan sifat seorang manusia.

Kesimpulannya, manusia telah diberi tugas untuk menjaga dan bertanggung jawab atas bumi.

Saat melakukannya, mereka harus ingat bahwa mereka harus menyembah Allah sebagaimana manusia adalah makhluk Allah SWT.

Karena Allah SWT telah memberikan manusia kemampuan yang tidak seperti makhluk lainnya.

Ini karena manusia diberikan kemampuan kognitif atau akal yang tinggi, tidak seperti makhluk lain.

Oleh karena itu, manusia dapat tumbuh lebih dekat dengan Allah dan unggul secara spiritual.

Melalui kisah Nabi Adam, dapat dipetik pelajaran bahwa tujuan dan sifat sejati manusia adalah untuk unggul secara spiritual di dunia ini, sambil membuat kesalahan, bertobat, dan menjadi lebih kuat dalam hal keimanan.

Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf dan Berbagai Nilainya yang Bisa Diajarkan pada Anak

Selain itu, tentunya banyak manfaat yang bisa dipelajari dari kisah Nabi Adam.

Bagi Moms yang ingin mengenalkannya kepada Si Kecil, Moms perlu memahami hal apa saja yang akan membuat anak tertarik kepada sebuah cerita hingga dapat dengan saksama mendengarkannya.

  • https://thinkspace.csu.edu.au/cisac/2020/11/05/prophet-adam-a-lens-for-the-nature-and-role-of-humanity-2/
  • https://lup.lub.lu.se/luur/download?func=downloadFile&recordOId=4623019&fileOId=4623020
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait