19 September 2022

Ketika Kangen Suami yang Sudah Meninggal, Coba Bantu Diri Moms dengan 5 Cara Ini

Hapus air mata dan berusaha untuk bangkit yuk, Moms

Ditinggal selamanya oleh pasangan tentu sangat menyakitkan. Moms perlu tahu cara mengatasi kangen suami yang sudah meninggal dunia.

Rasa rindu tentu kerap memuncak karena sosok yang dikasihi sudah tak bisa lagi ditemui.

Marah dan kecewa akan muncul dalam hati dan pikiran.

Hal ini akan membuat kondisi fisik dan psikis Moms memburuk jika tidak bisa mengontrol perasaan tersebut.

Jangan biarkan perasaan negatif itu terus menghantui Moms.

Baca Juga: 5+ Doa untuk Suami yang Sedang Sakit, Yuk Amalkan!

Bagaimana Cara Mengatasi Kangen Suami yang Sudah Meninggal?

Beberapa orang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menenangkan diri sendiri saat kehilangan orang yang dikasihi.

Rasa bahagia yang muncul saat pernikahan dan momen indah yang tercipta semasa bersama akan menjadi terus terngiang-ngiang dalam benak.

Moms perlu berdamai dengan diri sendiri agar tidak dikuasai emosi yang merugikan.

Kuncinya adalah buat kesedihan Moms menjadi kekuatan yang tidak orang lain ketahui.

Berikut ini adalah cara mengatasi kangen suami yang sudah meninggal dunia, yang disarankan oleh National Institute of Aging, U.S Department of Health and Human Service.

1. Menyendiri dan Mendekatkan Diri dengan Tuhan

berdoa
Foto: berdoa (guidepost.org)

Cara mengatasi kangen suami yang sudah meninggal yang bisa Moms terus lakukan adalah mencari momen untuk menyendiri dan berkeluh kesah kepada Tuhan.

Doakan suami agar mendapat tempat terindah dan mintalah kekuatan untuk terus menjalani hidup dengan baik.

Mengobati kesedihan dengan menyendiri, bisa jadi salah satu jalan keluar terbaik.

Sebab, kadang orang lain hadir dan mengatakan kalimat klise yang justru membuat Moms semakin larut dalam kesedihan.

Pikiran yang sedang kacau akan membuat setiap kalimat yang Moms dengar akan menjadi hal yang berlebihan.

Tenangkan diri dengan cara yang Moms sukai mungkin dengan mendengarkan musik atau pergi menikmati pantai dan deburan ombaknya.

Baca Juga: Kirim Doa untuk Orang Meninggal dalam Agama Islam dan Kristen

2. Menerima Segala Emosi dalam Diri

menerima emosi saat kehilangan suami
Foto: menerima emosi saat kehilangan suami (Orami Photo Stock)

Saat kangen suami yang sudah meninggal dunia, biasanya Moms akan merasakan berbagai emosi dalam diri.

Entah itu kesedihan, kehampaan, kekecewaan, kesepian, atau bahkan kemarahan.

Ada banyak sekali perasaan yang bisa mendefinisikan rasa kehilangan dan kerinduan Moms pada suami yang telah tiada.

Reaksi dan emosi ini pun bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Misalnya, umur pernikahan, penyebab suami meninggal, usia anak-anak yang ditinggalkan, dan sebagainya.

Agar Moms bisa melewati masa-masa penuh duka ini, terimalah semua emosi yang muncul dari dalam diri.

Perasaan kaget, patah hati, atau cemas merupakan beberapa perasaan yang muncul secara wajar saat berduka.

Semua emosi ini menjadi cara unik bagi setiap orang saat menghadapi kehilangan.

Jadi, jalani saja prosesnya dan biarkan waktu yang menyembuhkan.

Jangan kewalahan jika Moms tiba-tiba mengalami periode rasa sakit atau kesedihan yang sepertinya datang entah dari mana.

Biarkan diri Moms untuk belajar dari perasaan dan emosi. Ini yang akan membantu diri hingga pulih.

3. Cari Dukungan dari Lingkungan Sekitar

mencari dukungan usai kehilangan suami
Foto: mencari dukungan usai kehilangan suami (Orami Photo Stock)

Moms bisa mengatasi rasa kangen pada suami yang sudah meninggal dunia dengan mencari dukungan dari lingkungan sekitar.

Mulai dari anak-anak, orang tua, atau kerabat dekat lainnya.

Karena mengatasi kehilangan sering kali membuat seseorang merasa kesepian, bingung, dan tidak jarang merasa tertekan.

Kehilangan pasangan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko timbulnya sejumlah gangguan kejiwaan yang berbeda.

Dalam penelitian yang dipublikasikan diThe American Journal of Psychiatry menunjukkan bahwa kurangnya dukungan sosial setelah kehilangan yang tidak terduga bisa menyebabkan depresi.

Jadi, cobalah jangkau orang-orang yang peduli dan bersedia menemani Moms untuk melewati kesedihan ini.

Agar Moms lebih tenang, coba hindari orang yang kritis, menghakimi atau yang ingin memberi nasihat sehingga mengganggu kenyamanan.

Ingatlah bahwa Moms memiliki hak untuk mengungkapkan kesedihan.

Tapi, Moms juga memiliki hak untuk tidak berbagi dengan orang-orang yang tidak memiliki sikap suportif terhadap Moms.

Baca Juga: 9 Arti Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal

4. Menjaga Pola Makan

makan sehat
Foto: makan sehat (Womenshealth.com)

Hal lain yang harus diperhatikan saat suami meninggal dunia adalah menjaga pola makan.

Kesedihan dan emosi membuat Moms jadi tidak nafsu makan.

Tapi tahukah Moms bahwa justru tubuh membutuhkan asupan cairan lebih saat menangis dan emosi?

Menangis ternyata menguras tenaga serta pikiran Moms.

Jangan biarkan Moms larut dalam kesedihan lalu melupakan kesehatan.

5. Berolahraga dan Istirahat Cukup

Wanita Berolahraga
Foto: Wanita Berolahraga (Orami Photo Stock)

Sheri Stritrof, konsultan pernikahan dan penulis buku The Everything Great Marriage Book, berkata bahwa berolahraga dan makan teratur akan membantu Moms lebih cepat melepaskan rasa emosi dan kecewa berlebihan.

Salurkan pikiran negatif Moms dengan berolahraga.

Dengan berolahraga, pikiran Moms dapat teralihkan.

Jika Moms terus menerus membiarkan pikiran buruk melanda, maka rasa sakit akan muncul.

Selain olahraga, cobalah untuk tidur yang cukup.

Pikirkan hal-hal mengenai masa depan dan jangan egois dengan keadaan yang menimpa saat ini.

Usahakan untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan karena hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan psikologi Moms.

Karena menurut studi di jurnal Public Library of Sciences, risiko kematian bagi pasangan yang masih hidup dapat meningkat setelah ditinggal meninggal.

Terutama dalam waktu 3 bulan pertama berkabung.

Jadi, menjaga kesehatan fisik pada bulan-bulan pertama suami meninggal sangat penting bagi Moms.

Baca Juga: 11 Arti Mimpi Anak Meninggal, Tak Selalu jadi Pertanda Buruk!

Apakah Kondisi Sedih Berlebihan Normal Terjadi?

cara mengobati kesedihan mendalam setelah suami meninggal dunia 02
Foto: cara mengobati kesedihan mendalam setelah suami meninggal dunia 02 (videoblocks.com)

Pertanyaan besar yang muncul adalah, apakah semua orang mengalami hal serupa ketika suami meninggal dunia?

Sering kita menyaksikan di antara anggota keluarga yang kehilangan, terlihat ada seseorang yang tidak menangis dan tampak tegar.

Moms perlu mengetahui, bahwa pria dan wanita memiliki perasaan dan sifat yang sama.

Apalagi jika mengalami kehilangan dan ketakutan akan menjalani masa depan sendirian tanpa pasangan yang dicintai.

Perbedaan yang terjadi tidaklah signifikan.

Biasanya terjadi karena semasa pernikahan kedua mempelai punya intensitas yang baik dan komunikasi yang lancar.

Akhirnya, Moms akan sulit untuk melepaskan kepergian dari pasangan Moms.

Pembagian tugas untuk menjalani rumah tangga seakan tidak bisa dilupakan saat suami meninggal dunia.

Banyak wanita dan pria yang merasakan ketakutan dan kecemasan berlebihan ketika ditinggalkan oleh pasangannya.

Buatlah Moms nyaman dengan apa yang Moms butuhkan.

Jika diperlukan pergilah ke tempat wisata yang Moms suka dan tenangkan diri Moms di sana.

Baca Juga: Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal, Wajib Dilakukan!

Apabila cara di atas belum cukup, Moms mungkin membutuhkan bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater sebagai cara mengatasi kangen suami yang sudah meninggal dunia.

Jadi, jangan ragu untuk meminta bantuan pada orang terdekat atau tenaga profesional ya, Moms.

  • https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0173870
  • https://doi.org/10.1176/appi.ajp.2014.13081132
  • https://www.nia.nih.gov/health/mourning-death-spouse
  • https://www.verywellmind.com/coping-with-death-of-spouse-2301016
  • https://www.vitas.com/family-and-caregiver-support/grief-and-bereavement/losing-a-family-member/8-steps-to-healing-after-the-death-of-your-life-partner

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.