02 April 2024

10 Jenis Alat Musik Tiup, dari Tradisional hingga Modern

Tak hanya suling bambu, ternyata ada banyak jenis alat musik tiup di dunia

Alat musik tiup adalah alat musik yang bunyinya berasal dari getaran udara. Istilah lain alat musik ini yakni aerophone.

Getaran udara yang dihasilkan dari alat musik tiup bisa dengan dua cara, lho!

Pertama adalah getaran udara yang terjadi dalam instrumen seperti seruling, klarinet, oboe, terompet.

Kedua adalah alat musik tiup yang menghasilkan udara bergetar namun tidak terkandung di dalam instrumen itu sendiri, seperti akordeon, dan harmonika.

Ketika orkestra muncul pada abad ke-17 dan ke-18, diputuskan bahwa alat musik tiup juga dikategorikan menurut bahan pembuatannya, yakni alat musik tiup kayu dan alat musik tiup yang terbuat dari kuningan.

Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai alat musik tiup. Ajarkan juga pada Si Kecil ya, Moms!

Baca Juga: 10 Cara Merawat Telinga, Jangan Gunakan Cotton Buds!

Mengenal Jenis Alat Musik Tiup

Berikut ini adalah beberapa jenis alat musik tiup dari yang tradisional hingga modern:

1. Seruling

Seruling Modern
Foto: Seruling Modern (Tempestmusicalinstruments.com)

Alat musik tiup ini sudah sangat populer di masyarakat, tak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Seruling adalah yang tertua dari semua instrumen yang menghasilkan suara bernada (bukan hanya ritme).

Pada awalnya seruling terbuat dari kayu, batu, tanah liat atau buluh berlubang seperti bambu.

Sementara itu, seruling modern terbuat dari perak, emas atau platinum; umumnya ada 2 sampai 4 seruling dalam orkestra.

Alat musik ini memiliki enam hingga tujuh lubang.

Cara memainkan seruling adalah dengan memegangnya ke samping dengan kedua tangan dan meniup melalui lubang di corong, seperti meniup di bagian atas botol.

Jari-jari membuka dan menutup kunci untuk mengubah nada.

Pada suling tradisional, umur dan kekerasan bambu pembuatnya sangat memengaruhi kualitas suara yang dihasilkannya.

Oleh karena itu, jika Moms hendak membelinya, jangan ragu untuk menanyakan informasi tentang umur dan kekerasan bambu seruling tersebut kepada penjualnya, ya.

2. Piccolo

Piccolo
Foto: Piccolo (Shop.schmittmusic.com)

Seruling versi yang lebih pendek disebut piccolo, yang berarti kecil dalam bahasa Italia.

Dengan ukuran setengah dari seruling standar, piccolo bisa digunakan untuk memainkan nada tertinggi dari semua alat musik tiup kayu.

Dalam orkestra, salah satu pemain suling juga akan memainkan piccolo jika instrumen itu diperlukan.

Suara pipa tinggi dari piccolo juga dapat terdengar di korps drum tradisional dan musik marching band.

3. Oboe

Oboe
Foto: Oboe (Musicnotes.com)

Oboe adalah silinder hitam sepanjang 60 cm dengan kunci logam menutupi lubangnya.

Corongnya menggunakan buluh ganda, yang bergetar saat Moms meniupnya.

Getaran buluh ini membuat udara di dalam obo bergerak, dan dengan demikian menciptakan suara.

Untuk memainkannya, pegang obo dengan tegak, tiup melalui buluh ganda di mulut, dan gunakan kedua tangan untuk menekan tombol untuk membuka dan menutup lubang dan mengubah nada.

Biasanya ada 2 hingga 4 obo dalam sebuah orkestra dan mereka menghasilkan berbagai nada, dari suara tinggi hingga nada lembut nan hangat.

Alhasil, suara obo sangat berkesan saat terdengar di telinga.

Baca Juga: 10 Perawatan Tradisional Pasca Melahirkan, Tertarik Mencoba?

4. English Horn

English Horn
Foto: English Horn (Hornstash.com)

Terlepas dari namanya, alat musik tiup ini bukan termasuk dalam bahasa Inggris dan juga bukan jenis klakson.

English horn sebenarnya terkait erat dengan oboe, ia juga menggunakan buluh ganda, dan dimainkan dengan cara yang sama.

Alat musik tiup lebih panjang dari oboe dan tabungnya sedikit lebih lebar.

Di ujung bawah, ada bagian yang terbuka menjadi bentuk lonceng bundar, yang memberinya suara yang lebih hangat dan lebih penuh.

Karena lebih besar, alat musik tiup ini juga memiliki jangkauan nada yang lebih rendah daripada oboe.

Pemain oboe juga akan memainkan English horn jika diperlukan.

5. Klarinet

Klarinet
Foto: Klarinet (Buddyrogers.com)

Klarinet bisa dengan mudah disalahartikan sebagai oboe, kecuali corongnya, yang menggunakan satu buluh.

Klarinet sebagai alat musik tiup yang juga populer hadir dalam beberapa ukuran yang berbeda, dan klarinet B-flat standar hanya lebih dari 60 cm panjangnya.

Beberapa karya musik mengharuskan pemain klarinet memainkan beberapa jenis klarinet dalam satu bagian.

Dua sampai empat klarinet dalam orkestra memainkan melodi dan harmoni, dan mereka memiliki suara kaya nan gelap di nada bawahnya.

Sedangkan bagian atas jangkauan klarinet cerah nan bergema.

Moms dapat memainkan klarinet jika bisa memainkan oboe.

Cara memainkannya adalah dengan memegangnya tegak, meniup melalui buluh, dan menggunakan tangan untuk mengubah nada dengan membuka dan menutup kunci dengan jari-jari.

Berikutnya, beralih ke alat musik tiup yang berasal dari barat yang cukup populer, yakni terompet.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb