ADVERTISEMENT

3-12 BULAN
14 September 2022

Sering Tertukar, Ini Perbedaan Motorik Halus dan Motorik Kasar pada Si Kecil

Ketahui faktor pendukungnya
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Budhi

Kemampuan motorik menjadi hal penting untuk dilatih dan dikembangkan sejak dini. Begitu juga dengan mengetahui perbedaan motorik halus dan motorik kasar pada Si Kecil.

Ini menjadi awal untuk memantau perkembangan keahlian anak yang lainnya, seperti kemampuan sensorik dan kognitif, lho.

Yuk, kenali perbedaan kemampuan motorik halus dan kasar agar tidak keliru!

Baca Juga: 14 Fungsi Air bagi Tumbuhan, Penting untuk Tumbuh Kembangnya

Perbedaan Motorik Halus dan Motorik Kasar

Keterampilan motorik fungsinya adalah untuk kita dapat bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, ini dapat dibedakan menjadi kemampuan motorik halus dan juga kasar.

ADVERTISEMENT

Terdengar familiar, namun sejumlah orang belum mengetahui perbedaan dasar dari keduanya.

Yuk, kenali bersama perbedaan kemampuan motorik halus dan motorik kasar pada Si Kecil:

1. Fungsi Motorik dalam Tubuh

Foto: Milestone Motorik Kasar Balita 2 Tahun (Orami Photo Stock)

ADVERTISEMENT

Sebagai orang tua, sebaiknya perhatikan perkembangan motorik pada anak.

Menurut seorang early childhood practitioner dan co-founder Rumah Dandelion bernama Carmelia Riyadhni, kegiatan yang melibatkan koordinasi otot-otot pada badan manusia, disebut sebagai motorik kasar.

Beda halnya dengan gerakan pada otot-otot kecil, ini disebut dengan motorik halus.

Tentunya, perkembangan ini perlu dilatih dengan rutin setiap hari.

ADVERTISEMENT

Melansir Children's Hospital of Richmond anak-anak membutuhkan waktu bermain dan latihan rutin untuk mengembangkan otot-otot kecil yang diperlukan untuk fungsi motorik di tubuhnya.

2. Faktor Pendukung Perkembangan Motorik

Adapun perbedaan motorik halus dan motorik kasar satu ini juga perlu diketahui.

Perkembangan motorik kasar ataupun halus pada anak dipengaruhi oleh sejumlah hal, yakni:

Kemampuan motorik juga merupakan faktor yang penting dalam perkembangan individu nantinya secara keseluruhan.

Maka dari itu, penting untuk memberikan stimulasi motorik sejak dini pada Si Kecil agar kemampuannya terlatih sejak dini.

Baca Juga : Asah Kemampuan Motorik Anak Dengan Cara Seru Ini!

3. Pentingnya Latihan untuk Motorik Anak

ADVERTISEMENT

Foto: Perbedaan Gerakan pada Motorik Kasar dan Halus (babyinfo.com)

Keterampilan motorik kasar dan halus anak harus dilatih dan dikembangkan setiap saat dengan berbagai aktivitas.

Perkembangan motorik itu berawal dari kepala ke kaki, atau dari atas ke bawah.

Selain itu, perkembangan motorik juga dapat dari tengah ke luar, misalnya saja kemampuan tangan.

"Misalkan, tadinya anak hanya mampu mengambil dengan meraup, lama-lama dia bisa mengambil dengan jempol dan telunjuk,” ungkap Carmelia saat bincang-bincang melalui Kulwap Orami Community pada Selasa (5/3) lalu.

Pengembangan ini memungkinkan anak melakukan melakukan berbagai hal yang lebih baik.

Termasuk di dalamnya pencapaian dalam hal akademik dan fisik, Moms.

4. Proses Perkembangan Motorik Kasar

ADVERTISEMENT

Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan otot-otot besar pada tubuh.

Kegiatan yang dimaksud seperti kemampuan anak untuk berguling, merangkak, duduk tegak, berdiri dengan stabil, berjalan tanpa bantuan hingga akhirnya mampu berlari dan menendang.

Baca Juga : 8 Permainan Indoor untuk Melatih Motorik Bayi

Adapun tahapan perkembangan motorik kasar anak yang bisa dilihat dari usianya, yaitu sebagai berikut:

  • Usia 2-5 bulan: anak bisa berguling.
  • Usia 5-7 bulan: anak sudah mampu duduk tanpa bantuan.
  • Usia 7-8 bulan: anak bisa berdiri tapi sambil berpegangan.
  • Usia 10-14 bulan: anak mampu berdiri sendiri tanpa berpegangan.
  • Usia 11-15 bulan: anak dapat berjalan stabil.

Si Kecil di rumah tengah memasuki proses yang mana, Moms?

5. Manfaat Kemampuan Motorik Kasar

Foto: Perbedaan Gerakan pada Motorik Kasar dan Halus (anbbaby.com)

Kemampuan motorik kasar menjadi fondas kuat yang nantinya untuk mendukung keahlian Si Kecil, seperti:

  • Dapat bermain dengan keahliannya.
  • Belajar dengan mudah untuk meraih prestasi.
  • Bersosialisasi dengan orang lain dengan berani.
  • Membangun kepercayaan diri anak nantinya.
ADVERTISEMENT

Setiap saat manusia akan melakukan kegiatan, seperti duduk, berdiri, maupun bergerak. Ketika anak masih bayi, mereka masih belajar untuk menyempurnakan kemampuan ini.

"Maka, stimulasi rutin dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar anak kuat bergerak,” ungkap Carmelia.

Stimulasi motorik kasar bisa diberikan dengan permainan-permainan sederhana, seperti:

  • Aktivitas di alas yang datar.
  • Meletakkan mainan di atas meja agar anak mampu meraihnya.
  • Olahraga seperti renang.

6. Proses Perkembangan Motorik Halus

Perbedaan motorik halus dan motorik kasar ini juga tak kalah penting, Moms.

Bicara kemampuan motorik halus, ini lebih mengarah pada seberapa mampu anak untuk menggunakan otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu.

Tentunya ini dipengaruhi oleh kesempatan belajar dan berlatih. Kemampuan ini juga meliputi koordinasi antara mata dan tangan.

Kegiatan yang termasuk dalam perkembangan motorik halus seperti:

  • Memegang benda di antara jari-jarinya.
  • Menyusun benda-benda.
  • Memindahkan benda dari tangan.
  • Mencoret, menggunting, dan menulis.
ADVERTISEMENT

Baca Juga : 5 Tahap Penting Perkembangan Motorik Bayi, Apa Sudah Sesuai?

Perkembangan motorik halus ini mulai berkembang seiring pertambahan usia anak, namun stimulasi juga perlu dilakukan, ya.

7. Manfaat Motorik Halus

Foto: Milestone Motorik Halus Balita 3 Tahun (Orami Photo Stocks)

Motorik halus pada Si Kecil dapat terlihat dari seberapa jauh ia dapat menggunakan anggota tubuhnya untuk beraktivitas.

Ketika anak mampu belajar menggunakan tangannya dengan baik, seperti untuk:

Dengan ini, maka kemampuan motorik halusnya akan semakin terlatih, lho.

Manfaat dari perkembangan motorik halus ini meliputi:

  • Melatih kepercayaan dirinya.
  • Bisa berpakaian dan memilih sendiri.
  • Merawat dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.
  • Bisa berbicara dengan fasih.

Aktivitas motorik halus juga terkait dengan perkembangan otak anak untuk meningkatkan koordinasi tangan dan matanya, Moms.

Baca Juga: Singkirkan Gadget! Ini 7 Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak-anak

Itulah penjelasan mengenai perbedaan motorik halus dan motorik kasar pada Si Kecil.

Berikan permainan yang sesuai dengan usianya ya, Moms! Hal ini agar kemampuan motorik kasar dan halusnya dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.

  • https://www.chrichmond.org/therapy-services/occupational-therapy/developmental-milestones/fine-motor-skills-birth-to-2-years

Sebelumnya

Panduan Nutrisi MPASI Bayi Sehat di 1000 Hari Pertama Kehidupan
Dresyamaya Fiona • 14 Sep 2022

Selanjutnya

Epilepsi pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Dresyamaya Fiona • 15 Sep 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT