01 April 2020

Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil?

Begini penjelasan para ahli!

Dewasa ini, banyak pria maupun wanita yang mengidap depresi sehingga mereka membutuhkan antidepresan untuk mengatasinya.

Namun, para ahli dan dokter umumnya menyarankan pasangan yang sedang mencoba untuk memiliki momongan agar tidak mengonsumsi obat-obatan apa pun.

Apakah ini juga berlaku pada antidepresan? Mungkinkah antidepresan pengaruhi peluang kehamilan?

Wanita Yang Minum Antidepresan Memiliki Peluang Hamil Rendah

Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 1
Foto: Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 1 (Orami Photo Stocks)

Foto: pexels.com

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology menemukan bahwa antidepresan dapat menurunkan kemungkinan wanita dengan riwayat depresi untuk hamil secara alami.

Meskipun peneliti yang terlibat mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui kaitan sebab-akibat yang mendasari hasil temuannya tersebut. Sayangnya, antidepresan rupanya bukan hanya mempengaruhi peluang hamil secara alami.

Pasalnya, sebuah penelitian dalam jurnal Fertility and Sterility mengungkapkan bahwa konsumsi antidepresan juga membuat peluang hamil pada wanita yang menjalani program bayi tabung atau IVF menjadi lebih rendah.

Baca Juga: 3 Mitos Penggunaan Antidepresan pada Ibu Hamil

Disarankan Untuk Berkonsultasi Dengan Pskiater Reproduksi

Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 2
Foto: Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 2

Foto: freepik.com

“Jika Anda memiliki gangguan mood, Anda dapat berkonsultasi dengan psikiater reproduksi ketika Anda sedang hamil atau mencoba untuk hamil. Idealnya, ini harus dilakukan sebelum Anda merencanakan kehamilan,” kata Lauren Osborne, M.D., asisten direktur di John Hopkins Women’s Mood Disorder Center, seperti dikutip dari John Hopkins Medicine.

Dr. Osborne mengatakan bahwa bagi wanita yang menderita depresi ringan, biasanya dokter menyarankan untuk berhenti mengonsumsi obat dan menggantinya dengan perawatan seperti psikoterapi, yoga prenatal atau akupuntur untuk membantu meningkatkan suasana hati.

Namun, bagi wanita dengan depresi berat, pengobatan tidak dapat langsung dihentikan begitu saja karena risikonya cukup tinggi. Sebagai gantinya, pengobatan yang dijalani harus diganti dengan metode lain secara perlahan dan sangat berhati-hati.

Bagaimana pun, menurut Dr. Osborne, meskipun antidepresan pengaruhi peluang kehamilan, risikonya biasanya tidak lebih besar dibandingkan risiko penyakit mental yang tidak diobati sama sekali.

Baca Juga: Ini Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Tentukan Pakar yang Tepat untuk Berkonsultasi

Antidpresan Bukan Hanya Mempengaruhi Reproduksi Pada Wanita

Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 3
Foto: Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 3 (Orami Photo Stocks)

Foto: unsplash.com

Antidepresan rupanya bukan hanya mempengaruhi kesuburan wanita. Di mana golongan antidepresan penghambat reuptake serotonin selektif (SSRI) rupanya juga mempengaruhi peluang hamil karena dapat mengakibatkan gangguan motilitas dan konsentrasi sperma pada pria.

“Kami menemukan bahwa pasien pengguna antidepresan SSRI mengalami pemulihan parameter semen normal yang cepat dalam waktu satu bulan setelah berhenti menggunakan antidepresannya. Perubahan ini terjadi secara konsisten dan signifikan secara klinis,” kata Cigdem Tankirut, MD, seorang peneliti bidang pengobatan reproduksi pria dan bedah mikro di Weill Medical College, Cornell University di New York, seperti dikutip dari Renal & Urology News.

“Penggunaan buropin, antidepresan atipikal dengan serotonergik, noradrenergik, dan efek reuptake inhibitor dipaminergik yang dilakukan setelahnya menunjukkan oligospermia dan 10% motilitas,” kata Dr. Tankirut.

Baca Juga: Terapi Sentuhan untuk Mengatasi Depresi

Selain itu, SSRI juga diketahui dapat mengganggu ejakulasi. Ternyata memang benar bahwa antidepresan pengaruhi peluang kehamilan.

Akan tetapi, sebagaimana yang telah disebutkan di atas, Moms dan Dads harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan psikiater sebelum mengambil keputusan apa pun terkait pengobatan yang sedang dijalani.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.