Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Tanya Pakar | Mar 24, 2018

Apa Penyebab Anak Moody dan Gampang Ngambek?

Bagikan


Tanya:

Saya punya anak perempuan 4 tahun, kenapa ya dia moody sekali? Kadang bisa tertawa-tawa, eh kemudian, ngambek.

Hal yang susah ada mengelola emosi dan rasa frustrasi saya ketika dia sedang moody seperti itu.

Sebenarnya apa sih penyebabnya dan cara terbaik mengatasinya?

Jawab:

Mood merupakan bagian dari perkembangan emosi yang terjadi pada anak. Sebelum saya jelaskan apa saja yang menyebabkan anak menjadi moody, yang pertama harus Moms ketahui adalah harus pahami dulu emosi-emosi dasar yang terjadi pada anak, yaitu ada emosi marah (anger), bahagia (happy), sedih (sad), takut (fear), dan kaget (surprise).

Nah Moms perlu tahu emosi apa yang sedang dirasakan oleh anak dan apa yang menjadi pemicu sehingga anak bereaksi atau menampilkan emosi tersebut.

Perubahan emosi pada anak

Sebagai contoh anak sedang bermain boneka bersama ibunya, ia tertawa dan terlihat sangat gembira sekali. Di saat yang bersamaan handphone sang ibu berbunyi lalu ibu menerima telepon dan mengobrol tanpa permisi atau menginformasikan kepada anak terlebih dahulu, dan kemudian meninggalkan aktivitas bermain bersama anak. Seketika anak langsung menangis dan tantrum. Bisa kita lihat dalam kasus ini perubahan mood yang terjadi pada anak yaitu dari emosi bahagia berubah menjadi emosi marah dan sedih.

Emosi marah muncul karena ibu pergi meninggalkan aktivitas bermain bersama tanpa memberitahu atau meminta izin terlebih dahulu, dan anak merasa tidak siap untuk ditinggal bermain sendirian. Di sisi lain ia juga belum mampu mengungkapkan rasa marahnya kepada sang ibu sehingga perilaku yang muncul adalah anak menjadi menangis hingga tantrum.

Sedangkan emosi sedih muncul karena saat itu anak merasa diabaikan oleh sang ibu. Maka dapat kita simpulkan perubahan emosi yang terjadi pada anak sangatlah normal dan wajar. Dalam perkembangannya anak tidak hanya mengalami perubahan fisik dan kognitif saja, tetapi yang tidak kalah penting tentunya perubahan emosi.

Perubahan emosi pada anak terkait dengan temperamen dan karakter anak, serta pola pengasuhan orangtua. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi perkembangan emosi pada anak. Temperamen merupakan sifat yang sudah ada sejak lahir/bawaan lahir dan ini dipengaruhi oleh gen (keturunan) keluarga. Tentunya tiap anak memiliki temperamen yang berbeda-beda.

Ada yang mudah (easy), lambat (slow to warm up), dan sulit (difficult). Anak yang memiliki temperamen yang mudah cenderung lebih cepat dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dan mood-nya lebih stabil dan positif. Sedangkan anak yang memiliki temperamen lambat dan sulit cenderung lebih membutuhkan waktu atau lama dalam beradaptasi dan lebih emosional.

Di samping itu, pola pengasuhan orangtua memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan karakter anak. Pola asuh yang keras, kaku, tidak konsisten dapat membentuk anak menjadi anak yang moody.

Begitu juga sebaliknya jika dalam pengasuhan orangtua terlalu santai, tidak ada aturan dan tidak disiplin maka juga dapat membentuk anak menjadi moody. Sebaiknya terapkanlah pola pengasuhan yang konsisten, memiliki aturan dan disiplin.

Cara terbaik mengatasi moody pada anak:

1. Pahami terlebih dahulu emosi anak dan cari tau apa penyebabnya (seperti yang sudah saya jelaskan di atas).

2. Jangan terpancing oleh emosi anak, hadapi dengan tenang ya karena emosi itu mudah sekali menular lho. Jika saat itu emosi Moms juga sedang tidak bagus, sebaiknya tenangkan diri dulu, bisa dengan melakukan relaksasi sebentar, setelah Moms tenang baru hadapi anak.

3. Terima emosi yang anak rasakan, berikan perhatian dan tunjukkan kasih sayang kepada anak. Misalnya ketika anak menangis berikan pelukan agar anak merasa aman dan menjadi tenang.

Dijawab oleh Nidya Dwika Puteri, M. Psi

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.