Newborn

NEWBORN
2 Maret 2020

Apgar Score, Tes Pertama Bayi yang Tidak Boleh Terlewat

Apgar score dibutuhkan sebagai pendeteksi dini penyakit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Memiliki bayi adalah saat-saat yang menyenangkan ya Moms?

Ada banyak hal yang terjadi pada jam-jam dan hari-hari pertama kehidupan bayi. Jika Moms melahirkan di rumah sakit, ada beberapa jenis tes skrining bagi bayi baru lahir yang akan dilakukan.

Tujuannya adalah untuk menemukan dan mengobati masalah kesehatan tertentu yang tidak selalu terlihat saat lahir.

Deteksi dini dapat membantu mencegah atau mengurangi efek dari kondisi kesehatan tersebut.

Salah satu tes tersebut bernama Apgar Score. Para dokter telah menggunakan tes ini di ruang bersalin sejak 1952.

Apgar Score dikembangkan oleh Dr Virginia Apgar, seorang ahli anestesi obstetri perintis yang khawatir tentang bagaimana skopolamin dan anestesi kuat lainnya yang diberikan kepada ibu hamil dalam persalinan akan berdampak pada bayi mereka.

Apa Itu Apgar Score?

Apgar Score Test Pertama Bayi Yang Tidak Boleh Terlewat -1.jpg

Foto: healthline.com

Saat mendapatkan Apgar Score, bayi baru lahir akan mengikuti tes pertama satu menit setelah dilahirkan, lalu diulangi dan dievaluasi lima menit dan diulang pada 10, 15, 20 menit hingga kondisi bayi stabil.

Apgar Test akan melihat kondisi bayi dari Appearance, Pulse, Grimace, Activity and Respiration (warna kulit, detak jantung, refleks, aktivitas otot, dan pernapasan) dan diberi skor nol hingga 10.

Inti dari praktik ini adalah memberi tahu dokter seberapa baik bayi baru lahir beralih ke kehidupan di luar rahim dan apa saja perawatan yang harus dilakukan dengan segera.

Jay P. Goldsmith, M.D., profesor pediatri di Universitas Tulane dan anggota American Pediatric Academy Committee menyarankan agar Moms tetap tenang dan tidak terlalu khawatir tentang hsail dari Apgar Score.

"Dr. Apgar berusaha membuat orang memerhatikan kesejahteraan bayi dalam lima menit pertama kehidupan mereka,” ujarnya.

Dikutip dari American Academy of Family Physicians, sangat jarang bayi mendapatkan nilai 10, setidaknya pada percobaan pertama.

Kebanyakan bayi perlu beberapa menit untuk melakukan pemanasan, mengatur pernapasannya, dan beradaptasi dengan diri mereka di lingkungan luar rahim.

Skor 7 biasanya merupakan hasil bagus. Skor kurang dari 7 berarti bayi mungkin memerlukan perawatan tambahan, misalnya membutuhkan oksigen. Sebagian besar bayi memiliki kondisi yang sehat setelah tes Apgar Score.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir

Apa Manfaat dan Risiko Apgar Score?

Apgar Score Test Pertama Bayi Yang Tidak Boleh Terlewat -2.jpg

Foto: aboutkidshealth.ca

Ada manfaat dan risiko untuk tes skrining bayi baru lahir.

Secara umum, skrining direkomendasikan untuk masalah kesehatan yang mengharuskan dokter untuk melakukan deteksi dini. Moms harus ingat, skrining hanyalah tahap pertama diagnosis.

Karena, ada beberapa orang tua yang cemas saat hasil Apgar Score kecil dan khawatir berlebih jika tidak mendapatkan hasil 10. Ini akan mengganggu psikis Moms setelah melahirkan. Padahal saat itu, bayi sedang masa transisi.

"Sekarang ini digunakan untuk melihat bagaimana bayi transisi dari dalam rahim dan untuk membantu dokter menentukan apakah bayi membutuhkan lebih banyak bantuan karena tidak membuat transisi dengan baik," kata Shivani Patel, MD, asisten profesor kebidanan dan kandungan di Pusat Medis Southwest Texas University.

Baca Juga: Suntik Vitamin K pada Bayi Baru Lahir, Apa Manfaatnya?

Jay menambahkan, mungkin ada beberapa variasi dalam hasil Apgar Score. Namun selama bayi menerima perawatan yang mereka butuhkan dan skornya meningkat dari waktu ke waktu, itu tidak akan menjadi masalah.

“Studi jangka panjang menunjukkan bahwa jika skor 3 atau kurang pada 10, 15, atau 20 atau menit, itu menandakan masalah jangka pendek dan jangka panjang yang signifikan,” sambungnya.

Apakah Apgar Score Memengaruhi Otak Bayi?

Apgar Score Test Pertama Bayi Yang Tidak Boleh Terlewat -3.jpg

Foto: ucbaby.ca

Sebuah studi baru dari Swedia menunjukkan, bayi yang mendapat skor rendah pada tes fungsi jantung, paru-paru dan otak dalam tes Apgar Score lebih mungkin membutuhkan pendidikan khusus saat remaja.

Dalam studi tersebut, para peneliti yang dipimpin oleh Dr Andrea Stuart dari Rumah Sakit Pusat di Helsingborg, menggunakan database Swedia yang besar untuk menghubungkan Apgar Score dengan nilai anak-anak di sekolah. Para peneliti memiliki data tentang hampir 900.000 bayi yang lahir antara tahun 1973 dan 1986.

Sebagian besar bayi saat itu memiliki skor normal 9 atau 10 pada Apgar Score. Hanya sekitar 1 persen memiliki skor di bawah 7 dan sepertiga di bawah 4, menunjukkan masalah langsung yang serius.

Secara total, sekitar 23.000 anak-anak pergi ke sekolah pendidikan khusus pada usia 16 tahun.

Anak-anak dengan skor Apgar di bawah 7 memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk melanjutkan ke sekolah khusus dibandingkan anak-anak dengan skor Apgar tinggi.

Anak-anak yang memiliki skor serendah 2 atau 3 sekitar tiga kali lebih mungkin membutuhkan pendidikan khusus.

Baca Juga: Ini 5 Jenis Pemeriksaan yang Harus Dilakukan Bayi Baru Lahir

Temuan ini tidak dapat membuktikan bahwa skor Apgar yang rendah atau apa pun yang membuat bayi mengalami kesulitan sejak dini, menyebabkan lebih dari mereka membutuhkan bantuan tambahan di sekolah saat remaja.

“Tetapi alasan yang menyebabkan skor Apgar rendah mungkin berdampak pada fungsi otak anak di masa depan," kata Andrea.

Tenang Moms, Apgar Score hanya deteksi dini. Tetap pantau tumbuh kembang Si Kecil agar sesuai dengan pertumbuhnannya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait