16 Agustus 2018

Aplikasi Teman Diabetes Bantu Kontrol Kondisi Kesehatan Penyandang Diabetes

Aplikasinya juga bisa jadi pengingat cek gula darah dan minum obat

Angka penyandang diabetes (diabetesi) di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Menurut data IDF Diabetes Atlas pada 2015, Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia untuk prevalensi penyandang diabetes tertinggi.

Pada 2017, peringkat Indonesia naik menjadi negara ke-6. Angka penyandangnya diperkirakan lebih dari 10 juta orang. Sebanyak 2 dari 3 orang yang terdiagnosis, tidak mengetahui dirinya menyandang diabetes. Bahkan, sebagian besar mengakses layanan kesehatan dalam kondisi terlambat atau sudah mengalami komplikasi.

Teman Diabetes mengadakan survei kepada 220 orang dengan kategori prediabetes, diabetesi, dan inner circle (keluarga, teman, rekan kerja).

Dalam survei ini ditemukan hanya 14,3 persen responden mengukur gula darah rutin setiap hari. Hal yang cukup mengejutkan adalah sebanyak 28,6 persen konsultasi ke dokter sekali dalam setahun.

Baca Juga: Seperti Apa Menu Sehat untuk Mencegah Stroke dan Diabetes?

Aplikasi Teman Diabetes untuk Membantu Para Diabetesi

ef38d479 0af7 4c6a acc8 f83b7370851e
Foto: ef38d479 0af7 4c6a acc8 f83b7370851e

Untuk membantu mengontrol kondisi diabetes dan menjalankan hidup lebih sehat, 85,7 persen responden mengaku membutuhkan dukungan dari inner circle.

GueSehat.com kemudian mengembangkan aplikasi Teman Diabetes khusus untuk menghubungkan diabetesi, inner circle, serta ahli medis tanpa harus bertatap muka.

Pada peluncuran aplikasi di Kolega Coworking, Kuningan, Jumat (10/8), turut hadir, Dinda Kanyadewi, Dr. dr. Aris, Sp.PD., KEMD., Ketua PEDI (Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia), serta Robyn Soetikno, co-founder Teman Diabetes.

Dinda bercerita, mendiang ibunya yang merupakan penyandang diabetes sangat membutuhkan teman yang selalu ada untuk mendampinginya. Bukan sekadar ada secara fisik, tapi juga memperhatikan kebutuhan para penyandang diabetes.

“Dulu, saya membantu ibu menyuntikkan insulin dan bersamanya bertahan melawan diabetes. Saya kerap bersama melakukan cek gula darah. Bahkan saya selalu konsumsi makanan yang sama dengan ibu,” cerita Dinda.

Baca Juga: 6 Gejala Diabetes Pada Wanita yang Mudah Dikenali

Dr Aris mengapresiasi hal yang dilakukan Dinda saat mendampingi mendiang ibunya. Menurutnya, penyandang diabetes memang butuh sekali perhatian seperti itu. Mereka juga membutuhkan informasi mengenai gaya hidup sehat.

“Sangat penting untuk diabetisi dan keluarga untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai gaya hidup sehat, karena diabetes bukan sekedar kelola gula darah, tapi juga kelola gaya hidup” jelas dr Aris.

Robyn mengatakan, kebutuhan tersebut bisa diakomodasi oleh aplikasi Teman Diabetes. Melalui aplikasi Teman Diabetes, diabetesi dipermudah untuk mengontrol kondisinya.

Dia memaparkan, Teman Diabetes dilengkapi berbagai fitur andalan yang interaktif dan bermanfaat. Pengguna dapat merekam gula darah lewat DNurse, mobile blood glucometer yang terkoneksi secara eksklusif dengan Teman Diabetes, merekam aktivitas sehari-hari, dan mengontrol makanan yang dikonsumsi.

“Semua informasi ini dapat diakses oleh keluarga dan tenaga medis yang dipilih,” jelas Robyn.

Dengan begitu, bukan hanya penyandang diabetes yang bisa mengontrol kondisi kesehatannya. Inner circle dan dokter mereka pun bisa ikut mengontrol kondisi kesehatan mereka.

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.