05 Februari 2023

Penyebab dan Cara Mengatasi Kista Dermoid pada Anak, Catat!

Kista dermoid beda dengan bisul

Kista bisa tumbuh di mana saja di tubuh, termasuk di kulit atau kista dermoid. Anak-anak pun bisa mengalaminya. Kira-kira, apa, ya, penyebab kista pada anak?

Kista adalah jaringan membran mirip kantong yang mengandung cairan atau zat semi padat.

Kista termasuk tumor yang tumbuh dengan lambat. Tak perlu khawatir, Moms, tumor tersebut jinak dan tak bersifat kanker, kok.

Kista dermoid mengandung struktur dengan karakteristik seperti kulit normal.

Pada anak, jenis kista tersebut biasanya berbentuk gumpalan kecil.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh U.S National Library of Medicine, daerah yang paling sering terkena adalah di bagian kepala dan leher.

Namun, kista dermoid juga bisa terjadi pada wajah, terutama di sisi alis dan dapat terjadi di bagian tubuh mana saja.

Jenis kista ini berbeda dengan bisul, ya, Moms.

Bisul adalah infeksi folikel rambut yang biasanya memiliki gejala kulit yang terinfeksi berwarna merah, lalu muncul benjolan yang lama-lama berubah putih karena berisi nanah.

Kulit di area tersebut terasa hangat, bengkak, dan sakit.

Baca Juga: 3 Kelainan Bentuk Tulang Belakang Anak Akibat Kebiasaan Duduk Miring, Yuk Cari Tahu!

Gejala Kista Dermoid pada Anak

Kista pada Anak (aafp.org)
Foto: Kista pada Anak (aafp.org)

Gejala kista dermoid mirip benjolan di leher atau masalah medis lain, seperti:

  • Kista tampak seperti benjolan kecil di bawah kulit yang tidak sakit
  • Kulit di atas benjolan dapat dengan mudah dipindahkan
  • Kista dermoid bisa terjadi di bagian tubuh mana saja namun biasanya muncul di leher, kulit kepala, dahi, hidung, atau di sekitar mata
  • Benjolan tersebut bisa berwarna seperti kulit atau agak kuning atau biru
  • Ada lubang kecil di kista, lubang tersebut bisa ditumbuhi rambut atau mengeluarkan zat yang bertekstur seperti keju

Penyebab Kista pada Anak

Kista Dermoid pada Anak
Foto: Kista Dermoid pada Anak (Plastic Surgery Key)

Kista dermoid dianggap cacat lahir karena saat janin berkembang, lapisan kulit tidak tumbuh berbarengan seperti seharusnya.

Sel yang seharusnya berada di luar tubuh terjebak di dalam tubuh. Contohnya adalah sel kulit, kelenjar keringat, atau rambut.

Dalam beberapa kasus mungkin mengandung tulang, gigi, atau saraf.

Mengutip laman Children’s Hospital of Philadelphia, sel-sel tersebut tetap memproduksi zat-zat seperti biasa sehingga terkumpul di dalam kista dan menyebabkan kista tumbuh.

Baca Juga: Mengenal Kalazion, Benjolan di Kelopak Mata

Komplikasi Kista Dermoid

Komplikasi Kista Dermoid
Foto: Komplikasi Kista Dermoid (BMJ Case Report)

Tergantung pada letak kista, hal tersebut bisa menyebabkan masalah di kemudian hari (komplikasi).

Misalnya, kista di dekat mata dapat memengaruhi penglihatan anak Moms.

Selain itu, berikut risiko komplikasi kista dermoid pada anak:

  • Merusak tulang di dekatnya
  • Menyebabkan infeksi sehingga memerlukan pengobatan dengan antibiotik atau operasi pengangkatan yang lebih mendesak
  • Membuat anak merasa malu atau tidak nyaman
  • Kista dermoid yang tidak diobati akan terus membesar
  • Jika terluka dan dinding kista pecah, isi kista yang bocor bisa mengiritasi jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan mungkin jaringan parut

Diagnosis Kista Dermoid

Diagnosis Kista Dermoid (Orami Photo Stocks)
Foto: Diagnosis Kista Dermoid (Orami Photo Stocks) (Orami Photo Stock)

Kista dermoid didiagnosis dengan pemeriksaan fisik.

Umumnya, seorang dokter, praktisi perawat, atau asisten dokter sering mendiagnosis kista dermoid berdasarkan seperti apa bentuk dan di mana letaknya.

Anak Moms juga mungkin memerlukan tes pencitraan untuk mengetahui apakah kista terhubung ke jaringan lain di kepala dan leher.

Tes tersebut, meliputi:

  • Sinar-X, tes ini memberikan gambar kepala, leher, wajah, atau area lain di mana kista berada
  • CT-scan, merupakan pemeriksaan menggunakan X-ray dan komputer untuk membuat gambar detail dari setiap bagian tubuh, termasuk tulang, otot, lemak dan organ
  • MRI, ialah pemeriksaan dengan magnet besar, gelombang radio, dan komputer untuk membuat gambar detail organ dan struktur dalam tubuh

Baca Juga: Harus Tahu! Ini 11 Makanan Penyebab Kista dan Tips Mengatasinya

Cara Mengatasi Kista Dermoid pada Anak

penyebab kista pada anak
Foto: penyebab kista pada anak

Perawatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak Moms. Ini juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Perlu Moms ketahui, metode penanganan kista dermoid yang paling bisa diandalkan adalah bedah.

Menusuk kista dengan jarum agar isinya keluar seperti pada bisul tidak dapat menyembuhkannya karena zat di dalamnya tebal.

Menurut situs Childrens, operasi juga diperlukan untuk membuang semua komponen kista (dinding kista dan isinya yang seperti keju) agar kista tidak tumbuh lagi.

Kalau kista tersebut tumbuh di luar tengkorak, kista dapat dengan mudah diangkat.

Sementara itu, jika kista berada di lokasi seperti dahi dan tengkorak, sayatan bedah bisa melebar karena kebutuhan untuk mengakses dan mengangkat kista sepenuhnya.

Namun, kista bisa jadi masuk terlalu dalam atau berhubungan dengan jaringan lain.

Untuk mengetahuinya, diperlukan diagnosis menggunakan CT scan dan MRI.

Tindakan bedah pun dapat melibatkan dokter spesialis lain, seperti ahli bedah saraf dan dokter bedah THT.

Jika kista dermoid ada di tulang, pembedahan meliputi:

  • Membuat sayatan kulit
  • Memperluas sayatan ke bawah untuk mengakses tulang
  • Mengebor atau mengikis sel-sel kista dermoid dari tulang

Baca Juga: Mengenal Kista Ateroma yang Sering Dianggap Bisul serta Cara Mengobatinya!

Metode Ablasi untuk Cara Mengobati Kista Dermoid

Ablasi
Foto: Ablasi (MedicineNet)

Seiring berkembangnya teknologi dan inovasi di bidang kesehatan, kista pun bisa diatasi dengan pengobatan lain berupa pengobatan invasif minimal (drainase dan ablasi kista dermoid perkutan).

Ablasi kista dermoid adalah prosedur invasif minimal di mana jarum kecil dan selongsong plastik digunakan untuk memasuki kista dermoid.

Kista kemudian dikeringkan isinya dan dinding kista dibunuh (ablasi).

Ablasi kista dermoid dilakukan dalam waktu kurang dari 1 jam dan prosedur ini meninggalkan bekas luka seukuran bintik.

Ablasi kista dimulai dengan tusukan kista yang dipandu ultrasound menggunakan jarum dan tabung kecil.

Isi kista kemudian diencerkan dengan menyuntikkan sedikit deterjen medis yang "mengencerkan" isi berminyak dan memungkinkan drainase kista.

Setelah mengeluarkan isi kista, sel-sel kulit yang melapisi kista diablasi dengan jarum “coblation” kecil.

Ujung jarum koblasi tersebut kemudian ditempatkan di dalam kista dermoid yang kolaps dan energi koblasi (awan plasma) untuk menghancurkan sel-sel kista dermoid.

Dalam melakukan prosedur ini, dibantu dengan panduan ultrasound yang tepat.

Tubuh kemudian melakukan mekanisme "pembersihan" sendiri dengan membuang sel-sel kista dermoid yang mati selama penyembuhan.

Jika tulang terlibat dengan kista dermoid, tulang yang mengandung kista dermoid yang terablasi akan sembuh dan tulang baru terbentuk untuk mengisi defek sebelumnya.

Penyembuhan tulang baru setelah ablasi kista dapat terlihat dalam 2-3 bulan.

Ablasi kista dermoid berhasil pada 95% pasien dengan satu sesi pengobatan.

Sesi perawatan kedua mungkin diperlukan (5% pasien) jika beberapa bagian kista bertahan dari ablasi.

Hal itu pun mungkin dilakukan jika cedera pada kista dermoid terjadi sebelum perawatan, yang memungkinkan beberapa sel abnormal tumbuh berdekatan dengan area yang dirawat.

Hasil yang diamati pada pasien sejak tahun 2006 sangat baik.

Pasien melaporkan tidak ada rasa sakit pasca-prosedur yang signifikan, pembengkakan ringan terkait pengobatan sembuh dalam beberapa hari, dan infeksi dicegah dengan antibiotik yang diminum setelah prosedur.

Penyebab kista pada anak ternyata adalah bawaan lahir.

Jika Si Kecil mengalaminya, jangan lupa konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat, ya, Moms!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15944568/
  • https://www.chop.edu/conditions-diseases/dermoid-cyst
  • https://www.childrens.com/specialties-services/conditions/dermoid-cysts
  • https://www.nationwidechildrens.org/conditions/dermoid-cyst
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=dermoid-cyst-90-P02032
  • https://childrensnational.org/visit/conditions-and-treatments/ear-nose-throat/dermoid-cyst

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb