Kehamilan

KEHAMILAN
24 April 2020

Artika Sari Devi Keguguran, 4 Hal Ini Jadi Penyebab Keguguran Janin

Artika ungkapkan kesedihannya yang mendalam
placeholder

Foto: instagram.com/artikasaridevi

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Selebriti Artika Sari Devi harus merasakan kesedihan, lantaran dirinya keguguran di kehamilannya yang ketiga. Hal ini diunggah oleh Artika lewat Instagram Story-nya.

Pada unggahan tersebut, Artika mengunggah foto kala ia melakukan screening USG, disertai dengan caption yang mengungkapkan rasa sedihnya atas kepergian janinnya tersebut.

"Your heart stopped but my love for you did not. Until we meet again, anakku sayang," tulis Artika pada akun Instagram miliknya.

Perlu diketahui, ada beberapa hal yang dapat membuat seorang wanita mengalami penyebab keguguran. Baca lebih lanjut untuk mencari tahu apa saja penyebab tersebut, Moms.

Baca Juga: Ini 3 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Keguguran

Penyebab Keguguran

Mengutip National Health Service, ada banyak alasan mengapa keguguran dapat terjadi, meskipun penyebabnya seringkali tidak teridentifikasi.

Jika keguguran terjadi selama trimester pertama kehamilan (3 bulan pertama), biasanya disebabkan oleh masalah pada bayi yang belum lahir (janin). Sekitar 3 dari setiap 4 keguguran terjadi selama periode ini.

Tetapi, bila keguguran terjadi setelah trimester pertama kehamilan, itu mungkin akibat dari hal-hal seperti kondisi kesehatan yang dimiliki pada calon ibu. Berikut ini beberapa penyebab keguguran yang bisa dialami.

1. Kelainan pada Kromosom

penyebab keguguran-2

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Cleveland Clinic, sekitar setengah dari semua keguguran yang terjadi pada trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom, yang mungkin turun temurun atau spontan, pada sperma ayah atau sel telur ibu.

Terkadang ada sesuatu yang salah saat pembuahan, dan janin menerima terlalu banyak atau tidak cukup kromosom. Alasannya tidak jelas, dan dampaknya janin tidak dapat berkembang secara normal, berakibat keguguran.

Baca Juga: Olahraga Berat Bisa Menyebabkan Keguguran, Mitos atau Fakta?

2. Usia Ibu yang Mengandung

penyebab keguguran-3

Foto: Orami Photo Stock

Usia ibu yang tua saat mengandung juga bisa menjadi penyebab keguguran. Pada British Journal of Obstetrics and Gynaecology, faktor-faktor penyebab risiko keguguran kuat termasuk usia ibu yang tua, riwayat keguguran, dan infertilitas.

Semakin kehamilan terjadi pada usia lebih tua, maka risiko mengalami keguguran juga semakin tinggi. Berikut ini kemungkinan keguguran berdasarkan usia ibu:

  • Pada wanita di bawah 30, 1 dari 10 kehamilan akan berakhir dengan keguguran
  • Pada wanita berusia 35-39 tahun, hingga 2 dari 10 kehamilan akan berakhir dengan keguguran
  • Pada wanita di atas 45, lebih dari 5 dari 10 kehamilan akan berakhir dengan keguguran

3. Serviks yang Lemah

penyebab keguguran-4

Foto: Orami Photo Stock

Dalam beberapa kasus, otot serviks (leher rahim) lebih lemah dari biasanya. Ini dikenal sebagai inkompetensi serviks. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera di daerah ini sebelumnya, biasanya setelah prosedur pembedahan.

Kelemahan otot serviks ini dapat menyebabkan leher rahim terbuka terlalu dini selama kehamilan, menyebabkan keguguran. Kondisi serviks yang lemah bisa menjadi penyebab keguguran pada trimester kedua.

Baca Juga: Hal-Hal yang Perlu Moms Ketahui Mengenai Keguguran

4. Gaya Hidup Tidak Sehat

penyebab keguguran-5

Foto: Orami Photo Stock

Gaya hidup tidak sehat juga menjadi penyebab keguguran. Mengutip American Pregnancy Association, contoh bentuk gaya hidup buruk seperti merokok, kekurangan gizi, kafein berlebih, paparan radiasi atau zat beracun.

Beberapa penyakit tertentu juga bisa menyebabkan ibu hamil meningkatkan risiko penyebab keguguran, yang bisa terjadi pada trimester kedua. Apalagi, bila kondisi kesehatan tersebut tidak dirawat dengan baik.

Beberapanya termasuk:

  • Diabetes (jika tidak terkontrol)
  • Tekanan darah tinggi yang parah
  • Lupus
  • Penyakit ginjal
  • Kelenjar tiroid terlalu aktif atau kurang aktif
  • Sindrom antifosfolipid (APS)

Karena itu, agar kehamilan tetap sehat sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk melakukan program hamil. Sehingga masa kehamilan pun berjalan baik itu Si Kecil dan juga Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait