15 April 2022

Cari Tahu Fakta dan Risiko Atap Asbes sebelum Membangun Rumah

Inilah plus-minus menggunakan atap asbes

Pemilihan jenis atap menjadi bagian yang tak boleh dilupakan saat membangun rumah. Salah satu jenis atap yang cukup sering digunakan oleh rumah-rumah di Indonesia, yakni atap asbes.

Jika Moms dan Dads juga ingin memilih atap asbes untuk hunian keluarga, lebih baik mencari tahu informasi tentang atap asbes lebih dalam.

Pasalnya, ada beberapa kekurangan atap asbes. Jadi, yuk cermati dahulu plus dan minus atap asbes berikut ini!

Baca Juga: Pilihan Desain Tangga Rumah yang Cocok untuk Hunian Keluarga

Atap Asbes

atap asbes - 1
Foto: atap asbes - 1

Foto: Orami Photo Stock

Asbes pertama kali ditemukan di Yunani kuno oleh salah satu murid Aristoteles.

Asbes adalah bahan bangunan untuk atap yang terdiri dari enam mineral berserat, yakni amosite, crocidolite, chrysotile, tremolite, actinolite, dan anthophyllite.

Semua mineral tersebut memiliki tekstur seperti serat yang sangat tipis.

Atap asbes banyak digunakan untuk bangunan karena sangat tahan panas dan tahan api, kedap air, serta harganya cukup terjangkau.

Pemasangan asbes untuk bagian atap pun cenderung sangat mudah. Jadi, sangat efisien dalam segi waktu dan tenaga.

Atap asbes juga tidak akan melengkung atau membusuk dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh serangga.

Meski memiliki beberapa kelebihan, tetapi atap asbes juga diketahui cukup berbahaya bagi kesehatan, lho!

Hal ini karena serat mineral pada asbes yang terhirup oleh manusia bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Baca Juga: Jenis Meja Dapur yang Bisa Moms Pilih

Berikut fakta-fakta atap asbes dan bahaya atap asbes bagi kesehatan yang perlu Moms dan Dads ketahui.

Apakah Atap Asbes Aman?

atap asbes - 2
Foto: atap asbes - 2

Foto: Orami Photo Stock

Dalam bentuknya yang tidak rusak, atap asbes tidak menimbulkan risiko karena asbes yang digunakan untuk atap akan menjadi lebih kokoh karena campuran semen.

Risiko dapat muncul ketika atap asbes mulai terdegradasi dan semen melemah yang kemudian pecah sehingga dapat menyebabkan tekstur asbes terbawa udara.

Atap asbes yang rusak harus ditangani dengan sangat hati-hati menggunakan peralatan keselamatan yang sesuai.

Jika Moms dan Dads yang menggunakan atap asbes ingin melakukan renovasi, mungkin bisa menggantinya dengan genteng versi modern tanpa asbes untuk menghindari risiko kesehatan.

Namun secara umum, tidak ada risiko bagi kesehatan selama atap asbes benar-benar dalam kondisi baik dan tidak rusak.

Baca Juga: 10 Model Meja Makan Minimalis Agar Keluarga Betah Makan di Rumah

Bahaya Asbes bagi Kesehatan

atap asbes - 3
Foto: atap asbes - 3

Foto: Orami Photo Stock

Asbes biasanya akan dicampur dengan bahan lain, seperti semen saat dibuat menjadi atap bangunan, porsi asbes sekitar 10-15% dari keseluruhan campuran.

Jenis atap ini sebenarnya telah banyak dilarang oleh negara-negara di dunia karena diketahui bahwa inhalasi asbes dapat menyebabkan penyakit paru-paru.

Perlu Moms dan Dads ketahui, bahan bangunan yang terbuat dari asbes masih belum dapat terurai secara hayati.

Jadi, apabila atap asbes terkikis atau hancur, serat asbes dapat terbawa udara atau terbawa air dan pada akhirnya terhirup atau tertelan oleh manusia.

Sejumlah kecil serat asbes hadir di udara setiap saat, dan dihirup oleh semua orang tanpa efek buruk.

Kebanyakan orang terpapar asbes dalam jumlah yang sangat kecil saat mereka menjalani kehidupan sehari-hari dan tidak mengalami masalah kesehatan terkait asbes.

Namun, hal ini dapat menjadi sangat berbahaya jika udara yang terpapar serat asbes terhirup dalam jumlah banyak.

Sehingga dapat menyebabkan penumpukan di paru-paru dan mengakibatkan penyumbatan.

Baca Juga: 5+ Cara Membersihkan Dinding Keramik Kamar Mandi Agar Bersih Berkilau, Bye Kotoran!

Proses terhirupnya serat asbes memang tidak disertai dengan gejala.

Udara yang terpapar asbes pun tidak berbau sehingga Moms atau Dads mungkin dapat menghirup atau menelan asbes tanpa mengetahuinya.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh terhirup atau tertelannya asbes, yakni kanker paru-paru, mesothelioma (kanker lapisan paru-paru), dan asbestosis (penyakit paru-paru kronis).

Orang-orang yang menderita efek kesehatan dari paparan asbes umumnya:

  • Bekerja di industri pertambangan atau penggilingan asbes
  • Bekerja di industri yang terlibat dalam pembuatan atau pemasangan produk asbes
  • Berasal dari keluarga dekat dari orang-orang ini

Dalam semua situasi ini, ada paparan debu asbes di udara dalam tingkat tinggi, baik dari proses yang terlibat atau dari pakaian pekerja.

Menurut statistik yang dipublikasikan di laman resmi Asbestos.com, sebanyak 90.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena penyakit yang berhubungan dengan asbes.

Penyakit Asbestosis yang Disebabkan Asbes

atap asbes - 4
Foto: atap asbes - 4 (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Asbestosis adalah penyakit paru-paru kronis yang disebabkan oleh menghirup serat asbes. Paparan serat ini dalam waktu lama dapat menyebabkan jaringan parut pada paru-paru dan sesak napas.

Gejala asbestosis dapat berkisar dari ringan hingga berat, dan biasanya tidak muncul pada 10-40 tahun setelah paparan awal.

Gejala pun dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan. Tanda dan gejala asbestosis mungkin termasuk:

  • Sesak napas
  • Batuk kering yang persisten
  • Kehilangan nafsu makan dengan penurunan berat badan
  • Ujung jari tangan dan kaki yang tampak lebih lebar dan bulat dari biasanya
  • Dada sesak atau sakit

Jika seseorang terpapar debu asbes tingkat tinggi dalam jangka waktu yang lama, beberapa serat asbes yang mencemari udara dapat tersangkut di dalam alveoli.

Ini merupakan sebuah kantung kecil di dalam paru-paru tempat oksigen ditukar dengan karbon dioksida dalam darah.

Serat asbes kemudian mengiritasi dan melukai jaringan paru-paru yang menyebabkan paru-paru menjadi kaku. Kondisi ini membuat tubuh menjadi sulit bernapas.

Ketika asbestosis berkembang, jaringan paru-paru akan semakin banyak mengalami luka.

Akhirnya, jaringan paru-paru pun menjadi sangat kaku sehingga tidak dapat berkontraksi dan mengembang secara normal.

Seseorang yang menderita asbestosis ini akan berisiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru.

Baca Juga: Hiasan Rumah Minimalis yang Buat Rumah Makin Manis

Itulah penjelasan singkat mengenai atap asbes. Yang jelas, penggunaan atap asbes cenderung aman jika pemasangan dan perawatannya dilakukan dengan tepat.

Meski demikian, tetap pahami risikonya ya, Moms! Semoga ulasan di atas membantu!

  • https://gocoservices.com/2020/05/07/are-asbestos-roof-sheets-dangerous
  • https://www.asbestos.com/asbestos/statistics-facts/
  • https://www.health.nsw.gov.au/environment/factsheets/Pages/asbestos-and-health-risks.aspx
  • https://chemcare.co.nz/articles/asbestos-roof-tiles-dangerous
  • https://www.burtonroofing.co.uk/blog/asbestos-asbestos-removal-asbestos-roof-tiles-asbestos-insulation-asbestos-inhalation/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asbestosis/symptoms-causes/syc-20354637

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.