Home & Living

27 November 2021

Anti Gagal, Ini 6 Cara Menanam Pisang di Pekarangan Rumah agar Cepat Berbuah

Bibit pisang berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan budidaya pisang
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Karla Farhana

Bagi Moms penggemar pisang, ada kabar baik, nih. Moms bisa menanam pisang sendiri, meski pekarangan di rumah tidak begitu luas. Nah, bagaimana cara menanam pisang agar berbuah?

Pisang merupakan salah satu buah yang kaya akan vitamin dan juga mineral, sehingga sangat dicari masyarakat untuk memenuhi gizi harian.

Dilansir Food Data Central, sebuah pisang ukuran sedang (100 gram) mengandung:

  • Kalori: 89 kcal
  • Air: 75%
  • Protein: 1,1 gram
  • Karbohidrat: 22,8 gram
  • Gula: 12,2 gram
  • Serat: 2,6 gram
  • Lemak: 0,3 gram

Kandungan penting tersebut membuat tak heran jika buah pisang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Melansir Journal of the American College of Cardiology, pisang juga mengandung kalium tinggi yang meningkatkan kesehatan jantung dan tekanan darah normal.

Sebuah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 0,4 gram mineral.

Selain itu, pisang mengandung antioksidan flavonoid yang juga terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung yang signifikan.

Buah pisang adalah bagian tanaman yang paling banyak digunakan dan dapat dimakan segar, dimasak, atau diolah menjadi berbagai kudapan, seperti:

  • Keripik
  • Bubur
  • Bir
  • Cuka

Buahnya juga bisa diolah menjadi tepung yang digunakan dalam pembuatan kue, sup atau minuman.

Sementara, bunga tanaman pisang bisa digunakan sebagai sayuran. Selain itu, daunnya memiliki kandungan protein yang tinggi dan dapat dijadikan bungkus makanan.

Manfaat buah pisang tidak diragukan lagi, Moms. Karena itu, banyak orang yang ingin menanam pohon pisang.

Cara menanam pisang memang cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Namun, ada beberapa peraturan seputar penanaman dan pemindahan pohon pisang yang perlu Moms perhatikan agar mendapatkan buah yang berkualitas.

Kira-kira bagaimana cara menanam pisang ya, Moms? Dan apa saja yang harus diperhatikan? Yuk, kita simak cara menanam pisang di bawah ini!

Baca Juga: Cara Membuat Pohon Keluarga untuk Edukasi Anak

Cara Menanam Pisang Mudah

menanam pisang.jpg

Foto: gardeningknowhow.com

Agar pisang yang di budidayakan dapat menghasilkan buah yang banyak dan juga memiliki kualitas yang baik, maka Moms harus mengikuti cara menanam pisang yang benar.

Cara menanam pisang sangat berpengaruh pada buah yang dihasilkan.

Oleh karena itu, Moms perlu memerhatikan hal-hal yang memengaruhi pertumbuhan pisang agar sehat dan cepat panen.

1. Siapkan Lahan

Cara menanam pisang yang pertama adalah persiapkan lahan yang akan ditanami pisang.

Pada dasarnya, budidaya pisang bisa tumbuh di lahan basah dan lahan kering, karena buah ini bisa menyimpan cadangan air di batangnya.

Perlu diingat, jangan menanam pohon pisang pada kondisi tanah yang sering mengalami erosi, karena akan mengganggu panen pisang.

Pastikan lahan yang akan ditanami pisang harus memiliki daya serap air yang tinggi, karena pohon ini akan sulit tumbuh pada lahan yang memiliki kandungan salinitas antara 0,07-0,09%.

Selain itu, hindari kondisi wilayah yang memiliki angin kencang karena berpotensi merusak daun dan batang pohon pisang.

Moms juga harus memerhatikan kandungan air pada lahan. Curah hujan harus disesuaikan dengan ketinggian air tanah agar media tanamnya tidak tergenang.

Baca Juga: Fakta Mengenai Pohon Serut, Bonsai yang Penuh Misteri

2. Siapkan Bibit

cara menanam pisang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara menanam pisang selanjutnya adalah pemilihan bibit pisang. Terdapat dua jenis bibit anakan, yaitu bibit anakan dewasa dan muda.

Pilih bibit anakan dewasa yang sudah tumbuh, karena sudah memiliki bunga dan umbi sebagai tempat penyimpanan makanan pada pisang.

Carilah benih pisang yang daunnya masih tergulung seperti tombak karena lebih baik dari pada benih yang daunnya sudah melebar (terbuka).

Bibit anakan yang layak dipilih adalah yang memiliki tunas dengan tinggi 1-1,5 m dengan diameter umbi sekitar 15-20 cm.

3. Media Pengolahan Tanam

Cara menanam pisang selanjutnya adalah Moms harus memerhatikan media pengolahan tanam.

Untuk survei awal penentuan lahan pisang yang akan digunakan untuk budidaya pisang harus memerhatikan faktor iklim.

Pohon pisang sangat cocok tumbuh di daerah tropis basah, panas, dan juga lembap.

Tanaman ini tumbuh subur dalam kondisi hangat dan lembap, tetapi tidak menyukai suhu yang ekstrem.

Bahkan spesies pohon pisang yang tahan banting dan tahan dingin sekalipun lebih menyukai suhu yang konsisten antara 75-95 derajat Fahrenheit.

Suhu yang dingin dan kondisi kering dapat menyebabkan tanaman cepat mati. Untuk meningkatkan kelembapan, beri kabut pada daun setiap hari.

Tanah yang cocok untuk mempraktikkan cara menanam pisang adalah tanah yang memiliki banyak kandungan kapur dan humus.

Pohon pisang dapat tumbuh subur dengan menyerap nutrisi yang terkandung dalam tanah humus, terlebih jika tanahnya sudah melalui proses pemupukan.

Selain itu, Moms juga harus membuat irigasi air agar tanaman pisang tidak mendapatkan terlalu banyak air dan tergenang air.

Baca Juga: 3 Cara Menanam Seledri yang Mudah untuk Pemula, Yuk Coba di Rumah!

4. Proses Penanaman

menanam pisang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara menanam pisang selanjutnya adalah proses penanaman.

Dalam hal penanaman bibit pisang, sebaiknya jarak antara bibit harus lebar agar 3 bulan pertama dapat menggunakan pola tanam pelaminan atau tumpang sari antar pisang.

Tanaman tumpang sari bisa berupa sayur mayur atau tanaman lain seperti:

  • Kopi
  • Kakao
  • Kelapa

Hal ini tentunya akan memberikan keuntungan ganda, Moms.

Moms, lubang pada media tanam pisang sebaiknya dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. Sementara, jarak tanam antar pisang mulai dari 3 × 3 meter.

Tanaman pisang tumbuh subur di iklim tropis atau subtropis, namun dapat mengatasi suhu yang lebih dingin jika dirawat dengan benar.

Pertumbuhan akan berhenti ketika suhu turun di bawah 15˚ C, tetapi akan mulai lagi setelah panas.

Sebagian besar jenis tanaman pisang lebih suka tumbuh di bawah sinar matahari penuh, yang berarti setidaknya 6 jam terkena sinar matahari langsung hampir setiap hari.

Namun, beberapa varietas dapat gosong dengan mudah dan akan tumbuh lebih baik di tempat teduh.

5. Pemeliharaan Tanaman Pisang

pisang buah penambah darah

Foto: Orami Photo Stock

Memahami cara menanam pisang saja belum cukup, Moms. Pasalnya, Moms juga harus tahu bagaimana memelihara tanaman pisang dengan baik dan benar.

Penting juga untuk penjarangan, biasanya 1 rumpun hanya diisi oleh 3-4 pohon saja.

Jika ada lebih dari itu, proses penjarangan yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi jumlah pohon yang berada dalam 1 rumpun.

Pohon pisang bersifat tropis dan berasal dari hutan hujan, sehingga membutuhkan banyak air dan banyak kelembapan di udara.

Mereka tumbuh paling baik bila ditanam dalam kelompok yang cukup berdekatan, karena ini membantu mempertahankan kelembapan di daun.

Siram secara teratur untuk memastikan tanah tetap lembap secara merata tetapi tidak basah.

Hindari penyiraman berlebihan, yang dapat membuat pohon menjadi busuk.

Moms juga harus memerhatikan tunas yang ada pada pohon pisang.

Jika pisang dibiarkan menghasilkan terlalu banyak tunas, hal itu akan mengurangi hasil tanaman karena dapat menyedot energi dari batang utama.

Pengisap yang berlebihan dapat ditanam kembali di pot atau di kebun.

Penting juga untuk menghilangkan dedaunan yang mati atau rusak untuk mengurangi risiko infeksi jamur. Gunakan dedaunan ini sebagai kompos.

Baca Juga: Ini Tanaman Hias Berbunga Putih yang Bisa Mempercantik Rumah

6. Agar Terhindar dari Hama dan Penyakit

Cara menanam pisang yang tak kalah penting adalah merawat tanaman agar terhindar dari hama dan penyakit.

Tanaman pisang sangat rentan terkena hama dan penyakit jika tidak dirawat dengan baik dan benar. Penyakit yang sering menyerang buah pisang adalah:

  • Penyakit darah
  • Bercak pada daun pisang
  • Panama
  • Pucuk layu oleh bakteri basil

Ada sejumlah masalah hama, yaitu thrips, yang merupakan hama paling umum.

Untuk menghilangkan hama, Moms bisa gunakan pestisida alami atau cairan insektisida.

Jika tanaman pisang terdapat penyakit, Moms bisa memotong batang yang terkena penyakit tersebut agar tidak menyebar.

Pastikan untuk menjaga halaman bebas dari gulma dan tempatkan tanaman tanah sehat agar terhindar dari hama dan penyakit.

Baca Juga: Moms Punya Tanaman Suplir? Begini Cara Merawat dan Repotting yang Tepat!

Moms itulah cara menanam pisang agar menghasilkan buah yang berkualitas. Perlu diingat, selalu pastikan kesehatan tanaman pisang agar dapat dipanen tepat waktu.

Selamat mencoba ya, Moms! Semoga penjelasan cara menanam pisang di atas membantu Moms menghasilkan buah pisang yang enak dan lezat.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21371638/
  • https://fdc.nal.usda.gov/ndb/foods/
  • https://www.thespruce.com/banana-tree-growing-profile-3269353
  • https://steemit.com/homesteading/@nuruto21/how-to-success-banana-cultivation
  • https://www.bhg.com.au/banana-plants-how-to-grow-bananas
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait