06 April 2019

Ayah Mengalami Perubahan Setelah Memiliki Anak? Benarkah?

Apa perubahan berikut juga Moms rasakan?

Pria berubah setelah punya anak? Benarkah? Menurut penelitian dari Medical Research Council (MRC), satu dari lima pria mengalami depresi setelah menjadi ayah.

Alasannya karena kurang tidur, memiliki tanggung jawab yang lebih besar dan adanya perubahan interaksi dengan pasangan mereka. Penemuan ini membuktikan bahwa depresi setelah kelahiran juga mempengaruhi para ayah.

Namun, tidak hanya depresi saja, peran baru menjadi seorang ayah ini juga memberikan perubahan pada otak dan kehidupan pria. Apa saja, kah, yang terjadi kepada mereka setelah memiliki anak?

Otak Ayah jadi Seperti Ibu

shutterstock 632386481
Foto: shutterstock 632386481

Merawat anak menajamkan otak ayah, bagian kognitif dan emosionalnya membentuk pola yang sama seperti yang terlihat pada ibu.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada Proceedings of The National Academy of Sciences, para ilmuwan meneliti aktivitas otak 89 orangtua baru saat mereka menonton video (termasuk video yang menampilkan anak mereka sendiri).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama menonton video, para orangtua tersebut menunjukkan aktivasi jaringan otak yang terkait dengan pengolahan emosional dan pemahaman sosial. Ayah yang ikut merawat anaknya menunjukkan keaktifan proses emosi yang sama dengan ibu.

Baca Juga: Ternyata Ini 6 Manfaat Makan Malam Lebih Awal

Mengalami Perubahan Hormon

Hamil, melahirkan dan menyusui anak menyebabkan perubahan hormon pada Moms. Namun, para peneliti menemukan fakta bahwa pria pun, mengalami perubahan hormon ketika mereka menjadi seorang ayah.

Studi yang dilakukan pada hewan dan manusia, menunjukkan bahwa pengalaman menjadi seorang ayah meningkatkan hormon estrogen, oksitosin, prolaktin, glukokortikoid. “Kontak dengan ibu dan anak menyebabkan perubahan hormon pada ayah,” kata psikolog Elizabeth Gould yang menguji studi tersebut dengan rekannya dari Princeton University.

Pada manusia, ayah yang menunjukkan kasih sayang pada anaknya cenderung memiliki level oksitosin yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga mengalami penurunan jumlah testoteron. Membuat keagresifan pria sedikit berkurang dan membuat mereka jadi lebih dekat dengan anaknya.

Memiliki Hubungan yang Kuat dengan Anak

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, keterlibatan ayah dalam merawat anak meningkatkan jumlah hormon oksitosin mereka. Dan meningkatnya hormon tersebut membuat ayah semakin dekat dengan anaknya. Si kecil pun jadi lebih responsif kepada ayahnya. Itu membuat mereka jadi lebih terikat dan memiliki hubungan yang lebih kuat.

Baca juga: 5 Cara Quality Time Bayi dengan Ayah

Lebih Sensitif Terhadap Suara Anak

Meskipun hal ini lebih sering disebut sebagai ‘insting ibu’, pada kenyataannya, ayah juga sensitif terhadap suara anak mereka.

Untuk mengujinya, peneliti meminta 27 ayah dan 29 ibu untuk menebak mana tangisan anak mereka di antara lima bayi. Rata-rata, 90% dari partisipan bisa menebak tangisan bayi mereka dengan benar. Para ayah pun, menebak dengan tepat.

Itulah perubahan yang dialami ayah setelah memiliki anak. Apakah suami Moms merasakannya juga?

(GLW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.