12 September 2020

Bedak Bayi Bisa Berbahaya untuk Kesehatan, Jangan Asal Pakai!

Sebelum diaplikasikan pada Si Kecil, cari tahu dulu bahaya bedak bayi untuk kesehatan

Sudah lama bedak bayi khususnya bedak tabur digunakan. Salah satunya karena diklaim berhasil mencegah ruam popok. Namun, salah satu merk bedak bayi tabur ikonik mendapat masalah karena dikaitkan dengan adanya potensi kanker saat penggunaannya. Apakah bedak bayi berbentuk tabur benar-benar aman untuk digunakan?

Jawaban singkatnya adalah ya. Bedak bayi saat ini umumnya aman untuk digunakan. Tetapi, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Biasanya, dokter anak akan mengingatkan orang tua untuk berhati-hati ketika menggunakan bedak bayi berbentuk tabur.

Bedak bayi adalah jenis kosmetik yang terbuat dari mineral tanah liat yang disebut bedak, kanji dari tepung jagung atau bubuk lainnya. Bedak bayi sering digunakan untuk mencegah atau mengobati ruam popok di sekitar bagian pantat dan alat kelamin bayi. Perempuan juga biasa menggunakan bubuk ini pada alat kelamin untuk mengurangi bau tak sedap.

Sayangnya, ada satu kandungan bedak bayi yang sampai saat ini masih menjadi kontroversi, yakni talc.

Disebutkan bahwa talc dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan paru-paru. Apakah hal tersebut benar? Mari kita simak pembahasan mengenai kandungan talc dalam bedak bayi.

Baca Juga: Cara Aman Menggunakan Bedak Bayi

Terkait dengan Paru-Paru Bayi

Ganti Bedak Si Kecil Moms -1
Foto: Ganti Bedak Si Kecil Moms -1

Foto: Orami Photo Stock

Ada kekhawatiran taburan bedak yang terhirup oleh bayi dapat mempengaruhi paru-parunya. "Saat menggunakan bedak bayi dalam jumlah besar khususnya di sekitar wajah bayi, akan menyebabkan anak berisiko menghirup partikel yang sangat halus ini ke paru-paru. Itu bisa sangat berbahaya," kata Joel Kahan, MD, direktur pediatri di Syosset Hospital di New York.

Kekhawatiran ini bukan hal baru. Pada 1981, American Academy of Pediatrics (AAP) merilis laporan tentang potensi bahaya bedak yang terhisap. Hasilnya, banyak yang terlallu meremehkan hal tersebut hingga mengakibatkan tingkat kematian naik menjadi 20 persen akibat bedak.

Dalam 4th edition of Pediatric Environmental Health, yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics Council, AAP mengkonfirmasi bahwa orang tua harus menghindari bedak di kamar bayi untuk mencegah pneumokokus bedak.

Sebab, Talc pneumoconiosis telah dikaitkan dengan beberapa kematian bayi. Dokter biasanya akan merekomendasikan alternatif bedak bayi lain seperti lotion atau krim berbasis minyak. Produk-produk ini sama efektifnya untuk memastikan bayi tetap kering.

Bedak Bayi dan Asbes

Ganti Bedak Si Kecil Moms -2
Foto: Ganti Bedak Si Kecil Moms -2 (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Lebih dari 13.000 orang telah menuntut salah satu merek bedak dengan mengatakan produk tersebut menyebabkan kanker. Beberapa korban didiagnosis dengan mesothelioma, kanker langka yang terkait dengan paparan asbes.

Menurut Reuters, perusahaan menyembunyikan fakta bahwa bedaknya terkadang mengandung kadar asbes yang kecil antara tahun 1971 dan awal tahun 2000-an.

Bahan mineral alami ditemukan dalam endapan bawah tanah yang sering juga mengandung asbes, karsinogen yang dikenal, memungkinkan kontaminasi, menurut Cancer.Gov.

Perwakilan dari merek tersebut mengkonfirmasi bahwa bedak yang digunakan dalam bedak bayinya tidak mengandung asbes. "Ribuan tes selama beberapa dekade berulang kali mengkonfirmasi hal ini," kata pihak produsen bedak itu.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Begini Tips Memilih Bedak Bayi

Bahaya Talc pada Bedak Bayi

Bahaya Talc di Bedak Bayi
Foto: Bahaya Talc di Bedak Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Talc merupakan mineral yang terbuat dari magnesium, silikon, dan oksigen. Dalam bentuk bubuk, bedak talek dapat menyerap kelembapan dan meminimalisir gesekan di kulit.

Oleh sebab itu, bedak talek banyak digunakan untuk menjaga kulit bayi tetap kering dan mencegah munculnya ruam.

Talc juga mengandung asbes (asbestos), yakni senyawa karsinogen (penyebab kanker). Banyak perempuan yang menyebutkan bahwa mereka menderita kanker ovarium karena memakai bedak talek di bagian genitalia.

Saat terhirup, bedak talek juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Dikutip dari Cancer.org, bedak bayi dengan kandungan asbes yang terhirup bisa menjadi salah satu penyebab kanker.

Sebenarnya bahaya talc pada bedak bayi bukanlah sebuah isu yang baru. Bahkan, perdebatan tentang talc sudah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Pada 1998, Dr. Hugh MacDonald, saat itu menjabat sebagai direktur neonatal di Santa Monica Hospital dan anggota divisi janin dan newborn di American Academy of Pediatrics, sudah melarang penggunaan talc.

“Kebanyakan dokter anak merekomendasikan agar tidak menggunakan talc. Semua orang yang menggunakan bedak talek harus hati-hati bila menghirupnya, karena bisa menimbulkan reaksi pneumonia,” ujarnya pada Los Angeles Times.

Namun, sampai saat ini penelitian mengenai hubungan talc dan kanker masih terus dilakukan. Sebab beberapa studi dilakukan dalam jumlah terbatas, sehingga perlu diteliti lebih lanjut.

Moms bisa memantau tumbuh kembang anak sesuai usianya dengan fitur Growth Tracker di Orami App!

Dengan fitur ini, Moms dapat mengetahui apakah berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala Si Kecil tetap berada dalam batas yang normal, atau justru berisiko dan perlu berkonsultasi ke dokter. Langsung klik gambar di bawah ini untuk mencobanya, ya!

Kanker dan Talc

bedak bayi
Foto: bedak bayi

Foto: Orami Photo Stock

Penggugat lain percaya bahwa bedak dalam produk tersebut menyebabkan kanker ovarium. Susan mengatakan bahwa penelitian, bukti klinis, dan lebih dari 40 tahun penelitian oleh para ahli medis mendukung keamanan bedak kosmetik yang ditemukan dalam sebuah merek bedak bayi.

"Instansi pemerintah dan non-pemerintah, seperti US Food and Drug Administration dan U.S. Cosmetic Ingredient Review Expert telah menyelidiki potensi bahaya talc dan menentukan bahwa talc aman dan tidak menyebabkan kanker ovarium," katanya.

Secara keseluruhan, data yang menghubungkan talc dengan kanker ovarium tidak begitu hitam dan putih, dan ahli onkologi ginekologi Stephanie Wethington tidak yakin itu penyebabnya. Dia merekomendasikan perempuan menggunakan produk sabun tanpa pewangi pada perineum.

"Pada titik ini terutama dengan produk modern, pengujian saat ini, dan perhatian saat ini terhadap masalah ini, saya pikir itu aman. Saya kira kita tidak memiliki bukti kuat untuk menunjukkan bahwa itu tidak aman," tambah Stephanie yang juga asisten profesor ginekologi dan kebidanan untuk Johns Hopkins Kimmel Cancer Center di Maryland .

Penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association pada Januari 2020 juga tidak menemukan bukti kuat yang menghubungkan bedak bayi dengan kanker ovarium.

The International Agency for Research on Cancer (IARC), bagian dari World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan penggunaan bedak talek di area genitalia dan bokong sebagai “kemungkinan karsinogenik untuk manusia”.

Mereka juga mengklasifikasikan talc yang mengandung asbes sebagai “karsinogenik untuk manusia”.

Itu artinya bahaya talc pada bedak bayi salah satunya bisa memicu kanker, Moms.

The Center for Disease Control and Prevention, and the Occupational Safety and Health Administration mengatakan bahwa menghirup talc secara rutin dapat berisiko bagi paru-paru.

Sedangkan, The European Union sudah melarang kandungan talc pada produk kecantikan dan kesehatan.

Baca Juga: Agar Bisa Dicegah, Cari Tahu Penyebab Biang Keringat Pada Bayi

Bedak Bayi yang Aman

Bahaya Talc di Bedak Bayi
Foto: Bahaya Talc di Bedak Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Bila Moms sangat harus menggunakan bedak bayi bagi Si Kecil, coba pilih bedak bayi yang tidak mengandung talc mengingat bahaya talc pada bedak bayi.

Pilih bedak bayi yang mengandung tepung tapioka, tepung jagung, tepung oat, baking soda, atau bahkan krim untuk ruam, bukan bubuk. Konsultasikan juga pada dokter anak, alternatif bedak bayi atau bedak talek untuk buah hati.

Berikut juga beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengaplikasikan bedak bayi bagi Si Kecil:

  • Hindari langsung mengaplikasikan bedak bayi ke genitalia. Cukup tepuk-tepuk tipis ke bagian kulit di sekitar genitalia dan di kaki.
  • Hindari bedak bayi di sekitar mata buah hati.
  • Jauhkan bedak bayi dari wajah Moms dan Si Kecil, supaya tidak terhirup.
  • Jauhkan bedak bayi dari jangkauan anak.
  • Tuang bedak bayi langsung ke tangan dan beri jarak jauh dari wajah.
  • Jangan keluarkan bedak bayi langsung ke bagian tubuh bayi. Tuang dulu ke kain lembut, lalu tepuk-tepuk kain tersebut ke kulit Si Kecil.

Nah, itulah bahaya talc pada bedak bayi. Moms, selalu ingat untuk mengecek kandungan talc pada bedak bayi sebelum membeli ya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.