FASHION & BEAUTY
02 Oktober 2022

11 Ragam Motif Batik Solo dan Maknanya, Ada Batik Parang, Kawung, Sidomukti, dan Lainnya

Tidak hanya indah, tapi juga penuh filosofi
11 Ragam Motif Batik Solo dan Maknanya, Ada Batik Parang, Kawung, Sidomukti, dan Lainnya

Moms mungkin sering mendengar tentang kain lurik dari Solo. Selain itu, ternyata batik Solo juga merupakan salah satu kain terkenal dari kota ini.

Sama seperti batik asal Yogyakarta, batik Solo juga dikenal dengan nama batik keraton.

Meskipun namanya sama, namun batik Solo sangat berbeda dengan batik Yogyakarta, lho.

Motif batik Solo umumnya memiliki ciri-ciri pola tradisional dalam batik capnya maupun batik tulisnya.

Selain itu, motifnya memiliki warna dominan coklat, juga kekuningan dan terkenal dengan ukuran motifnya yang kecil dan geometris.

Batik Solo telah dikenal menggunakan kain batik dengan latar berwarna coklat atau warna gelap yang melambangkan kerendahan diri, kesederhanaan, dan sifat membumi.

Tidak hanya indah dikenakan, batik Solo juga memiliki banyak makna filosofi di dalamnya.

Yuk Moms disimak informasi lengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Mengenal Radakng, Rumah Adat Kalimantan Barat Beserta Filosofi dan Keunikannya

Motif Batik Solo dan Maknanya

Banyak orang menjadikan batik untuk pakaian sehari-hari atau untuk acara-acara yang lebih formal, seperti acara nikahan atau untuk pakaian kerja.

Oleh karena itu, kain batik sangat cocok dijadikan oleh-oleh untuk teman atau kerabat.

Agar lebih berkesan, Moms juga harus tahu makna dari setiap motif kain batik Solo berikut ini.

1. Motif Batik Kawung

Batik Solo Kawung.jpg

Foto: Batik Solo Kawung.jpg (Solopost.com)

Kain batik Solo ini diberi nama batik kawung karena motifnya berbentuk bulat-bulat agak lonjong seperti kawung.

Bagi Moms yang belum tahu, kawung adalah sejenis buah kelapa atau yang sering disebut buah kolang-kaling.

Motif kawung ini disusun secara geometris dan sejajar seperti bunga teratai dengan empat buah kelopak bunga.

Dalam budayanya, orang Jawa mengartikan bunga teratai sebagai lambang kesucian dan umur panjang.

Dulunya, motif batik ini biasanya dipakai oleh karyawan kantoran saja.

Namun sekarang sudah banyak orang dari berbagai kalangan yang memakai kain batik ini untuk pakain sehari-hari.

Oleh karenanya, batik Solo ini cocok sekali jika Moms jadikan oleh-oleh.

Baca Juga: Mengenal Rumah Adat Sulawesi Utara: Walewangko dan Bolaang Mongondow

2. Motif Batik Sidomukti

Batik Solo Motif Sidomukti.jpg

Foto: Batik Solo Motif Sidomukti.jpg (Semarangpos.com)

Batik Solo dengan motif sidomukti sebenarnya berasal dari bahasa Jawa bernama “sido” yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah jadi, dan “mukti” artinya makmur, sejahtera, berkecukupan, dan mulia.

Motif batik Solo ini sangat sering sekali digunakan oleh pengantin Jawa, khususnya daerah Solo ketika melakukan upacara adat Jawa.

Hal ini memiliki makna filosofi agar di dalam memulai kehidupan baru akan diberikan banyak rezeki, keberkahan, dan bahagia selamanya.

Selain itu, motif ini juga menggambarkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan, penuh kesejahteraan, hidup mulia dan selalu mengingat Tuhan.

Baca Juga: Inilah Filosofi dan 5 Motif Batik Cirebon Paling Populer

3. Motif Batik Parang

Batik Solo Parang.jpg

Foto: Batik Solo Parang.jpg (Pinterest.com)

Banyak yang mengatakan motif batik Solo satu ini adalah salah satu motif batik tertua di Indonesia.

Motif parang membentuk seperti susunan huruf S yang saling jalin-menjalin dari tinggi ke rendah dan membentuk garis-garis diagonal.

Oleh karena itu, motif ini diberi nama parang yang berasal dari kata pereng yang berarti lereng.

Jalinan motif S yang tak terputus itu melambangkan kesinambungan.

Sementara motif huruf S itu sendiri dianggap seperti ombak yang bagi orang Jawa melambangkan semangat yang tidak pernah surut.

Zaman dahulu, batik Solo motif parang digunakan prajurit yang akan pergi berperang dengan harapan pulang membawa kemenangan.

Sekarang, Moms bisa melihat kain batik parang yang dijadikan berbagai macam baju dalam berbagai desain di mana-mana.

Moms juga bisa memberikan kain ini untuk oleh-oleh untuk menyemangati kerabat yang sedang berjuang menggapai cita-cita.

4. Motif Batik Truntum

Batik Solo Motif Truntum.jpg

Foto: Batik Solo Motif Truntum.jpg (Pinterest.com)

Batik Solo dengan motif truntum sering dimaknai penuntun.

Pada mulanya perempuan Jawa, khususnya perempuan Solo yang sudah menjadi orang tua biasanya memakai kain batik motif truntum ini,

Ini karena diharapkan ia menjadi wanita penuntun dan panutan bagi anak-anaknya.

Batik motif truntum mempunyai makna cinta yang dapat tumbuh kembali.

Lebih khusus lagi dalam prosesi pernikahan Jawa khususnya Solo, orang tua pengantin biasanya memakai motif ini.

Motif batik Solo truntum ini diciptakan Kanjeng Ratu Kencana, yakni Permaisuri dari Sunan Paku Buwana III.

Baca Juga: Museum Tekstil, Mengenal Beragam Kain Tenun dan Batik Aneka Motif dari Seluruh Indonesia

5. Motif Batik Sawat

Motif Batik Sawat

Foto: Motif Batik Sawat (Academia.edu)

Batik Solo dengan motif sawat ini merupakan bentuk inspirasi dari sawat atau sayap.

Pada zaman dahulu, salah satu motif batik Solo ini dianggap sakral, dan hanya digunakan oleh raja dan keluarganya saja.

Makna yang terkandung di dalam motif batik ini sering dikaitkan dengan burung garuda sebagai sosok kendaraan untuk Dewa Wisnu dengan lambang raja atau kekuasaan.

Hingga sekarang, batik Solo motif sawat ini masih sering dipakai oleh pasangan pengantin ketika melakukan prosesi pernikahan adat Jawa.

Jika dilihat dari filosofinya, maka bisa dikatakan banyak yang meyakini bisa melindungi kehidupan si pemakainya.

Baca Juga: Mengenal 5 Motif Batik Lampung dan Filosofi di Baliknya

6. Motif Batik Satrio Manah

Batik Solo Satrio Manah.jpg

Foto: Batik Solo Satrio Manah.jpg (Pinterest.com)

Batik Solo motif satrio manah sering dipakai oleh wali pengantin pria ketika melakukan prosesi lamaran atau meminang mempelai wanita.

Makna filosofi yang terkandung di dalam motif satrio manah adalah supaya lamaran diterima oleh calon pengantin wanita beserta keluarga besarnya.

Bukan hanya itu saja, motif ini akan digunakan oleh calon pengantin pria ketika melakukan prosesi meminang.

Sebab tidak jauh berbeda dari nama motifnya sendiri yang bisa diartikan sebagai seorang kesatria yang membidik pasangannya dengan busur panah.

Sementara itu, calon mempelai wanita akan menggunakan motif batik semen rante.

Baca Juga: 8 Inspirasi Model Gamis Batik Kekinian untuk Segala Suasana

7. Motif Batik Semen Rante

Batik Motif Semen Rante

Foto: Batik Motif Semen Rante (Adhiantirina.com)

Motif batik Solo semen rante atau rantai ini menggambarkan cinta yang biasanya digunakan perempuan ketika prosesi lamaran.

Maksudnya bahwa sejak dipinang hingga selamanya, hati si perempuan yang mengenakan batik selalu terikat pada pria yang akan menikahinya.

Jika dilihat secara keseluruhan, motif semen rante memiliki makna sebuah ikatan yang kokoh.

Ornamen motif semen rante terdiri dari tiga bagian, antara lain.

  • Ornamen yang berkaitan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat.
  • Bentuk ornamen yang berkaitan dengan udara, seperti garuda, burung dan mega mendung.
  • Ornamen yang berkaitan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak.

Motif semen rante banyak dikaitkan dengan paham triloka atau tribuwana, yakni ajaran tentang adanya tiga dunia.

Ketiga dunia tersebut terdiri dari, dunia tengah yang ditempati manusia, dunia atas tempatnya para dewa yang suci, serta dunia bawah.

Dunia bawah ini ditempati orang yang jalan hidupnya tidak benar dan dipenuhi angkara murka.

Baca Juga: Yuk, Jelajahi Rumah Adat NTT di Kampung Adat Bena, Wae Rebo dan Ratenggaro!

8. Motif Batik Ratu Ratih

Motif Batik Ratu Ratih

Foto: Motif Batik Ratu Ratih (Semarangpos.com)

Motif batik Solo selanjutnya adalah Ratu Ratih. Terdapat cerita unik di balik motif batik ini.

Melansir dari laman Budaya Indonesia, nama awal dari motif batik ini adalah Ratu Patih.

Nama tersebut menyiratkan bahwa terdapat seorang raja yang dianggap masih terlalu muda, dan didampingi oleh seorang patih atau perdana menteri pada saat itu.

Motif ini memiliki makna yang menggambarkan sebuah kemuliaan dan sinergi antara pengguna kain batik ini dengan sekitarnya.

Diketahui kain batik tulis ini mulai dibuat dan dikembangkan pada masa pemerintahan Raja SISKS PB VI pada tahun 1824.

Baca Juga: Mengenal Rumah Baloy, Rumah Adat Kalimantan Utara yang Punya Banyak Keunikan

9. Batik Sekar Jagad

Batik Sekar Jagad

Foto: Batik Sekar Jagad (Id.pinterest.com)

Pada awalnya, batik sekar jagad lebih dikenal berasal dari Solo dan Yogyakarta, dan cenderung memiliki warna coklat sogan yang khas.

Namun, seiring perkembangan zaman, motif batik ini juga sudah mulai berkembang di berbagai daerah, seperti Kebumen, Probolinggo, Tulungagung, dan lainnya.

Perkembangannya di berbagai daerah tersebut, membuat motif batik ini semakin menarik, karena ditambahkan kekhasan dari daerah masing-masing.

Adapun makna yang dimiliki dari motif batik ini adalah keindahan dan kecantikan, sehingga membua siapa yang melihatnya menjadi terpesona.

Beberapa orang menganggap bahwa nama sekar jagad berasal dari kata "kar jagad" yang berarti peta dunia.

Namun, ada juga yang menganggap bahwa sekar jagad memiliki arti bunga dunia.

Baca Juga: Mengenal Rumah Limas, Rumah Adat Sumatera Selatan dan Keunikannya

10. Batik Slobog

Batik Slobog

Foto: Batik Slobog (Thekurniabatik.wordpress.com)

Batik slobog diambil dari bahasa Jawa, yaitu kata lobok yang memiliki arti longgar. Batik ini memiliki motif geometris, berbentuk kotak-kotak yang dipisah oleh dua garis sehingga membentuk empat potongan segitiga.

Pada salah satu sisi motif yang terpisah garis terdapat bulatan yang dikelilingi enam titik kecil. Batik asal Solo ini biasa dipakai untuk melayat.

Makna yang terkandung di dalam motif batik slobog, adalah agar arwah seseorang yang meninggal tidak mendapat halangan dan dapat diterima kebaikannya.

Baca Juga: 30+ Daftar Lengkap Rumah Adat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke

11. Batik Bokor Kencana

Batik Bokor Kencana

Foto: Batik Bokor Kencana (Id.pinterest.com/ikarinta)

Batik Solo Bokor Kencana, merupakan batik bermotif geometris yang memiliki pola dasar berbentuk lung-lungan (ornamen tumbuhan) yang bermakna harapan, keagungan, serta kewibawaan.

Motif ini untuk pertama kalinya dibuat untuk dikenakan oleh PB XI.

Itu dia Moms beberapa motif batik Solo beserta maknanya. Cantik-cantik dan bermakna dalam ya!

  • https://www.indonesia.travel/id/id/destinasi/java/solo/batik-solo
  • https://www.bahankain.com/2014/11/05/makna-motif-batik-solo
  • https://elsamara.id/makna-di-balik-pesona-batik-solo/
  • https://tumpi.id/motif-batik-klasik-solo-dan-maknanya/
  • https://www.tagar.id/tujuh-motif-batik-solo-paling-memukau-dunia
  • https://budaya-indonesia.org/Batik-Solo-Ratu-Ratih
  • https://kagama.id/batik-sekar-jagad-simbol-keberagaman-dalam-sebuah-keindahan/
  • https://www.academia.edu/37313359/SEJARAH_DAN_BERAGAM_MOTIF_BATIK_DARI_SOLO
  • https://bahankain.com/2014/11/05/makna-motif-batik-solo
  • https://budaya-indonesia.org/Bokor-Kencana
  • https://thekurniabatik.wordpress.com/tag/bokor-kencana/