Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Feb 14, 2018

Bayi Gemuk Ciri Bayi Sehat, Mitos atau Fakta?

Bagikan


Bayi yang terlihat gempal alias chubby merupakan hal yang normal. Namun apakah bayi yang gemuk menandakan bahwa bayi tersebut sehat?

Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang disebut obesitas (berat badannya jauh melebihi BMI) atau bayi yang mengalami kenaikan berat badan secara drastis (lahir dengan berat rendah, kemudian si bayi mengalami kenaikan berat badan secara drastis) memiliki kecenderungan kelebihan berat badan berlebih saat dewasa. Jadi, apakah bayi gemuk itu sehat atau justru tanda-tanda obesitas?

Baca juga: Apakah Berat Badan Bayi Moms Normal? Coba Cek Dulu Panduannya!

Berat Badan Bayi Baru Lahir Berhubungan dengan Kehamilan Moms

Emily Oken, MD, ahli nutrisi kehamilan di Brigham dan Women’s Hospital, Boston mengatakan bahwa berat badan bayi berkaitan dengan kehamilan. Saat sang ibu berat badannya terlalu rendah saat hamil, maka bayi yang dikandungnya cenderung memiliki berat badan yang rendah.

Meskipun hingga saat ini hal tersebut masih terus diteliti, bayi yang lahir dengan berat badan rendah lebih berisiko mengalami obesitas saat dewasa dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal.

Di sisi lain, jika selama hamil sang ibu mengalami gestasional diabetes maupun kelebihan berat badan, bayi yang dikandungnya memiliki kadar glukosa dan lemak yang tinggi selama di dalam rahim. Bayi tersebut lahir dengan berat badan di atas rata-rata dan berisiko mengalami obesitas saat remaja.

Baca juga: Ini yang Harus Kita Lakukan Saat Berat Badan Janin Berlebihan

Berat Badan Bayi Setelah Disapih yang Perlu Diwaspadai

Michael Kramer, seorang profesor pediatri, epidemiologi dan biostatistik di Universitas McGill, melakukan penelitian terhadap bobot lahir bayi yang lahir di Montreal’s Royal Victoria Hospital dari tahun 1978-1996. Studi yang berjudul Why Are Babies Getting Bigger?, tersebut telah diterbitkan pada bulan Oktober 2002 di Journal of Pediatrics. Dalam hasil studinya tersebut, Kramer menemukan bahwa rata-rata bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih, memiliki berat badan 57 gram (2 ons) lebih berat dibandingkan bayi yang lahir 18 tahun lalu.

Terlepas dari hasil studi tersebut, Kramer mengungkapkan bahwa tingkat kenaikan berat badan bayi bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Khususnya pada tahun pertama kehidupan bayi. Meskipun bayi dengan berat badan lebih dari rata-rata memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami obesitas, kebanyakan bayi yang gemuk tidak akan mengalami obesitas saat dewasa.

Baca juga: Berat Janin dalam Kandungan Kurang? Coba Cara Ini

Baik bayi ASI yang menyusu langsung maupun minum dari botol (ASIP), menurut Kramer berat badannya perlu diperhatikan dengan baik setelah mereka disapih.

Konsultasikan dengan dokter mengenai berat badan si kecil untuk mengetahui apakah gemuk yang dialaminya sehat atau sebaliknya. Mengingat beberapa bayi cenderung memiliki berat badan yang berbeda disebabkan oleh berbagai macam faktor.

Jangan membatasi ASI saat menyusui si kecil, mengingat sumber nutrisi bayi ASI hanya berasal dari ASI yang didapatkannya dari Moms. Pastikan Moms selalu memberikan makanan sehat dan mengajak si kecil melakukan berbagai aktivitas (bermain), saat ia sudah mendapatkan makanan pendamping ASI.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.