25 Juli 2020

Benarkah Ada Manfaat Jus Sayuran untuk Tubuh? Begini Penjelasannya

Jus sayuran diklaim bisa detoksifikasi tubuh untuk mengeluarkan racun

Jus sayuran menjadi tren sehat beberapa waktu terakhir. Banyak selebriti, influencer media sosial, blogger, pencinta kuliner, yang meminum jus sayuran demi mendapat kebugaran tubuh.

Tak cuma itu, jus sayuran juga menjadi detoksifikasi tubuh untuk mengeluarkan racun. Lalu, benarkah ada manfaat dari jus sayuran bagi tubuh?

Biasanya, bahan-bahan umum yang dipakai untuk membuat jus termasuk seledri, kangkung, bayam, wheatgrass, mentimun, peterseli, dan mint.

Sayangnya, tak banyak orang yang suka dengan jus sayuran. Ini dikarenakan rasanya yang cenderung lebih pahit. Sebagian lain memilih mengonsumsi sayur utuh, seperti dibuat salad.

Karena jus hijau terasa pahit, sebagian besar resep menambahkan sejumlah kecil buah untuk mempermanis dan meningkatkan kelezatannya secara keseluruhan.

Pilihan buah yang populer seperti apel, berry, kiwi, lemon, jeruk, dan grapefruit biasanya dijadikan sebagai campuran jus sayur.

Diklaim lebih bernutrisi dibanding jus biasa, benarkah ada manfaat jus sayuran yang lebih sehat bagi tubuh? Ini dia kelebihan dan kekurangannya.

Baca Juga: Ini 5 Khasiat Minum Jus Buah dan Sayur Setiap Pagi

Kekurangan dan Kelebihan Jus Sayuran

Jus Sayuran Sehat untuk Tubuh - kekurangan dan kelebihan.jpg
Foto: Jus Sayuran Sehat untuk Tubuh - kekurangan dan kelebihan.jpg (Shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Tak melulu harus membuatnya sendiri, kini banyak produk jus yang juga mengeluarkan varian jus sayuran sebagai detoksifikasi tubuh.

Terkadang, beberapa produk tersebut melabelkan tanpa gula tambahan ke dalam jus sayuran. Dilansir dari Washington Post, ada beberapa produk jus sayuran ternyata memiliki gula tambahan.

Termasuk ketika Moms membuat jus sayuran sendiri. Apabila kita tidak mencampurkannya dengan buah, kandungan gula dalam jus memiliki kadar yang rendah.

Namun, jika menambahkan terlalu banyak buah, kandungan gula dalam jus sayuran bisa meningkat.

"Itu dengan asumsi jus hijau kita sebagian besar warnanya dari sayuran, bukan jus buah yang ditambah sedikit sayuran," kata Dr. Lydia Bazzano, dokter dan direktur Pusat Penelitian Epidemiologi di Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine.

Selain itu, jus sayuran tidak banyak mengandung serat. Padahal serat merupakan nutrisi yang sangat penting untuk diet sehat.

Dilansir dari jurnal National Library of Medicine, asupan serat yang memadai mendukung kesehatan jantung dengan membantu mengelola tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol.

Ini juga dapat meredakan gangguan pencernaan tertentu, seperti refluks asam, divertikulitis, dan bisul usus.

Manfaat dari minum jus sayuran dalam jumlah sedang dapat meningkatkan asupan nutrisi berganda pada tubuh, tetapi terlalu banyak dapat menyebabkan efek samping yang serius.

Melansir Healthline, sayuran hijau adalah sumber yang kaya asam oksalat. Asam oksalat ini dapat berikatan dengan mineral di dalam tumbuhan, membentuk senyawa yang disebut oksalat.

Oksalat inilah yang bisa dikaitkan dengan risiko batu ginjal dan masalah kesehatan lain.

Tetapi, terlalu banyak oksalat dapat menyebabkan efek kesehatan yang negatif, termasuk batu ginjal dan bahkan gagal ginjal.

Sejumlah kasus gagal ginjal akut baru-baru ini telah dikaitkan dengan kelebihan asupan oksalat dari jus hijau dan smoothie termasuk dalam detoksifikasi atau puasa kesehatan.

Jurnal National Library of Medicine menunjukkan bahwa makan sayuran hijau setiap hari dapat membantu mengurangi peradangan, risiko penyakit jantung, dan risiko mengalami penurunan mental terkait usia.

Asupan prebiotik rutin dikaitkan dengan banyak manfaat, termasuk mengurangi sembelit, mempertahankan berat badan, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

"Jus sayuran sangat sehat, dan jauh lebih sehat dari smoothie," kata Barry Popkin, PhD, profesor nutrisi di University of North Carolina di Chapel Hill School of Public Health.

Baca Juga: Tidak Suka Makan Sayur? Mungkin Lidah Moms Sensitif Rasa Pahit!

Haruskah Mulai Rutin Minum Jus Sayuran?

Jus Sayuran Sehat untuk Tubuh - rutin minum jus sayuran.jpg
Foto: Jus Sayuran Sehat untuk Tubuh - rutin minum jus sayuran.jpg (shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Manfaat jus sayuran sering dipasarkan sebagai obat semua penyakit, walau begitu masih ada banyak manfaat yang dapat kita rasakan. Selalu baca label makanan jika membeli di toko, karena produknya dapat mengandung gula tambahan.

Jika Moms memiliki diabetes atau kondisi gula darah lain, Moms mungkin lebih ingin memilih jus yang hanya mengandung sayuran.

Menurut U.S. Department of Agriculture, rata-rata orang Amerika makan hanya setengah dari jumlah sayuran yang disarankan setiap hari, dan hanya 10 persen dari apa yang kita konsumsi adalah sayuran dengan warna hijau gelap.

"Lebih baik makan daripada minum (jus) sayuran dan buah-buahan. Tapi lebih baik meminumnya daripada tidak meminumnya sama sekali," kata Dr. David Katz, direktur Pusat Penelitian Pencegahan, Universitas Yale, mengutip TIME.

Jika Moms berencana untuk minum jus sayuran agar dapat merasakan manfaatnya dalam menu makan, seimbangkan dengan makanan yang mencakup beragam makanan utuh.

Terakhir, ingatlah bahwa kita tidak dapat bergantung pada jus untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh kita. Jadi, boleh konsumsi jus sayuran, namun tetap perhatikan kandungan gizi dan tetap makan seimbang.

Baca Juga: Adakah Dampaknya Jika Ibu Hamil Tak Makan Sayur?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.