2-3 tahun

2-3 TAHUN
27 Februari 2018

Inilah Nutrisi Penting untuk Atasi Alergi pada Anak

Alergi menjadi pemicu gangguan tumbuh kembang balita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Seringkah balita mengalami bersin, muntah, diare berulang, atau bercak-bercak kemerahan disertai gatal? Ini menandakan bahwa terjadi alergi pada anak.

Alergi pada anak bisa didapat dari mana saja baik karena bawaan atau keturunan keluarga atau faktor lingkungan.

Ketika anak mengalami hal demikian, bawalah ke dokter untuk mendapat pengobatan lebih lanjut serta Moms harus mengetahui apa yang menyebabkan alergi pada anak.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan untuk Kecerdasan Anak

Apakah Alergi pada Anak Pengaruhi Tumbuh Kembangnya?

cara mengobati gatal-gatal dan alergi pada anak-2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Alergi makanan adalah masalah kesehatan yang sering dirasakan setiap orang, begitu juga dengan alergi pada anak.

Gejala dapat dirasakan dalam beberapa detik atau hitungan jam setelah konsumsi alergen makanan. Yang paling berbahaya termasuk kesulitan bernapas dan penurunan tekanan darah, atau syok yang berpotensi fatal.

Alergi pada anak bisa bervariasi, mulai dari alergi dingin, alergi kacang, alergi susu sapi, dan dermatitis atopik (eksim).

Dermatitis atopik biasanya dimulai pada masa kanak-kanak, tetapi dapat menyerang orang dari segala usia.

Alergi pada anak ini adalah kondisi yang membuat kulit menjadi merah dan gatal. Mengutip Mayo Cilinic, ini bisa disertai asma atau alergi serbuk bunga.

Lantas yang menjadi khawatir banyak orang tua adalah, apakah ini akan memengaruhi tumbuh kembangnya? Mari simak fakta berikut.

1. Menurunkan Nafsu Makan Anak

Jadi, alergi pada anak akan cenderung membuat dia merasa tidak nyaman hingga mampu menurunkan nafsu makannya. Padahal, asupan gizi sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Alergi pada anak sering dipengaruhi oleh jenis makanan seperti telur, ayam, makanan laut, atau bahan makanan lainnya. Jadi orang tua harus berhati-hati dalam menentukan alergi pada balita, misalnya eksim.

Bukan berarti buah hati menjadi terbatas oleh semua makanannya. Hal ini membuat asupan gizi anak menjadi berkurang sehingga berpengaruh pada penurunan berat badan anak.

Baca Juga: Waspada! Gangguan Pencernaan Bisa Hambat si Kecil Tumbuh Hebat

2. Kecemasan Psikologis

Penyebab Alergi pada Anak 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tak ayal, alergi pada anak juga dapat berdampak pada kualitas hidup anak seiring pertumbuhannya.

European Journal of Medical Research membuktikan, bahwa kualitas hidup alergi pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor psiko-sosial termasuk rasa cemas akan makanan tertentu yang dikonsumsi.

Sebab, pemicu alergi bisa dari berbagai macam. Tes kulit atau tes alergi pada anak dapat membantu untuk mengetahui apakah ruam tersebut disebabkan dari makanan atau benda yang ia sentuh.

3. Nutrisi Tidak Terpenuhi

Selain itu, alergi pada anak juga bisa membuat kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi. Anak dengan alergi makanan cenderung menghindari bahan makanan tersebut sehingga berdampak negatif bagi tumbuh kembangnya.

Bahan makanan yang menimbulkan alergi banyak mengandung makrnonutrien seperti protein dan lemak. 

Menghindari sumber makanan tersebut, akan menyebabkan Si Kecil kekurangan protein. Ini tentunya bisa berdampak terhadap tumbuh kembang anak.

Alergi pada anak juga membuat imun tubuhnya lebih rentan terhadap penyakit daripada anak yang tidak memiliki indikasi alergi.

Sebuah studi membuktikan kurva pertumbuhan anak dengan alergi makanan berada di bawah 25 persen dibandingkan anak tanpa alergi. Penghindaran makanan juga akan berdampak terhadap kekurangan mikronutrien seperti vitamin D dan kalsium.

Kekurangan mikronutrien ini akan menyebabkan pertumbuhan tulang terganggu yang berakibat keterlambatan kemampuan berjalan dan motorik anak

Baca Juga: 5 Jenis Hewan Peliharaan yang Aman Untuk Anak Alergi atau Asma

4. Berisiko Penyakit Kronis

Alergi pada Anak dan Balita - 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Alergi pada anak akan memicu keterlambatan pertumbuhan karena berhubungan dengan jenis dan pantangan makanan.

Anak yang memiliki alergi makanan juga bisa meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan jantung.

Melansir Johns Hopkins Medicine, alergi pada anak yang disebabkan riwayat keluarga, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit serius.

Gejala alergi pada anak dapat berkisar dari ringan hingga parah serta bisa mengancam jiwa (anafilaksis).

Syok anafilaksis, juga disebut anafilaksis, adalah reaksi parah yang mengancam jiwa terhadap alergen tertentu.

Jaringan tubuh bisa membengkak, termasuk jaringan di tenggorokan. Syok anafilaksis juga ditandai dengan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba.

5. Menurunkan Kemampuan Belajar Anak

"Faktanya, alergi pada anak dapat menyebabkan ketidakmampuan belajar, atau kondisi lain yang dapat memengaruhi pembelajaran seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)," kata Dr. Maria Garcia-Lloret, ahli alergi pediatrik bersertifikat di UCLA Mattel Children's.

Orang dewasa bisa mengekspresikan alerginya dengan lebih jelas, tapi alergi pada anak bisa membuat anak-anak sulit menjelaskannya.

Anak-anak yang kehabisan tenaga bisa menjadi tidak fokus dan terlihat sulit dalam belajar.

Selain itu, gejala tidak nyaman seperti hidung tersumbat dapat menurunkan kualitas tidur anak-anak di malam hari, sehingga semakin sulit dalam belajar.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), alergi menjadi penyebab utama dari enam penyakit kronis di Amerika Serikat.

Terutama alergi pada anak dapat memengaruhi tumbuh kembangnya seiring ia dewasa.

Baca Juga: 5 Penyebab Anak Malas Belajar dan Cara Mengatasinya, Orang Tua Wajib Tahu!

Jika anak memiliki salah satu faktor risiko di atas, maka Moms harus melakukan pengawasan lebih intens yang bertujuan untuk memastikan tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal.

Pengawasan yang Moms bisa lakukan adalah dengan memantau dan mengenali lebih jelas gejala alergi yang terjadi, sumber alergi dan melakukan intervensi.

Nutrisi dalam Mencegah Kambuhnya Alergi pada Anak

jenis-jenis-alergi-pada-anak-yang-umum-terjadi-pada-anak-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Cara yang bisa dilakukan dalam mencegah alergi pada anak adalah memantau asupan nutrisi anak serta menggantinya dengna nutrisi yang lebih mudah untuk dicerna.

Moms juga bisa melakukan pencegahan dengan melakukan pemberian ASI eksklusif untuk bayi hingga usia 6 bulan. Hal ini terbukti efektif dalam mencegah timbulnya alergi makanan pada anak nanti.

Adapun alternatif lain yakni dengan mengonsumsi susu formula yang khusus diformulasikan dalam mengatasi alergi pada anak, misalnya dermatitis atopik (eksim).

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Anak dengan Optimal, Ini Makanan Berserat yang Wajib Konsumsi

1. Vitamin dan Mineral

Untuk mencegah alergi pada anak yakni dengan memberikan nutrisi penting dalam tubuh kembangnya.

Vitamin C dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bertindak sebagai antihistamin alami. Antihistamin adalah kandungan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati reaksi alergi, seperti dermatitis atopik.

Journal of International Medical Research menemukan vitamin C dalam memainkan peran penting dalam mencegah dan mengatasi alergi pada anak. Karena vitamin C adalah antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat, vitamin C dapat bertindak sebagai pengobatan untuk alergi.

Studi lain menyarankan untuk mengonsumsi 2 gram (g) vitamin C setiap hari untuk bekerja sebagai antihistamin.

Contoh buah-buahan yang mengandung vitamin C tinggi yakni jeruk, kiwi, strawberry dan buah lainnya.

Selain itu, mineral, seng dan magnesium, juga memiliki peran khusus dalam mempertahankan kekebalan tubuh dan mencegah alergi pada anak kambuh kembali.

2. Probiotik

3 Manfaat Probiotik untuk Alergi pada Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Probiotik adalah mikroorganisme yang menawarkan manfaat kesehatan dengan membantu tubuh menjaga keseimbangan bakteri usus yang sehat.

Siapa sangka, ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan seseorang, yang dapat membantu tubuh melawan alergi.

Mengutip studi dalam National center for Biotechnology Information, bakteri baik, Bifidobacterium Lactis, dapat membantu melawan pertumbuhan inflamasi dalam tubuh akibat alergi pada anak, serta meningkatkan fungsi sistem pencernaan.

B. lactis juga bertanggung jawab untuk memecah limbah tubuh dan membantu penyerapan vitamin dan mineral dalam tumbuh kembang anak.

Yogurt, tempe, tahu, kefir adalah salah satu sumber probiotik terbaik dalam mencegah kambuhnya alergi pada anak.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak, Gampang Kok!

3. Omega 3, Omega 6 dan Minyak Ikan

Asam lemak omega-3 dan omega-6 berperan penting dalam mencegah alergi pada anak.

Asam lemak omega-3, asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA), ditemukan secara alami dalam minyak ikan dan umumnya dianggap sebagai nutrisi anti-inflamasi, dengan efek perlindungan pada penyakit inflamasi termasuk asma dan alergi pada anak.

Studi yang dilakukan Allergology International, senyawa ini memainkan peran pelindung dalam penyakit kardiovaskular, serta untuk mengatasi dermatitis atopik. Bahkan berguna untuk asupan kehamilan.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar setiap orang mendapatkan asupan minyak ikan tercukupi setidaknya dua kali seminggu.

Salmon dan tuna sangat tinggi mengandung asam lemak omega-3 serta minyak ikan.

4. Protein Terhidrolisa Parsial

Manfaat Susu Kurma untuk Alergi pada Anak

Foto: Orami Photo Stocks

Nutrisi yang tidak kalah penting dalam mencegah alergi pada anak yakni dengan minum susu formula yang mengandung protein hidrolisa parsial sebagai pilihan alternatifnya.

Protein terhidrolisis parsial merupakan hasil teknologi yang memotong panjang rantai protein menjadi lebih pendek dan membuat ia lebih mudah dicerna dan diterima bagi anak yang punya reaksi alergi.

Lewat cara ini, dapat memungkinkan alergi pada anak khususnya dermatitis atopik untuk tetap memperoleh nutrisi dengan asupan protein yang dibutuhkan dalam mendukung tercapainya pertumbuhan yang optimal.

Bahkan, bagi anak yang normal, tanpa memiliki gejala alergi, protein hidrolisa parsial juga aman dikonsumsi, lho.

Baca Juga: Mencegah Alergi Makanan, Bagaimana Menentukan Snack yang Baik untuk Anak?

NANkid pH Pro, Sufor Pertama untuk Atasi Dermatitis Atopik

Dalam mengatasi alergi pada anak dan memastikan kebutuhan nutrisinya tercukupi, ada solusinya, Moms.

Tahukan Moms? Susu terhidrolisis parsial pertama untuk mengatasi alergi pada anak yakni bisa dengan NANkid pH Pro 3.

NANkid pH Pro 3 adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun yang diformulasikan khusus oleh Nestlé Research Center Switzerland untuk mengurangi gejala alergi pada anak.

Ini menjadi susu formula anak pertama yang direkomendasikan Food Drug and Administration dalam menurunkan risiko dermatitis atopik.

Selain itu, ia juga mengandung probiotik Bifidobacterium Lactis yang dapat membantu mempertahankan fungsi saluran cerna.

Seperti kita tahu, probiotik sangat berperan tinggi dalam mencegah terjadinya kambuh alergi pada anak.

Selain itu, NANkid pHPro 3 memiliki nutrisi LA & ALA yang merupakan sumber asam lemak penting sebagai bahan dasar pembentukan DHA yang membantu perkembangan tumbuh kembang anak hingga menginjak usia 3 tahun.

Terkandung juga minyak ikan, omega 6 dan kalsium yang berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi anak.

Mengonsumsi minyak ikan dalam kandungan susu formula, dapat meningkatan perkembangan otak bayi.

Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan asupan nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil dalam mengatasi alergi pada bayi, ya Moms.

Selain itu, NANkid pH Pro 3 memiliki nutrisi LA & ALA yang merupakan sumber asam lemak penting sebagai bahan dasar pembentukan DHA yang membantu perkembangan tumbuh kembang anak hingga menginjak usia 3 tahun.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait