Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Feb 27, 2018

Berbahayakah Alergi Untuk Tumbuh Kembang Balita?

Bagikan


  

Seringkah balita anda mengalami bersin, muntah, diare berulang, atau bercak-bercak kemerahan disertai gatal? Ini menandakan bahwa balita terserang oleh alergi.

Bentuk alergi bisa didapat dari mana saja baik karena bawaan atau keturunan keluarga atau faktor lingkungan. Ketika anak mengalami hal demikian, bawalah ke dokter untuk mendapat pengobatan lebih lanjut serta Moms harus mengetahui apa yang menyebabkan balita anda mengalami alergi.

Apakah Alergi Berhubungan Dengan Tumbuh Kembang Balita?

Jawabannya adalah IYA.

Jadi, ketika balita alergi akan cenderung membuat dia merasa tidak nyaman hingga mampu menurunkan nafsu makannya. Padahal, asupan gizi sangat berperan penting dalam tumbuh kembang balita.

Alergi pada balita sering dipengaruhi oleh jenis makanan seperti telur, ayam, makanan laut, atau bahan makanan lainnya. Jadi orang tua harus berhati-hati dalam menentukan alergi pada balita.

Bukan berarti dia menjadi terbatas oleh semua makanannya. Hal ini membuat asupan gizi anak menjadi berkurang sehingga berpengaruh pada penurunan berat badan anak.

Beberapa Dampak Risiko Alergi Balita Terhadap Tumbuh Kembangnya:

  1. 20 persen anak memiliki tinggi badan yang kurang diawal diagnosis
  2. 10 persen status gizi kurang pada anak alergi susu sapi
  3. Gejala yang ditimbulkan membuat tidur balita menjadi tidak berkualitas
  4. Risiko berat dan tinggi badan lebih rendah didapatkan pada bayi dengan dermatitis atopik dibanding bayi sehat
  5. Riwayat asma berisiko terhadap gangguan pertumbuhan. Hal ini biasanya terantung dengan derajat asma, usia diagnosis, penggunaan steroid jangka panjang, atau gangguan fungsi paru.

Jika balita anda memiliki salah satu faktor risiko di atas, maka Moms harus melakukan pengawasan lebih intens yang bertujuan untuk memastikan tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal. Pengawasan yang Moms bisa lakukan adalah dengan memantau dan mengenali lebih jelas gejala alergi yang terjadi, sumber alergi dan melakukan intervensi.

Intervensi yang bisa dilakukan adalah memantau asupan nutrisi anak serta menggantinya dengna nutrisi yang lebih mudah untuk dicerna. Moms juga bisa melakukan pencegahan dengan melakukan pemberian ASI eksklusif untuk bayi hingga usia 6 bulan. Hal ini terbukti efektif dalam mencegah timbulnya alergi makanan pada anak nanti.

Apakah Moms setuju? Jika ada pendapat lain, bisa Moms bagikan kepada pembaca disini.

 

(PIA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.