Program Hamil

PROGRAM HAMIL
5 Oktober 2020

Berhubungan setelah Kuret, Kapan Bisa Dilakukan?

Sebuah pertanyaan besar kapan boleh berhubungan setelah kuret bagi Moms dan Dads
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berhubungan setelah kuret merupakan pikiran pertama yang terlintas ketika mengajukan pertanyakaan ke dokter kandungan baik untuk Moms maupun Dads. Karena bisa jadi Moms dan Dads harus menunggu lebih lama untuk memulai program hamil setelah kuret.

Di samping itu, kapan boleh berhubungan setelah kuret juga diyakini bukan hanya sekadar tubuh yang siap namun juga kesiapan hati Moms. Secara emosional, butuh waktu untuk memproses keguguran. Pasangan yang berduka setelahnya adalah hal yang normal.

Jika Moms mengalaminya, tidak ada salahnya untuk menolak berhubungan setelah kuret untuk beberapa saat. Moms memag perlu waktu untuk berduka.

The American College of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan dilatasi dan kuretase (D&C) adalah prosedur pembedahan di mana serviks dibuka (dilatasi) dan alat tipis dimasukkan ke dalam rahim. Alat ini digunakan untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim (kuratase). Produser ini untuk mengobati banyak kondisi yang memengaruhi rahim seperti pendarahan abnormal.

Kapan Boleh Berhubungan setelah Kuret?

Berhubungan Setelah Kuret, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Berhubungan setelah kuret adalah topik yang rumit dan apa yang menjadikan normal dalam hal merasa siap secara fisik juga mental untuk berhubungan sangatlah bervariasi. Namun, ada beberapa hal yang dapat membantu agar hidup Moms menjadi tidak terlalu membingungkan menentukan kapan boleh berhubungan setelah kuret.

Kebanyakan Moms dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari dan beberapa merasa cukup baik untuk kembali ke aktivitas normal yang tidak berat dalam waktu 24 jam. Setelah kuret Moms mungkin mengalami kram yang menyakitkan pada awalnya, tetapi ini tidak akan berlangsung lebih dari 24 jam.

Baik kram ringan dan pendarahan dapat terjadi dari beberapa hari hingga dua minggu. Nah, menurut American Pregnancy Association, Moms tidak boleh memasukkan apapun ke dalam area vagina baik tampon, douche termasuk berhubungan setelah kuret setidaknya selama dua minggu atau sampai pendarahan berhenti.

Dokter kandungan harus memberi Moms instruksi khusus kapan boleh berhubungan setelah kuret dapat dilakukan. Selain itu, Tampon tidak boleh digunakan sampai Moms mendapatkan kembali periode regular dari menstruasi selanjutnya, yang bisa terjadi antara 2 hingga 6 minggu setelah kuret.

Baca Juga: Ini 5 Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Menghibur Sahabat yang Habis Keguguran

Risiko Langsung Berhubungan setelah Kuret

Berhubungan Setelah Kuret, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Kekhawatiran terbesar adalah bahwa leher rahim Moms harus ditutup untuk mencegah kemungkinan infeksi. ”Setelah keguguran, serviks wanita terbuka alias melebar untuk mengeluarkan janin. Dan tergantung berapa minggu melangalami keguguran, proses penutupan dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan,” ucap Kepala divisi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Columbia University Medical Center, Zev Williams, M.D., Ph.D.

Selain itu, hopskinsmedicine.org juga menjelaskan sebaiknya Moms menjalani pemeriksaan panggul secara menyeluruh sebelum berhubungan seks lagi. Pasangan harus menggunakan alat kontrasepsi jika tidak ingin hamil lagi secepat itu.

Hanya karena fisik siap untuk berhubungan pascakeguguran, tidak berarti Moms tidak siap secara emosional. Moms mungkin bergumul dengan perasaan bahwa tubuh telah mengecewakan Moms entah bagaimana atau merasa disalahkan atas keguguran sehingga sebabkan kuretase.

Seorang professor psikologi di Columbia University Medical Center, Catherine Monk, Ph.D, juga menerangkan Moms harus memberi diri ruang serta belas kasihan untuk berduka dengan cara yang tepat untuk diri sendiri.

“Jika pengalaman membuat ingin menghindari seks untuk saat ini, tidak apa-apa. Jika Moms menghitung mundur hari sampai dokter memberi izin untuk kembali sibuk, itu juga bagus. Atau, Moms mungkin merasa keduanya ingin mencoba seks lagi, tetapi juga benar-benar ketakutan karenanya maka tanyakan ke dokter,” terangnya.

Tidak perlu malu mencari bantuan dari terapis yang berkualifikasi, terutama yang memiliki pengalaman dengan wanita dan jenis kehilangan ini. Mereka dapat membantu mengatasi perasaan Moms tentang topik tersebut dan memberi tisp untuk berkomunikasi dengan Dads soal berhubungan setelah kuret. Membicarakannya secara terbuka dapat membantu Moms dan Dads berdua menetapkan ekspektasi akan keintiman dan apa yang membuat masing-masing merasa nyaman.

Baca Juga: Mengenal Kuret pada Dinding Rahim, Amankah Dilakukan?

Apakah Bisa Hamil Ketika Berhubungan setelah Kuret?

Berhubungan Setelah Kuret, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Tak perlu khawatir, Moms bisa hamil setelah mengalami keguguran bahkan sebelum menstruasi pertama. Ya, beberapa Moms mungkin berovulasi segera setelah dua minggu setelah keguguran selesai. Jika Moms dan Dads berhubungan seks selama waktu itu, kehamilan selalu memungkinkan.

Meskipun Anda mungkin khawatir tentang keguguran lagi, hanya sekitar 1 persen orang yang mengalami apa yang disebut keguguran berulang. Kebanyakan yang hamil kembali akan mengalami kehamilan yang sehat sehingga ada sebutan rainbow baby.

Beberapa statistik lain, menurut Mayo Clinic:

  • Setelah satu kali keguguran, risiko keguguran lainnya tetap pada standar 20 persen.
  • Setelah dua kali kerugian berturut-turut, itu meningkat menjadi 28 persen.
  • Namun, setelah tiga atau lebih (yang sangat jarang), risikonya meningkat menjadi sekitar 43 persen.

Moms mungkin pernah mendengar pedoman yang sering diberikan untuk menunggu tiga atau enam bulan setelah keguguran, tetapi hanya ada sedikit data yang mendukungnya.

Penelitian yang dikeluarkan oleh Human Reproduction Update membandingkan menunggu tiga bulan atau mencoba lebih cepat menunjukkan bahwa wanita yang menunggu lebih lama akhirnya membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil.

Selain memverifikasi bahwa serviks telah tertutup, Moms perlu memastika melalui test darah bahwa kadar hCG atau hormon kehamilan telah kembali ke nilai awal. Sehingga, Moms tidak bingung dengan kemungkinan kehamilan baru dengan yang lama.

Jika Moms mengalami kehamilan kimiawi, dapat mencobanya kembali pada bulan berikutnya.Hanya saja jika Moms mengalami banyak keguguran, sebaiknya mempertimbangkan untuk mendapatkan evaluasi dari ahli endokrinologi reproduksi untuk mengidentifikasi apakah ada masalah yang mendasarinyabanyak di antaranya dapat ditangani secara efektif melalui pengobatan.

Beri tahu dokter jika Moms memiliki salah satu keluhan dari beberapa di bawah ini:

  • Pendarahan hebat
  • Pendarahan berbau busuk dari vagina Anda
  • Demam dan atau kedinginan
  • Sakit perut yang parah

Dokter mungkin memberi Moms instruksi tambahan atau alternatif setelah prosedur, tergantung pada situasi khusus yang terjadi pada Moms.

Baca Juga: 7 Makanan yang Harus Dimakan dan Dihindari setelah Keguguran

Moms diizinkan untuk merasa sedih setelah kuret. Moms boleh menghabiskan waktu di tempat tidur, Moms pun boleh untuk merasakan tertekan akibat keguguran.

Dan bila sudah siap mungkin bagi Moms dan Dads, hidup berjalan atau move on tampak seperti berhubungan setelah kuret. Tapi, ingatkan diri bahwa Moms tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja dan luangkan waktu untuk diri sendiri.

Berhubungan seks akan datang saat Moms siap, dan itu mungkin benar atau mungkin tidak saat tubuh Moms tidak sembuh hingga hati pun tertata lebih baik untuk siap berhubungan setelah kuret dan hamil kembali.

Artikel Terkait