13 Juni 2024

Biduran pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Biduran pada anak dalam beberapa kondisi bisa menyebabkan kematian, lho.

Biduran pada anak cukup sering terjadi.

Biduran, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai urtikaria, merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan dan bentol-bentol yang terasa gatal.

Biduran dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebar ke berbagai bagian tubuh.

Kondisi ini sering kali disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau faktor lingkungan seperti suhu dingin atau panas.

Meskipun biduran umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, rasa gatal yang intens bisa membuat anak menjadi rewel dan tidak nyaman.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala, penyebab dan cara mengatasi biduran agar anak bisa merasa lebih baik dengan cepat.

Baca Juga: 17 Rekomendasi Obat Biduran Alami dan Apotek, Kulit Bebas Gatal

Ciri-Ciri Biduran pada Anak

Biduran Pada Anak
Foto: Biduran Pada Anak (medicalnewstoday.com)

Seperti halnya pada orang dewasa, biduran pada anak-anak merupakan hal yang sangat umum terjadi.

Biduran pada anak ditandai dengan benjolan merah muda atau berupa bercak merah pada kulit yang sedikit menonjol.

Terkadang, biduran memiliki bagian tengah yang pucat dan rasanya cukup gatal.

Namun, juga bisa terasa terbakar atau menyengat.

Inilah yang harus Moms ketahui sebagai orang tua. Semua hal tentang gatal-gatal karena biduran pada anak-anak.

“Biduran pada anak-anak akan terlihat sama halnya seperti yang terjadi pada orang dewasa.

Anak-anak akan mengalami gatal-gatal karena biduran ini setidaknya sekali dalam hidup mereka,” kata Ashanti Woods, MD, dokter anak di Mercy Medical Center di Baltimore, mengutip Everyday Health.

Bercak merah muncul satu persatu di kulit, terhubung di satu area kulit atau berkelompok.

Melansir laman Kids Health, gatal dan bercak merah karena biduran bisa terjadi pada bagian tubuh manapun dan bisa berukuran kecil atau sebesar piring makan.

Bercak merah yang gatal ini dapat berpindah lokasi dalam hitungan jam.

Sekelompok benjolan merah mungkin ada di wajah anak-anak Moms, lalu pergi.

Nantinya, benjolan yang serupa mungkin akan muncul di lengan dengan jumlah yang lebih banyak.

Biduran biasa terjadi dan umumnya bersifat tidak berbahaya.

Namun, biduran pada anak terkadang bisa menjadi tanda reaksi alergi yang serius sehingga penting bagi Moms tetap memantau Si Kecil.

Baca Juga: 9 Penyakit Kulit pada Anak yang Umum Terjadi, Wajib Tahu!

Penyebab Biduran pada Anak

Penyebab Biduran pada Anak
Foto: Penyebab Biduran pada Anak (Orami Photo Stock)

Penyebab biduran pada anak bisa bermacam-macam dan seringkali sulit untuk diidentifikasi secara pasti.

Namun, berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin memicu munculnya biduran pada anak:

1. Reaksi Alergi

Anak-anak dapat terpapar alergen melalui berbagai cara, seperti makanan, debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau bahan kimia dalam produk rumah tangga.

Ketika anak mengalami kontak dengan alergen yang menyebabkan alergi pada mereka, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan menghasilkan antibodi.

Antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh saat terpapar alergen ini akan mengikat ke sel-sel darah dan menyebabkan pelepasan histamin.

Histamin adalah zat kimia yang bertanggung jawab atas berbagai gejala alergi, termasuk biduran.

Histamin dapat menyebabkan pembuluh darah di kulit melebar, yang menghasilkan ruam dan benjolan merah yang khas dari biduran.

Selain biduran, reaksi alergi juga dapat menyebabkan gejala lain seperti gatal-gatal, hidung tersumbat, bersin-bersin, mata berair, dan batuk.

Bahkan sesak napas jika reaksi alergi yang terjadi lebih parah (anafilaksis).

2. Iritasi Kulit

Anak-anak sering terpapar oleh berbagai bahan kimia dalam produk sehari-hari.

Misalnya deterjen, sabun mandi, kosmetik, atau produk pembersih rumah tangga.

Bahan-bahan kimia ini bisa menyebabkan reaksi iritasi pada kulit anak, yang mungkin ditandai dengan biduran.

Apalagi jika mereka memiliki kulit yang sensitif, risiko terjadinya biduran mungkin akan semakin tinggi.

3. Infeksi

Infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri, dapat memicu respons imun tubuh yang menghasilkan gejala biduran pada kulit Si Kecil.

Saat tubuh terinfeksi oleh bakteri atau virus, sistem kekebalan tubuh anak merespons dengan memproduksi berbagai jenis sel dan zat-zat kimia untuk melawan infeksi tersebut.

Ini termasuk pelepasan antibodi dan zat mediator inflamasi seperti histamin.

Pelebaran pembuluh darah dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah di kulit akibat pelepasan histamin bisa menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada kulit.

Hal ini dapat menghasilkan ruam merah yang terasa gatal dan benjolan yang seringkali muncul secara tiba-tiba pada berbagai bagian tubuh.

Termasuk pada bagian dada, punggung, perut, atau wajah, yang merupakan ciri khas dari biduran.

Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Gatal pada Kulit yang Berkepanjangan

4. Gigitan atau Sengatan Serangga

Ketika serangga seperti nyamuk, lebah, atau semut menggigit atau menyengat kulit anak, mereka menyuntikkan racun atau bahan kimia tertentu ke dalam kulit.

Racun ini bertujuan untuk memperlumpuhkan mangsanya atau bertindak sebagai pertahanan diri bagi serangga tersebut.

Selain itu, racun atau bahan kimia yang disuntikkan oleh serangga ke dalam kulit anak dapat menyebabkan reaksi inflamasi pada area yang terkena.

Hal inilah yang memicu pelepasan histamin dan zat-zat kimia lainnya oleh sel-sel kulit dan sel-sel sistem kekebalan tubuh sehingga menghasilkan peradangan dan munculnya gejala biduran.

5. Faktor Lingkungan

Penyebab biduran pada anak lainnya yaitu karena faktor lingkungan.

Misalnya paparan suhu dingin atau panas yang ekstrem, dapat menjadi faktor lingkungan yang menyebabkan iritasi pada kulit anak dan munculnya biduran.

Hal ini karena suhu yang terlalu dingin atau panas dapat mengganggu keseimbangan kulit dan menyebabkan peradangan.

Polusi udara juga dapat mengandung berbagai zat-zat kimia atau partikel yang dapat menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit anak.

Paparan terhadap polusi udara ini dapat merangsang sistem kekebalan tubuh anak dan menyebabkan reaksi inflamasi pada kulit.

7. Pengaruh Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat memiliki efek samping yang meliputi reaksi kulit seperti ruam atau biduran.

Ini sering terjadi pada obat-obatan tertentu seperti antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), obat penenang, atau obat antikonvulsan.

Efek samping ini dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada jenis obat dan respons tubuh anak terhadapnya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi biduran pada anak? beberapa tips berikut ini bisa Moms coba.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb