22 Februari 2024

Bolehkah Puasa sebelum Mandi Wajib? Ini Penjelasannya!

Simak ulasan lengkapnya di sini!

Mungkin Moms atau Dads ada yang bertanya-tanya, bolehkah puasa sebelum mandi wajib? Cari tahu, yuk Moms!

Saat Ramadan, terdapat beberapa larangan yang jika dilakukan akan menggugurkan keabsahan puasanya.

Salah satunya adalah larangan untuk melakukan hubungan intim di siang hari selama Ramadan.

Baca Juga: Ini Cara Mandi Wajib yang Benar sesuai Syariat Islam, Jangan sampai Salah!

Aturan Hubungan Badan di Bulan Ramadan

Aturan hubungan badan di bulan Ramadan dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.

Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu.

Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS Al-Baqarah: 187).

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT bolehnya pasangan suami istri untuk berhubungan intim selama dilakukan saat malam hari di bulan Ramadan.

Namun, bagaimana jika ada suami istri yang berhubungan badan di malam hari, kemudian tertidur dan baru mandi wajib setelah imsak?

Bolehkah puasa sebelum mandi wajib?

Apakah puasanya hari itu sah atau lebih baik tidak dilanjutkan dan mengqadhanya?

Temukan jawaban bolehkah puasa sebelum mandi wajib di bawah ini.

Baca Juga: Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan, Moms dan Dads Wajib Tahu!

Bolehkah Puasa sebelum Mandi Wajib?

Ilustrasi Puasa
Foto: Ilustrasi Puasa (Orami Photo Stocks)

Dalam pembahasan ini Moms dan Dads dapat menemukan jawaban atas pertanyaan bolehkah menjalankan puasa sebelum mandi wajib?

Jawabannya adalah boleh, bahkan puasanya juga sah.

Selain itu, jika menjalankan puasa sebelum mandi wajib puasanya juga tidak perlu diganti.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ummu Salamah RA yang berkata: “Nabi Nabi SAW pernah mandi junub saat memasuki waktu subuh dan beliau tidak meng-qadha (puasa pada hari tersebut).” (HR Muslim).

Mayoritas ulama fikih menyimpulkan bahwa mandi wajib setelah imsak atau subuh tidak mempengaruhi sah atau tidaknya puasa.

Ini karena, mandi wajib lebih terkait dengan pensucian diri sebelum salat.

Sedangkan puasa Ramadan, dalilnya lebih menekankan pada larangan berhubungan badan di siang hari.

Selain itu, dalam syarat sah puasa juga tidak ada ketentuan harus suci dari hadats kecil maupun besar.

Untuk menekankan jawaban dari pertanyaan bolehkah puasa sebelum mandi wajib ini dipertegas lagi di salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan AL-Muwathatha’:

Dari Aisyah RA:

“Seorang lelaki berhenti di pintu lalu berkata kepada Rasulullah SAW (sedangkan aku ikut mendengar), ‘Wahai Rasulullah, aku masih junub ketika masuk waktu subuh, padahal aku ingin berpuasa.’ Lantas Nabi SAW bersabda, ‘Aku juga pernah pada Subuh tengah junub dan aku ingin berpuasa maka aku pun mandi dan berpuasa.

Laki-laki itu berkata lagi,

‘Wahai Rasulullah, Anda tidak sama seperti kami. Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang telah lampau maupun yang akan datang.’ Rasulullah SAW pun marah, dan beliau bersabda, ‘Demi Allah! Aku sangat berharap agar aku menjadi orang yang paling takut kepada Allah dibandingkan kalian semua.

Aku yang paling tahu dengan aturan yang bisa membuat aku bertakwa.’

Selain itu, seseorang yang berada dalam kondisi junub diperbolehkan untuk melakukan sahur terlebih dahulu sebelum mandi wajib.

Tentunya sahur harus dilakukan sebelum adzan subuh.

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah, Tata Cara Membayar, dan Keutamaannya

Hukum Puasa Sebelum Mandi Wajib

Hukum puasa sebelum mandi wajib juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari,

صِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل  فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ 

Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki shubuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata :“ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadis Riwayat Bukhari 4/153).

Melansir NU Online, Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam, menyimpulkan bahwa orang yang sedang junub boleh menunda mandi besar hingga waktu setelah terbit fajar.

Meski begitu, yang lebih utama adalah menyegerakan mandi sebelum waktu subuh tiba.

“Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit.

Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh” (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 313).

Al-Hafizh berkata dalam Fathul Bari, “Al-Qurthubi menjelaskan bahwa hadist yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan AL-Muwathatha’ terdapat dua pelajaran:

“Rasulullah SAW berjima’ (pada malam hari) bulan Ramadan, kemudian beliau menunda mandi junub hingga fajar terbit; itu menunjukkan bahwa menunda mandi junub hingga subuh tiba adalah hal yang mubah atau boleh dilakukan.

Yang Rasulullah SAW lakukan adalah berjima’, bukan mimpi basah; beliau tidak mungkin bermimpi basah karena mimpi basah itu datang dari setan, sedangkan beliau ma’shum (terjaga) dari hal tersebut.”

Orang yang perlu mandi wajib adalah seseorang berada dalam kondisi junub.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb