Serba-serbi Brainstorming, Pengertian hingga Manfaatnya!

Bisa dilakukan secara individual maupun berkelompok

9. Silent Brainstorming

Silent brainstorming dilakukan dengan peserta menulis gagasan-gagasannya secara individu dalam waktu yang ditentukan tanpa berbicara atau berdiskusi.

Mereka dapat menulis ide-ide apa pun yang muncul di pikiran mereka terkait dengan tujuan atau masalah yang diberikan.

Selama sesi brainstorming, peserta diminta untuk tetap diam dan fokus pada pembuatan ide-ide mereka sendiri. Mereka tidak diperbolehkan berbicara atau berinteraksi dengan peserta lainnya.

Setelah itu, ide-ide tersebut dibagikan dan didiskusikan oleh seluruh kelompok.

Dapat melakukan evaluasi untuk memilih ide-ide yang paling menjanjikan atau relevan dengan tujuan yang ditetapkan.

Silent brainstorming memiliki beberapa keuntungan, seperti memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk berkontribusi tanpa intimidasi atau dominasi dari satu atau beberapa peserta yang lebih vokal.

Ini juga memungkinkan peserta untuk fokus sepenuhnya pada pembuatan ide-ide mereka tanpa terganggu oleh gangguan eksternal.

Cara Melakukan Brainstorming yang Efektif

Kerja Sama di Kantor
Foto: Kerja Sama di Kantor (Freepik.com/lifestylememory)

Satu hal paling penting untuk menemukan ide melalui metode ini adalah memiliki seseorang yang bertindak sebagai fasilitator.

Apabila suatu kelompok ingin menghasilkan ide terbaik melalui brainstorming, sebaiknya terapkan beberapa tips berikut agar lebih maksimal.

1. Tentukan Fasilitator

Sebelum melakukan brainstorming, diperlukan adanya seorang fasilitator.

Dengan fasilitator, sesi brainstorming akan berlangsung lebih efektif.

Dalam menentukan fasilitator, pilihlah seseorang yang tidak memihak, yang tidak takut untuk memandu (atau mengarahkan) percakapan sesuai kebutuhan, dan yang akan berusaha untuk memastikan setiap orang mendapat kesempatan untuk berkontribusi.

Fasilitator sesi brainstorming juga merupakan orang yang akan bertugas untuk menguraikan, mengklarifikasi, dan menegakkan aturan dalam kelompok.

Selain itu, fasilitator akan melacak ide-ide terbaik, menjelaskan langkah selanjutnya untuk realisasi, dan berbagi rincian curah pendapat dengan orang yang berkepentingan pada akhir sesi.

2. Kumpulkan Orang yang Tepat

Untuk mendapatkan hasil curah pendapat yang maksimal, pastikan memilih orang-orang yang tepat.

Sebaiknya, peserta yang terlibat merupakan individu dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu dalam organisasi.

Tentunya, anggota tim yang dipilih harus memiliki koneksi dengan masalah yang ingin diselesaikan dalam sesi curah pendapat.

Selain menyatukan anggota tim dengan perspektif berbeda tentang produk, perusahaan, dan klien, pastikan kelompok brainstorming tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

Idealnya, sesi brainstorming melibatkan 6–10 orang peserta di dalamnya.

3. Visualisasikan Tujuan

Jangan lupa untuk menentukan tujuan yang jelas sehingga sesi curah pendapat berlangsung efektif.

Mengutip Indeed, memvisualisasikan topik utama dapat menginspirasi dan memberi ide kepada setiap peserta untuk mencapai tujuan.

Visualisasi tujuan juga dapat mengingatkan setiap peserta tentang inti percakapan, memungkinkan tim brainstorming untuk menyesuaikan fokus dan tetap produktif selama sesi berlangsung.

4. Dokumentasikan Diskusi

Tips brainstorming efektif lainnya yang perlu diterapkan yaitu dengan melakukan dokumentasi selama proses diskusi.

Dokumentasi adalah salah satu strategi yang paling penting untuk keberhasilan brainstorming.

Hal ini karena brainstorming melibatkan pembuatan banyak ide dengan cepat, dokumentasi dapat membantu kita mereferensikannya nanti dan menganalisis ruang lingkup diskusi secara keseluruhan.

Kita dapat mendokumentasikan sesi curah pendapat dengan menggunakan perekam audio, membuat catatan mendetail, atau memotret alat bantu curah pendapat visual apa pun, seperti mind mapping.

Baca Juga: 12 Contoh Hukuman yang Mendidik untuk Anak, Tanpa Kekerasan!

5. Dukung Setiap Ide

Untuk mendorong kreativitas dan keterbukaan saat melakukan brainstorming, cobalah untuk menemukan aspek positif dari setiap ide yang anggota tim hasilkan.

Bahkan jika sebuah ide tidak sempurna untuk sebuah proyek, cari potensi keuntungannya dan atribut positif lainnya.

Jadi selama brainstorming, dukunglah ide-ide baru tanpa menghakimi.

Ingatlah bahwa kegiatan ini merupakan sesi kelompok, sehingga tidak ada ide yang buruk.

Menjadi sosok yang suportif dengan menyemangati diri sendiri dan orang lain dapat membuat semua orang merasa lebih nyaman berbagi ide, yang tentunya sangat penting untuk kesuksesan brainstorming.

6. Utamakan Kolaborasi daripada Kritik

Dalam usaha mengumpulkan ide dengan brainstorming, pastikan untuk mengutamakan kolaborasi dibandingkan kritik.

Dengan berfokus pada kolaborasi bersama anggota tim saat mereka berbagi pemikiran, kita dapat mendorong terciptanya suasana kreatif sekaligus meningkatkan kualitas ide dalam sesi brainstorming.

Ingatlah bahwa tidak ada satu pun ide yang buruk selama sesi curah pendapat.

Kita mungkin hanya membutuhkan perspektif lain untuk mengetahui sisi positif dari setiap ide yang diajukan.

Mengasah teknik brainstorming yang efektif membutuhkan latihan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb