Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Buang Angin Melalui Vagina, Normalkah?

Bagikan


Buang Angin Melalui Vagina, Normalkah?

Buang angin alias kentut ternyata tak melulu keluar melalui lubang anus. Mungkin Moms juga menyadari bahwa terkadang, kentut juga bisa keluar melalui vagina. Kok, bisa?

Yup, kondisi itulah yang disebut queef. Mary Jane Minkin, M.D., profesor bidang Obestetrics dan Gynecology dari Yale Medical School, menjelaskan bahwa angin yang keluar dari organ intim wanita ini tak berkaitan dengan sistem pencernaan.

Baca Juga : Sering Kentut dan Bersendawa, Hati-Hati Terkena Penyakit Ini

Queef merupakan hasil dari pengeluaran udara yang terjebak di dalam alat vital wanita ini. Pasalnya, bentuk vagina cenderung bergelombang dan berkerut-kerut sehingga memudahkan udara terperangkap di dalamnya.

Queef juga dihubungkan dengan melemahnya otot-otot di area vagina dan pelvis. Lalu, kenapa bisa terjadi buang angin dari vagina? Berikut beberapa alasannya:

1. Hubungan intim atau memasukkan benda ke dalam vagina

Bila ada sesuatu masuk ke dalam vagina maka udara bisa ikut masuk. Misal, saat berhubungan seks, penggunaan tampon atau alat lain yang bisa mengakibatkan udara terdorong sehingga muncul bunyi seperti buang angin.

Tak hanya ketika berhubungan intim, pemeriksaan vagina oleh dokter genekologi juga bisa menimbulkan queef. Misal, ketika dokter menggunakan alat spekulum untuk memeriksa bagian dalam vagina.

2. Aktivitas fisik atau stretching

Gerakan-gerakan aktivitas fisik juga dapat menimbulkan queef karena ada udara terperangkap di dalam vagina. Berbagai gerakan yang didominasi oleh otot perut dan bokong yang berisiko menimbulkan queef. Misal, gerakan yoga atau sit-up.

3. Masa kehamilan atau menopause

Sebagian wanita juga mengaku sering mengalami queef ketika hamil  juga saat memasuki masa menopause. Kenapa? Karena pada periode tersebut otot-otot di vagina dan pelvis makin melemah.

4. Usai persalinan

Penyebab queef juga adalah lemahnya otot tulang panggul, terutama pelvic floor. Kita tahu, proses persalinan akan menyebabkan otot tulang panggul melemah. Semakin sering seorang wanita melahirkan secara normal maka otot pelvisnya bisa semakin mengendur. Alhasil, memicu kejadian buang angin melalui vagina.

5. Tindakan kolonoskopi atau operasi lain

Beberapa prosedur, seperti kolonoskopi, dapat menyebabkan distribusi udara di dalam tubuh menjadi kacau. Nah, boleh jadi, Moms akan sering kentut usai prosedur kolonoskopi atau operasi lain, termasuk buang angin melalui vagina.

6. Vaginal fistula

Fistula adalah terbentuknya lubang abnormal yang  menghubungkan antara vagina dan organ-organ lain. Misal, kolon, kandung kemih, bahkan rektum (saluran menuju anus).

Jadi, bila lubang terbentuk antara vagina dan kolon atau rektum maka tanpa disadari urine atau feses bahkan angin bisa keluar dari vagina. 

Fistula juga dapat terbentuk karena beberapa hal, seperti trauma usai melahirkan, efek samping pengobatan kanker, kecelakaan, dan berbagai prosedur operasi. Tanda lain adanya fistula adalah bila angin yang keluar dari organ intim wanita ini berbau.

Pertanyaannya, apakah kentut melalui vagina ini normal? Kebanyakan kasus ini adalah sesuatu yang wajar dan normal. Sebenarnya queef bisa terjadi kapanpun tanpa mesti ada pemicu.

Dan untuk mengurangi kejadian queef, Moms dan pasangan coba memilih posisi berhubungan seks yang tak membuat tubuh tertekuk sehingga meminimalkan kemungkinan udara terperangkap di dalam organ intim.  

Atau, Moms bisa coba melakukan senam kegel yang berguna mengencangkan otot pelvis yang mulai kendur. Senam ini bisa meminimalkan kemungkinan terjadinya queef.

Nah, selamat mencoba Moms!

(HIL) 

Sumber: everydayhealth.com, womenshealthmag.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.