29 Maret 2022

5 Cara Membuat Hidroponik Vertikal, Solusi Taman Estetik!

Bercocok tanam tanpa lahan yang besar

Hidroponik vertikal belakangan ini kerap menjadi metode bertanam yang cukup diminati, karena tidak membutuhkan banyak lahan untuk bercocok tanam.

Metode ini bukan hanya dilakukan oleh petani hidroponik saja, tetapi juga orang-orang yang hobi bercocok tanam di rumah.

Warga perkotaan cenderung menyukai metode bertanam ini, karena lahan yang dimiliki cenderung sempit.

Hidroponik vertikal adalah sistem bertanam yang menggunakan material pengganti tanah, seperti spons atau kapas sebagai media.

Dengan teknologi tersebut, metode dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, juga mengurangi penggunaan air, ruang, dan pestisida.

Jika Moms masih bingung bagaimana cara bertanam dengan metode hidroponik vertikal, simak penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: 10 Tanaman Perdu yang Cocok untuk Hiasan Taman Rumah

Alat dan Bahan yang Diperlukan

media tanaman hidroponik - kapas
Foto: media tanaman hidroponik - kapas

Sebelum mengetahui bagaimana cara membuat hidroponik vertikal, Moms perlu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Hidroponik vertikal dibuat menggunakan paralon, dan dapat diterapkan meski hanya melakukan seorang diri.

Tanamannya sendiri bisa disesuaikan dengan yang disukai, seperti selada, pakcoy, sawi, kale, buncis, tomat, melon, semangka, anggur, dan lain-lain.

Moms tinggal menyesuaikan jarang lubang antar pipa paralon jika menanam sayuran dengan ukuran yang lebih besar.

Dalam memulai hidroponik vertikal, Moms perlu membuat instalasi tower dengan mempersiapkan beberapa alat dan bahan berikut ini:

  • Pipa paralon dengan panjang yang disesuaikan kebutuhan. Pilih ukuran diameter 10 cm.
  • Alat pemanas seperti solder listrik.
  • Gergaji besi atau bor untuk melubangi pipa paralon.
  • Botol beling atau botol kaca bekas untuk membuat lubang-lubang di paralon agar ukurannya presisi.
  • Net pot sebagai media tempat menaruh tanaman pada instalasi hidroponik vertikal. Pilih net pot dengan ukuran 5 sentimeter.
  • Siapkan media tanam, seperti arang sekam, cocopeat, batang pakis, rockwool, kapas, spons, kerikil, dan gabus atau styrofoam.

Setelah menyiapkan sejumlah alat dan bahan yang dibutuhkan, Moms bisa memulai untuk membuat tower hidroponik vertikal.

Baca juga: 10 Tanaman Hias Daun Outdoor, Cocok untuk Mempercantik Halaman Rumah

Cara Membuat Hidroponik Vertikal

Menanam kacang tanah hidroponik
Foto: Menanam kacang tanah hidroponik

Foto: Orami Photo Stock

Setelah menyiapkan alat dan bahan, berikut ini cara membuat hidroponik vertikal:

1. Membuat Rancangan

Langkah pertama dilakukan dengan membuat rancangan tower.

Umumnya dilakukan menggunakan batang paralon 10 cm dengan 20 lubang.

Jangan lupa untuk mengatur jarak antar lubang.

Agar lebih menarik, Moms bisa menggabungkan beberapa paralon dengan paralon berbentuk T atau L.

2. Melubangi Paralon

Setelah selesai membuat rancangan, selanjutnya Moms harus melubangi paralon dengan gergaji besi atau bor.

Pastikan untuk memberi jarak sekitar 20 sentimeter pada setiap lubang.

Hal tersebut bermaksud agar tanaman tidak saling berhimpitan dengan lainnya saat tumbuh besar.

3. Membuat Rangka

Setelah paralon selesai dilubangi dan disambung, langkah selanjutnya adalah membuat rangka.

Moms bisa membuat rangka menggunakan PVC berukuran 3 inch dengan membentuk tangga atau huruf A.

Selain menggunakan PVC, Moms juga bisa menggunakan besi, baja ringan, atau kayu.

Ketinggian rangka juga harus diatur, agar air dalam paralon menyentuh dasar net pot.

4. Pasang Net Pot

Selain net pot, Moms juga bisa menggunakan alternatif lain seperti bekas gelas air mineral yang dilubangi.

Gelas air mineral juga perlu dilubangi. Jangan lupa untuk memastikan jumlahnya sesuai dengan lubang yang para paralon.

Moms bisa memanaskan hidroponik pada paralon, kemudian lubangi gelas plastik tersebut.

Lubangi dengan solder listrik dan buat lubang-lubang kecil di sisi bawah gelas plastik.

Pastikan lubang terdiri dari bagian-bagian kecil. Jangan biarkan lubang terbuka atau membologi terlalu lebar.

5. Pemindahan Bibit

Langkah terakhir adalah pemindahan bibit. Jika menggunakan arang sekam dan cocopeat, Moms harus mencabut bibit dengan menjepit batang tanaman.

Sebelum dipindahkan, bersihkan bibit dari bekas media tanam dengan menggoyangkannya di air sampai bersih.

Jangan lupa untuk meletakkan pengganti media tanam pada net pot untuk menyangga batang tanaman.

Caranya dengan memotong media tanam baru sesuai dengan ukuran pot. Kemudian, lubagi di bagian bawahnya selebar 2 sentimeter persegi.

Jika menggunakan rockwool, Moms bisa memindahkan bibit secara langsung ke dalam pot.

Pasalnya, akar tanaman harus menjuntai bebas ke bawah agar tanaman tidak rusak dan cacat.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Gelombang Cinta, Perhatikan Kondisi Tanah, Cahaya, Hingga Penyiramannya

Itulah alat dan bahan untuk membuat hidroponik vertikal beserta cara membuatnya.

Dengan metode hidroponik, Moms tidak perlu menunggu musim tertentu untuk mulai bercocok tanam, karena bisa dilakukan kapan pun.

Metode ini juga terbukti ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida yang dapat merusak kondisi tanah.

Hidroponik juga lebih hemat waktu, tenaga, dan biaya, karena Moms tidak perlu menyiramnya setiap hari.

Sampai di sini, apakah Moms mau mencoba melakukannya?

  • https://extension.okstate.edu/fact-sheets/building-a-vertical-hydroponic-tower.html
  • https://www.instructables.com/Vertical-Hydroponic-Farm/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb