04 Juni 2021

5 Cara Menanam Jeruk dari Biji Sampai Panen, Tidak Repot!

Ingin menanam jeruk sendiri di rumah dari bijinya langsung? Simak caranya berikut!

Jeruk adalah salah satu buah paling populer di dunia. Buha satu ini sangat mudah diolah, Moms bisa memakannya langsung, menjadikannya jus atau minuman lainnya, atau ditambahkan ke dalam resep salad ataupun kue. Jika Moms ingin mendapatkan jeruk organik, maka Moms menanamnya di rumah. Cara menanam jeruk di rumah juga ternyata sangatlah mudah, bahkan Moms bisa mempraktekan cara menanam jeruk dari biji.

Jeruk tumbuh di pohon jeruk (Citrus x sinensis) dan termasuk dalam kelompok besar buah-buahan yang dikenal sebagai buah jeruk.

Asal muasal mereka yang sebenarnya masih menjadi misteri, tetapi penanaman jeruk diperkirakan telah dimulai di Asia timur ribuan tahun yang lalu. Saat ini, mereka tumbuh di sebagian besar wilayah hangat di dunia dan dikonsumsi segar atau sebagai jus.

Jeruk adalah sumber serat, vitamin C, tiamin, folat, dan antioksidan yang sehat. Mereka juga memiliki banyak manfaat kesehatan dan cocok untuk dikonsumsi setiap hari.

Mengutip USDA Food Composition Databases, dalam sekitar setengah buah jeruk besar (100 gram), terdapat beberapa nutrisi seperti:

  • Kalori: 47
  • Air: 87 persen
  • Protein: 0,9 gram
  • Karbohidrat: 11,8 gram
  • Gula: 9,4 gram
  • Serat: 2,4 gram
  • Lemak: 0,1 gram

Jeruk juga kaya akan vitamin C, yang bahkan dalam satu buah jeruk besar bisa memenuhi kebutuhan dalam sehari. Ia juga merupakan sumber vitamin B1 (tiamin), vitamin B9 (folat), dan kalium.

Di dalam buag jeruk juga terdapat dua golongan utama senyawa tanaman yang bersifat antioksidan, seperti karotenoid dan fenolat (senyawa fenolik).

Baca Juga: Cara Menanam Anggur Mulai dari Biji di Rumah, Bisa Moms!

Cara Menanam Jeruk

Moms bisa menggunakan cara menanam jeruk manis dari biji. Ini dapat dilakukan dengan mengambil biji jeruk manis dari dalam dagingnya yang kemudian dikeringkan, ditanam, disiram, dan dirawat hingga siap panen.

Jika Moms ingin menanam jeruk nipis atau bahkan jeruk purut melalui biji, metodenya sama. Secara keseluruhan, cara menanam jeruk nipis, jeruk manis, atau jeruk purut sama saja.

Tahap pengembangbiakan jeruk sendiri dapat dilakukan secara generatif maupun secara vegetatif. Untuk tahap generatif, maka Moms akan menanamnya dari bijinya langsung. Sementara tahap vegetatif, Moms akan menggunakan stek atau cangkok batang.

Sebenarnya, menanam jeruk akan lebih mudah dan lebih cepat berbuah jika dilakukan secara vegetatif. Namun, tidak ada salahnya juga untuk mempelajari juga cara menanam jeruk manis secara generatif.

Jika Moms ingin mempraktekan cara menanam jeruk dari biji, begini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan:

1. Mempersiapkan Bibit Jeruk

Cara Menanam Jeruk
Foto: Cara Menanam Jeruk

Foto: pixabay.com

Cara menanam jeruk yang paling utama adalah mempersiapkan bibitnya. Bibit yang digunakan untuk menanam jeruk diambil dari dalam daging jeruk itu sendiri. Tahapannya antara lain:

  • Ambil biji jeruk manis, jeruk nipis, atau jeruk purut yang matang dari dalam daging jeruk. Pastikan agar biji jeruk tetap dalam keadaan utuh dan sehat.
  • Kemudian jemur biji jeruk di bawah sinar matahari langsung supaya lendir yang menyelimuti permukaan biji bisa hilang.
  • Proses penjemuran bisa dilakukan selama kurang lebih 2 hingga 3 hari.
  • Jumlah biji yang digunakan bisa disesuaikan dengan jumlah pot yang akan Moms gunakan kelak. Namun lebih baik agar dalam satu pot hanya diisi dengan dua biji jeruk.

2. Persiapan Media Tanam

Media tanam bisa dibuat menggunakan campuran bahan seperti tanah, kompos, dan pasir. Jika tidak ada pasir, Moms bisa menggantinya dengan arang sekam yang terbuat dari sabut kelapa atau padi kering yang dibakar.

Pastikan ketiga bahan tersebut sudah diolah menjadi butiran-butiran halus sebelum dicampur. Moms bisa mencampur ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 2 bagian tanah, 1 bagian pasir, dan 1 bagian pupuk kompos (2:1:1).

Sebelum media tanam dimasukkan ke dalam pot, sebaiknya Moms memberikan lapisan berupa pecahan batu bata di bagian dasar pot dan kemudian dilapisi dengan kerikil. Setelah itu, Moms bisa memasukkan media tanam ke dalam pot.

Moms juga tak perlu memasukannya hingga penuh, melainkan hanya diisi 2/3 pot saja. Moms bisa menyisakan kurang lebih 10 cm di bagian atas pot.

Baca Juga: 4 Cara Menanam Pepaya dan Kepercayaan Menurut Feng Shui!

3. Penanaman Bibit

menanam bibit jeruk
Foto: menanam bibit jeruk

Foto: pixabay.com

Setelah persiapan media tanam dan pengeringan biji sudah selesai, cara menanam jeruk selanjutnya adalah penanaman bibit.

Moms bisa membuat lubang kurang lebih dengan kedalaman 5 cm di masing-masing pot dan dalam satu lubang, maksimal jumlah biji yang dapat dimasukkan adalah 2.

Setelah biji dimasukkan, Moms perlu menutup kembali lubang tanam menggunakan media tanam yang telah dibuat. Setelah itu, beri siraman air secukupnya.

Beberapa hari kemudian, biji jeruk biasanya akan segera menghasilkan tunas baru, dan jika sudah berdaun 4-5 helai, maka ia sudah siap dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar. Biasanya satu pot untuk satu tanaman.

4. Perawatan dan Pemeliharaan

Setelah memahami cara menanam jeruk, maka Moms juga perlu melakukan perawatan agar jeruk yang dihasilkan kelak berkualitas. Cara merawat tanaman jeruk manis yang baik dapat dilakukan dengan:

  • Pencahayaan dan Penyinaran

Pohon jeruk membutuhkan sinar matahari yang cukup sehingga setidaknya ia berada di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih 5 jam. Jangan lupa juga untuk rutin melakukan penyiraman, setidaknya di pagi hari dan sore hari.

  • Penyiraman dan Pemupukan

Penyiraman dan pemupukan juga perlu dilakukan. Moms bisa menggunakan pupuk NPK secara rutin setiap 4 bulan sekali dengan dosis 25 gram untuk satu pot.

Semakin bertambah tua usia tanaman, maka dosis pupuk yang diberikan juga bertambah, yaitu menjadi 50 gram per tanaman, 100 gram per tanaman, dan seterusnya.

  • Pemangkasan

Untuk mempercantik tampilan tanaman, maka Moms bisa melakukan pemangkasan. Selain itu, pemangkasan umumnya dilakukan agar tanaman satu dengan lainnya tidak saling bersinggungan.

Apabila ada ranting yang terserang hama atau penyakit, maka Moms perlu segera lakukan pemangkasan ranting.

  • Menghindari Serangan Hama

Hama pohon jeruk biasanya adalah kutu daun. Hama yang berukuran kecil sekitar 2 mm, berwarna hitam, dan hidup berkelompok ini umumnya bisa menyerang bagian tunas atas dan daun muda.

Oleh karena itu, lakukan pengecekan secara rutin agar tanaman ini terhindar dari serangan kutu daun dan serangga lainnya.

Jika kutu daun menyerang, segera pangkas bagian ranting yang terkena, lalu segera bakar. Moms juga meyemprotkan cairan insektisida pembasmi hama seperti Curacron 500 EC atau Decis 2,5 EC.

Moms juga bisa menggunakan insektisida organik untuk pembasmian hama tersebut. Namun, hati-hati saat melakukan penyemprotan insektisida dan pastikan agar bagian buah tidak terkena percikan pestisida.

Baca Juga: 11 Manfaat Jeruk Nipis untuk Kecantikan Mencerahkan Kulit!

5. Panen Jeruk

cara memanen jeruk
Foto: cara memanen jeruk

Foto: freepik.com

Setelah Moms mengikuti cara menanam jeruk nipis, jeruk purut, atau jeruk manis, maka kini waktunya memanen jeruk.

Biasanya Moms bisa memanen buah jeruk setelah ia berusia 8 bulan. Jika Moms sudah melakukan perawatan dengan benar, niscaya hasil jeruknya akan berkualitas dan siap dinikmati bersama keluarga di rumah!

Beberapa cara menanam jeruk di atas ternyata tidak sesulit yang dibayangkan kan, Moms? Selamat mencoba!

  • https://fdc.nal.usda.gov/ndb/search/list
  • https://www.almanac.com/plant/lemons-oranges
  • https://www.masterclass.com/articles/how-to-sprout-and-grow-orange-trees
  • https://www.healthline.com/nutrition/foods/oranges#plant-compounds
  • https://genagraris.id/video?slug=cara-sederhana-menanam-jeruk-di-rumah
  • https://bibitbunga.com/cara-menanam-jeruk-dari-biji/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.