Pernikahan & Seks

10 April 2020

6 Cara Menenangkan Diri Usai Bercerai menurut Ajaran Buddha

Ajaran ini membantu menenangkan rasa sakit yang sedang dirasakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Melalui masa perceraian adalah hal yang sulit bagi banyak orang. Setelah tinggal bersama selama bertahun-tahun lamanya, kini karena suatu alasan, sepasang suami dan istri sepakat untuk berpisah.

Perceraian dikaitkan dengan pertengkaran, hal yang negatif, perilaku yang buruk, dan rasa kehilangan integritas. Dampaknya, orang yang bercerai merasa takut, malu, marah, atau bahkan dendam.

Jika Moms sedang mencari cara berdamai dengan diri sendiri usai bercerai, ada ajaran Buddha yang dapat membantu diri agar tetap terbuka, dan mengurangi penderitaan saat melalui pengalaman perceraian.

Menenangkan Diri Usai Bercerai Menurut Ajaran Buddha

Mengutip Good Therapy, ada ajaran dari Buddha yang dapat membantu dalam menenangkan diri usai perceraian. Dengan mengetahui enam ajaran ini, Moms akan lebih menerima dan mengurangi perasaan negatif yang dirasakan dalam diri.

Baca Juga: Pasangan Artis Indonesia yang Bercerai Setelah Puluhan Tahun Menikah, Kenapa Bisa Terjadi?

1. Melepaskan Keterikatan Agar Tidak Frustasi

menenangkan diri usai bercerai-1

Foto: Orami Photo Stock

Ketika perceraian terjadi, seseorang akan merasakan penolakan akan apa yang telah mereka percaya, ternyata terjadi hal yang sebaliknya. Hal seperti pernikahan yang merupakan penyatuan dua jiwa hingga akhir hayat, ternyata bisa kandas begitu saja.

Moms mungkin mencoba untuk memahami dan tetap terikat pada pemikiran ini, tetapi, menurut ajaran Buddha, keterikatan ini justru menciptakan penderitaan.

Coba belajar melepaskan sebuah keterikatan, sehingga Moms dapat memiliki kehidupan yang lebih damai. Mencoba mengendalikan sesuatu hanya menimbulkan perasaan frustrasi, karena sebagian besar hal yang dihadapi sepenuhnya terjadi di luar kendali.

2. Pentingnya Mempertahankan Kasih Sayang

menenangkan diri usai bercerai-2

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun relatif mudah untuk menghasilkan belas kasih untuk teman dan orang yang dicintai, sangat sulit merasakan kasih sayang kepada seseorang yang tidak disukai, termasuk pada mantan pasangan.

Belas kasih adalah lawan dari kemarahan, belas kasih adalah sesuatu yang membuat hati terbuka ketika ada rasa ingin menutup diri karena adanya rasa takut.

Sebagai cara menenangkan diri usai bercerai, pahami bahwa mempertahankan pemberian kasih sayang usai perceraian tidak hanya suatu prestasi, tetapi itu memastikan bahwa belas kasih dalam diri Moms tetap utuh, tidak peduli betapa menyakitkannya masa lalu.

Baca Juga: Ingat 4 Hal Ini Saat Move On dari Perceraian

3. Ubah Karma dengan Bertanggung Jawab Terhadap Tindakan Sendiri

menenangkan diri usai bercerai-3.jpg

Foto: freepik.com

Hukum karma adalah prinsip universal dari tindakan dan reaksi, atau sebab dan akibat. Segala sesuatu yang dilakukan atau katakan dalam kehidupan sehari-hari adalah penyebab penderitaan atau kebahagiaan diri sendiri.

Meskipun Moms mungkin merasa seperti korban suatu karma karena percerian, tetapi karma adalah kunci untuk bertanggung jawab atas apa yang dialami dan didapatkan di dunia.

Kata karma berarti "tindakan" atau "perbuatan", saat memutuskan untuk bercerai, tunjukkan rasa bertanggung jawab atas tindakan tersebut, sehingga Moms dapat mengubah karma yang kemudian berpengaruh pada kondisi saat ini dan masa depan.

4. Berikan Perhatian Penuh pada Saat Ini

menenangkan diri usai bercerai-4.jpg

Foto: thegritandgraceproject.org

Perhatian penuh adalah kemampuan untuk memfokuskan diri pada saat ini, dengan memerhatikan dan menyadari niat dari apa yang hendak kita lakukan.

Ajaran Buddha menyebutkan bahwa penting memiliki pikiran jernih, agar berhenti terjebak di masa lalu atau masa depan, dan hidup di masa sekarang. Sehingga, Moms tak merasa cemas, dan perasaan lebih tenang usai bercerai.

Baca Juga: 3 Tanda Pernikahan di Ambang Perceraian

5. Jangan Menghindari Rasa Sakit

menenangkan diri usai bercerai-4

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu ajaran Buddha yang paling mendasar adalah bahwa rasa sakit adalah bagian yang tidak dapat dihindari dari dunia, dan penderitaan adalah reaksi kita terhadap rasa sakit yang tak terhindarkan.

Perceraian adalah salah satu pengalaman hidup yang menyakitkan yang tak terhindarkan, tetapi Buddha mengajarkan bahwa hal ini tidak harus melibatkan penderitaan.

Penderitaan berhubungan langsung dengan menolak kenyataan dari apa yang dihadapi. Karena itu, akan lebih baik jika mengembalikan keseimbangan, dengan membiarkan segala sesuatu tentang hidup terus berjalan.

Menghindari sepenuhnya hanya akan memperpanjang rasa sakit, dan hal ini tentunya tidak membantu menenangkan diri usai perceraian.

6. Tidak Ada Sesuatu yang Kekal dalam Hidup

menenangkan diri usai bercerai-5.jpg

Foto: sf.co.ua

Dalam agama Buddha, ketidakkekalan disebut sebagai Anicca, kebenaran akan ketidakkekalan. Ini adalah keyakinan bahwa semua pengalaman terus berubah, dan tidak ada yang permanen.

Salah satu penyebab terbesar rasa sakit selama perceraian adalah adanya perasaan bahwa segala sesuatu tidak akan pernah sama, dan bahwa apa yang dirasakan sekarang akan bertahan selamanya.

Mengetahui kebijaksanaan Anicca dapat memberikan rasa tenang dan perspektif lain ketika melalui kesedihan dan kehilangan akibat perceraian. Selalu ingat, tidak ada sesuatu yang permanen, termasuk rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Itu dia Moms, 6 ajaran Buddha yang perlu diketahui sebagai cara untuk menenangkan diri usai melalui perceraian. Semoga hal-hal baik selalu menyertai kehidupan Moms saat ini.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait