11 Desember 2019

4 Cara Menghemat Biaya IVF, Simak Penjelasannya di Sini!

Cobalah beberapa hal ini agar bisa IVF dengan harga yang lebih terjangkau!

Yuk, simak cara menghemat biaya IVF di sini.

Banyak pasangan menunggu untuk mendapatkan momongan dan mencoba berbagai cara termasuk in vitro fertilization (IVF).

Sayangnya, IVF terkenal mahal dan tidak bisa dijangkau oleh semua pasangan.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk menghematnya, ditambah beberapa asuransi tidak mencakup hal tersebut.

Meski begitu, cobalah beberapa cara menghemat biaya IVF ini!

Cara Menghemat Biaya IVF

1. Hubungi Penyedia Asuransi Sebelum Mengunjungi Klinik Kesuburan

adult-bandage-care-1498933.jpg
Foto: adult-bandage-care-1498933.jpg

Foto: pixabay.com

Ketahuilah apakah asuransi kesehatan yang Moms dan Dads gunakan mencakup kesuburan atau tidak.

Barbara Collura, presiden dan CEO Resolve: National Infertility Association mengatakan setiap pasangan perlu tahu apa saja manfaat yang diberikan dari asuransi yang digunakan.

Sejak awal, Collura mengatakan akan sangat sulit untuk mendapatkan jawaban dari perusahaan asuransi membahas masalah kesehatan kesuburan.

Misalnya, apakah sejak konsultasi sudah ditanggung? Apakah obat-obatan ditanggung? Perawatan apa yang ditanggung? Apakah IUI dan IVF termasuk dalam cakupan? Dan masih banyak lagi, namun ini adalah langkah awal cara menghemat biaya IVF yang akan cukup menguntungkan.

2. Hitung Pengeluaran

adult-black-care-1549001.jpg
Foto: adult-black-care-1549001.jpg

Foto: pixabay.com

Sulit untuk mengetahui perawatan apa yang akan dikenakan biaya sebelum perawatan dimulai. Ditambah lagi, harga dapat bervariasi tergantung lokasi.

Menurut NCSL, siklus IVF rata-rata dapat berkisar antara $ 12.000 hingga $ 17.000 (tidak termasuk obat-obatan).

Dengan obat-obatan, biaya dapat naik mendekati $ 25.000.

Klinik mendefinisikan siklus IVF sebagai satu pengambilan sel telur dan semua transfer embrio yang dihasilkan dari pengambilan itu.

Kebanyakan orang akan membutuhkan lebih dari satu putaran perawatan, meskipun berapa banyak siklus yang dibutuhkan sulit diprediksi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan wanita bisa berhasil dengan tiga siklus perawatan, yang lain bisa berkali-kali.

Tetapi semua orang mungkin setuju bahwa mencoba lebih dari satu siklus tidak layak secara finansial, kata Dr. Lucie Schmidt, Ph.D., seorang profesor ekonomi di Williams College di Massachusetts.

“Kurangnya asuransi memberi tekanan tambahan pada wanita untuk mentransfer banyak embrio, yang kemudian dapat menyebabkan kelahiran kembar yang mahal dan berisiko,” ucapnya

Baca Juga: Deteksi Awal Masalah Infertilitas, Jangan Takut Datang ke Klinik IVF

3. Buat Rencana Keuangan

biochemistry-biology-blue-2280568.jpg
Foto: biochemistry-biology-blue-2280568.jpg

Foto: pixabay.com

Membuat perencanaan finansial termasuk ke dalam cara menghemat biaya IVF akan sangat membantu untuk menetapkan tujuan finansial dan perawatan dengan pasangan dan dokter.

Diskusikan, misalnya, berapa banyak IUI yang mungkin dicoba sebelum beralih ke IVF.

Selain itu, berapa banyak siklus IVF yang akan dijalani sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya, seperti menggunakan donor telur, donor sperma atau pengganti.

Setiap langkah progresif dapat menghabiskan lebih banyak uang, jadi penting untuk menganggarkan untuk itu.

Collura menyarankan bertanya pada diri sendiri, mencatat tolok ukur untuk mengevaluasi dan memutuskan langkah selanjutnya.

Dia mengatakan bahwa membiayai pembangunan keluarga adalah masalah besar bagi banyak pasangan, dan jika tidak hati-hati, itu dapat mengganggu perjalanan dan hubungan banyak pasangan.

Baca Juga: Ini Kekhawatiran yang Biasanya Dihadapi Pasangan Saat akan Memulai Program Hamil

4. Jangan Takut Berhenti Meski Belum Berhasil

glove-health-healthcare-236432.jpg
Foto: glove-health-healthcare-236432.jpg

Foto: pixabay.com

Orang terkadang beristirahat di antara perawatan karena alasan keuangan, fisik, atau emosional.

Sementara kualitas telur di dalam tubuh tidak pernah meningkat seiring waktu, menurut Dr. Eric Forman, MD, direktur medis dan laboratorium Pusat Kesuburan Universitas Columbia, menunggu selama enam bulan atau kurang dapat menjadi "aman dan masuk akal" bagi banyak orang. pasien.

"Kadang-kadang asuransi berubah dan lebih baik menunggu rencana baru," kata Dr. Forman. Orang lain mungkin perlu istirahat karena alasan medis, atau untuk mengambil liburan yang mereka rencanakan sebelum transfer embrio.

"Kadang-kadang orang hanya perlu istirahat dan secara emosional dapat mengisi ulang untuk upaya lain setelah beberapa bulan," kata Dr. Forman.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility pada tahun 2018, wanita Afrika-Amerika membutuhkan waktu setahun lebih lama untuk mencari pengobatan infertilitas, dan perawatannya bisa 14 persen kurang berhasil daripada untuk pasien kulit putih.

Nah, itulah 4 cara menghemat biaya IVF yang bisa Moms coba. Semangat selalu, ya, Moms!

Baca Juga: Apa Hubungan Antara Ejakulasi Dini dan Infertilitas Pada Pria?

(TPW/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.