30 Maret 2018

Cara Tepat Menstimulasi IQ, EQ, dan SQ Balita Agar Optimal

Kecerdasan anak perlu seimbang, ikuti cara mudah menstimulasinya

Sedari dulu tak sedikit orang tua yang lebih menekankan akan pentingnya kecerdasan intelektual (IQ) ketimbangan kecerdasan yang lain.

Banyak yang mempersepsikan bahwa IQ posisi lebih tinggi daripada unsur kecerdasan yang lain. Bahwa dengan IQ tinggi, masa depan akan lebih cerah.

Padahal, untuk mencapai kesuksesan hidup, tidak hanya membutuhkan IQ. Akan tetapi butuh keseimbangan dengan unsur kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). 

Penelitian juga menyebutkan bahwa EQ dan SQ juga memberikan kontribusi yang sama besar terhadap proses belajar anak.  Karena itu, wacana tentang IQ, EQ dan SQ ini menjadi perhatian yang besar. Pasalnya, proses pembelajaran seorang anak perlu melibatkan ketiga aspek tersebut.

Tentu hal yang menggembirakan bila diketahui anak memiliki IQ yang tinggi.

Namun, tidaklah cukup bila mengandalkan satu kecerdasan saja sebagai bekal di masa depan. Perlu diimbangi dengan unsur kecerdasan yang lain. Inilah beberapa contoh bila tidak terjadi keseimbangan dari ketiga kecerdasan tersebut. 

Jika seorang anak sangat cerdas, mungkin dia akan menjadi egois. Jika seorang anak sangat emosional, dia dapat mengalami depresi. Pun, jika seorang sangat spiritual,  dia mungkin tak tertarik dengan dunia materialistis.

Jadi, tanggung jawab kita sebagai orang tua adalah mengasuh, mendidik dan membesarkan anak dengan cara mengasah seluruh kecerdasannya.

Lalu, bagaimana cara mengoptimalkan IQ, SQ, dan EQ anak, yuk kita kupas satu per satu: 

IQ (Intelligence Quotients)

Kecerdasan intelektual atau kognitif ini meliputi pemahaman, perencanaan, pembelajaran, pemikiran, gagasan, pemecahan masalah, penggunaan bahasa dan banyak lagi. Orang tua sangat berperan penting dalam membantu meningkatkan IQ anak.

Misalnya, menjalin komunikasi yang baik untuk mengasah keterampilan berbicara atau berbahasa anak. Selain itu, kita bisa mengenalkan beragam warna, bentuk, dan pengetahuan lain melalui buku, seperti tentang dunia binatang, bunga, cuaca dan sebagainya.

Berikan pula media untuk mengasah kreativitas anak. Misalnya, kertas warna-warni. Kemudian, biarkan anak memecahkan masalah yang dihadapi sendiri, mulai dari paling sederhana. Misalnya, bila bajunya basah terkena air, apa yang harus dilakukan? Nah, hal-hal tersebut akan mengembangkan kemampuan kognitif anak.

Ya, dalam mengasah kecerdasan intelektual, kita bisa mengajak atau ‘menantang’ anak dengan hal-hal baru. Biarkan ia menjelajah kemampuan intelektual, namun tetap dalam koridor tidak terlalu percaya diri dan terus memperbaiki diri setiap hari.

Baca Juga ; Apakah Balita Anda Termasuk Anak Jenius? Yuk Intip Cara Mengetahuinya

EQ (Emotional Quotients)

EQ adalah kecerdasan emosional di mana anak belajar untuk memahami perasaan orang lain, memberi motivasi, mengendalikan emosi dan memiliki kemampuan memecahkan masalah.

EQ dapat ditingkatkan melalui pola asuh seperti memberi edukasi bagaimana bertahan pada situasi sulit, bersikap keras dan mengendalikan emosi. Kita bisa mengajarkan anak untuk belajar tentang perasaan bahagia, sedih, sensitif, bahkan tentang ketangguhan.

Beri anak kesempatan untuk belajar mengendalikan pikirannya melalui aktivitas sehari-hari. Yang terpenting adalah selalu memberikan pemikiran positif. Keyakinan dan bersikap positif mengantarkan anak menjadi sukses.

Baca juga: Sekolah Terlalu Mudah Bagi Anak? Jangan-jangan Anak Mama Berbakat

SQ (Spiritual Quotients)

SQ adalah sebuah unsur kecerdasan dalam konteks yang luas. SQ berperan penting untuk fungsi IQ dan EQ secara efektif. Kecerdasan spiritual membuat setiap individu memahami bahwa setiap tindakan adalah ibadah.

Dengan demikian, orang tua harus mendidik anak dengan agama sejak dini.

Ada berbagai stimulasi yang bisa dilakukan. Misal, untuk mengasah SQ, kita bisa perkenalkan anak dengan Tuhan melalui cerita dan aktivitas ritual sehari-hari. Dia belajar tentang keimanan dan sebagainya. 

Alhasil, pencapaian akan sempurna jika IQ, EQ dan SQ anak berkembang secara proporsional sehingga tercipta mental yang kuat.

Dan tentu saja tujuan akhirnya adalah agar anak memiliki keseimbangan secara intelektual, psikologis dan spiritual.

Baca Juga : Bayi Cerdas Sejak dalam Kandungan? Ini Tipsnya!

Bagaimana pendapat Moms terkait hal ini?

(HIL)

Sumber: kokoru.co.id, mycity4kids.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.