Kesehatan

5 Desember 2019

Ciri-ciri Anak dan Hewan yang Terkena Rabies

Kenali ciri rabies untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Rabies adalah zoonosis, penyakit yang disebarkan dari hewan ke manusia, yang bersifat hampir selalu fatal. Ciri-ciri anak rabies awalnya seperti flu, namun bisa berkembang dengan cepat menjadi lumpuh dan berujung pada kematian.

Virus rabies bernama Rabies lyssavirus dan termasuk dalam keluarga Rhabdoviridae. Virus ini dapat menginfeksi hampir semua hewan berdarah hangat, seperti:

  • Sigung
  • Rakun
  • Rubah
  • Coyote (semacam anjing hutan)
  • Kera
  • Kelelawar

Hewan-hewan liar tersebut juga bisa menginfeksi hewan ternak seperti kuda dan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Baca Juga: Rabies Meluas di NTB, Mengapa Bisa Terjadi?

Penyebaran Virus Rabies

ciri-ciri anak rabies

Foto: encrypted-tbn0.gstatic.com

Rabies menyebar saat virus di air liur hewan masuk ke tubuh manusia lewat gigitan atau jilatan di luka (misalnya lecet, bekas garukan, tergores, atau luka terbuka) serta selaput lendir (mulut, hidung, mata, anus, dan kelamin). Bekas cakaran hewan yang terinfeksi juga berbahaya karena hewan-hewan tadi suka menjilat cakar mereka.

Penularan dari orang ke orang juga bisa terjadi melalui liur dan transplantasi kornea mata.

Virus rabies tidak masuk ke dalam aliran darah, melainkan ke saraf dan menuju otak. Jadi, rabies tidak terdeteksi lewat pemeriksaan darah.

''Hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa mendiagnosa ciri-ciri anak rabies secara dini sebelum muncul gejala klinisnya,'' aku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Baca Juga: Selain Anjing, 3 Hewan Ini Juga Bisa Menyebarkan Rabies

Kasus Rabies di Indonesia dan Dunia

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies mengakibatkan kematian lebih dari 50.000 jiwa manusia setiap tahunnya di seluruh dunia. Sekitar 95% kasus terjadi di Asia dan Afrika. Hanya Antartika benua yang terbebas dari rabies.

Rabies sangat jarang terjadi di Amerika Utara dan Eropa karena sudah dilakukan langkah pengendalian seperti vaksinasi sistematik terhadap hewan domestik serta kampanye vaksinasi massal terhadap hewan liar. Manjurnya imunisasi yang diberikan pasca terinfeksi rabies (PEP), dan program edukasi juga berpengaruh pada rendahnya angka rabies di negara maju.

Di Indonesia, pemerintah sudah menandatangani deklarasi ASEAN Bebas Rabies 2020. Tapi, menurut data Kemenkes RI, sampai akhir 2016 baru sembilan provinsi yang terbebas dari virus rabies.

Jenis Rabies Berdasarkan Keganasannya:

  • Rabies ganas: muncul tanda hiperaktivitas, perilaku gembira, takut air (hidrofobia), dan kadang takut terbang (aerofobia). Setelah beberapa hari, jantung berhenti berdetak dan terjadi kematian.
  • Rabies tenang: tidak sedramatis rabies ganas dan biasanya berlangsung lebih lama. Otot perlahan menjadi mati rasa dimulai dari area bekas gigitan. Kemudian, anak yang terkena rabies mengalami koma dan pada akhirnya kematian. Prevalensi jenis rabies ini hanya 30%, namun sering salah didiagnosis.

Baca Juga: Gara-Gara Memegang dan Tercakar Kelelawar Rabies, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia

Ciri-ciri Anak Rabies

ciri-ciri anak rabies

Foto: encrypted-tbn0.gstatic.com

Setelah digigit, waktu yang dibutuhkan sampai gejala muncul biasanya 1-3 bulan. Namun, periode inkubasi tersebut bisa lebih cepat (kurang dari seminggu) jika gigitan berada di wajah dan lebih lambat (lebih dari setahun) jika mengenai kaki.

Gejala rabies dibagi menjadi empat stadium, yakni:

  1. Prodomal (awal): mirip infeksi virus lainnya atau flu, yakni demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, mual dan muntah, dan sebagainya.
  2. Sensoris (kedua): nyeri, kebas, panas, geli, gatal, atau menusuk-nusuk di daerah bekas gigitan, gugup dan gelisah, serta keluar keringat, air liur, dan air mata berlebih
  3. Eksitasi (ketiga): kaget-kaget setiap ada rangsangan dari luar, kejang-kejang, sulit menelan karena takut air, bahkan juga takut angin dan takut cahaya.
  4. Paralitik (akhir): kelumpuhan dari bawah ke atas yang sangat cepat, kemudian terjadi koma dan berakhir dengan kematian

Namun tahapan tadi seringkali sulit dibedakan karena durasi sakit sangat singkat.

Baca Juga: 3 Langkah Pertolongan Pertama ketika Digigit Anjing Rabies

Ciri Hewan yang Terinfeksi Rabies

ciri-ciri anak rabies

Foto: missionrabies.com

Anjing yang menggigit biasanya akan diobservasi selama 10-14 hari setelah insiden penggigitan untuk melihat tanda sakit, perubahan perilaku, kelesuan, dan sebagainya. Jika ditemukan gejala, hewan tersebut harus dibunuh dan otaknya diperiksa.

Perubahan perilaku yang terjadi pada hewan yang terinfeksi rabies di antaranya:

  • Mencari tempat yang dingin dan menyendiri
  • Agresif, menggigit benda-benda yang bergerak termasuk pemiliknya
  • Memakan benda yang biasanya bukan makanannya
  • Hiperseksual
  • Mengeluarkan air liur berlebihan
  • Kejang
  • Lumpuh
  • Mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda tadi terlihat

Baca Juga: Moms Wajib Tahu! Ini 5 Pertolongan Pertama Saat Anak Digigit Anjing

Sebaiknya tak perlu menunggu ciri-ciri anak terkena rabies muncul. Langsung bawa Si Kecil ke dokter jika ia terkena gigitan hewan-hewan di atas.

EMA

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait