26 Juli 2022

Comtusi Sirup, Mengatasi Batuk dengan Mengencerkan Dahak dan Melegakan Saluran Napas

Efektif meredakan batuk kering dan berdahak

Comtusi sirup adalah obat umum dikonsumsi guna meredakan gejala pada penderita batuk kering dan berdahak.

Manfaat tersebut didapat dari bahan aktif berupa oxomemazine dan guaifenesin yang bekerja dengan melonggarkan saluran pernapasan.

Bahan aktif tersebut juga dapat mencairkan dahak, sehingga tidak menyumbat saluran pernapasan.

Ini membuat penderita menjadi lebih mudah bernafas. Comtusi sirup juga dapat digunakan untuk mengatasi batuk akibat bronkitis dan emfisema.

Penggunaan tidak dapat sembarangan dan hanya dilakukan sesuai resep dari dokter.

Baca juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Keterangan Comtusi Sirup

Pilek
Foto: Pilek (Orami Photo Stocks)

Foto: Pilek (Orami Photo Stock)

Comtusi sirup termasuk ke dalam golongan obat keras yang digunakan sebagai terapi untuk mengatasi batuk dan pilek.

Di dalamnya terkandung 1.65 miligram oxomemazine dan 33.3 miligram guaifenesin.

Obat dijual dalam satuan botol berukuran 60 dan 100 mililiter yang dibanderol dengan harga Rp35.000 hingga Rp80.000.

Dosis Penggunaan Comtusi Sirup

Dosis yang diberikan tergantung dari penyakit yang dialami.

Selain itu, dokter akan menyesuaikan dengan usia, intensitas keparahan gejala, dan kondisi kesehatan penderita.

Ini dosis umum penggunaan obat yang disarankan:

  • Anak berusia 2 hingga 6 tahun (10 hingga 20 kilogram). Sebanyak 5 mililiter, 2 hingga 3 kali per hari.
  • Anak berusia 6 hingga 10 tahun (20 hingga 30 kilogram). Sebanyak 10 mililiter, 2 hingga 3 kali per hari.
  • Anak berusia 10 hingga 12 tahun (30 hingga 40 kilogram). Sebanyak 10 mililiter, 3 hingga 4 kali per hari.
  • Dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun (lebih dari 40 kilogram). Sebanyak 10 mililiter, 4 kali per hari

Penggunaan pada Ibu Hamil

Obat ini diklasifikasikan ke dalam kategori C. Ini menunjukkan efek samping pada janin setelah digunakan oleh ibu hamil.

Terkait dengan penggunaan obat selama masa kehamilan, ini boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.

Obat tidak boleh dikonsumsi selama trimester ketiga atau mendekati waktu persalinan.

Pasalnya, obat menunjukkan risiko pada janin manusia. Ini dapat menyebabkan masalah serius hingga mengancam jiwa.

Peringatan Sebelum Menggunakan Comtusi Sirup

Disarankan untuk memahami cara penggunaan obat, dosis, dan efek samping setelah penggunaan.

Ini dilakukan untuk meminimalisir risiko efek samping dan menunjang fungsi obat agar dapat mengatasi gangguan kesehatan yang dialami.

Jika belum benar-benar memahami, disarankan untuk bertanya lebih lanjut dengan dokter atau apoteker guna meminimalisir kesalahan informasi.

Tidak disarankan untuk menambah, mengurangi, dan menghentikan obat tanpa pengawasan dokter.

Ingat, comtusi sirup adalah obat golongan keras, sehingga tidak dapat dikonsumsi sembarangan.

Diskusikan pada dokter jika menderita masalah pada organ hati, ginjal, dan jantung sebelum menggunakan obat.

Beritahu juga jika sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui.

Baca juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Petunjuk Penggunaan Comtusi Sirup

minum obat
Foto: minum obat (Shutterstock.com)

Foto: Minum Obat (Orami Photo Stock)

Konsumsi obat sesuai petunjuk penggunakan dapat menunjang efektivitas obat. Berikut ini yang perlu diperhatikan:

  • Obat digunakan setelah atau sebelum makan menggunakan air putih.
  • Obat dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada label kemasan.
  • Obat digunakan dengan jarak 12 jam dari dosis satu ke dosis lainnya jika dikonsumsi sebanyak 2 dosis.
  • Obat digunakan dengan jarak 6 hingga 8 jam dari dosis satu ke dosis lainnya jika dikonsumsi sebanyak 3 dosis.
  • Obat disarankan dikonsumsi di jam yang sama setiap hari guna memaksimalkan kinerja obat dalam mengatasi gangguan.
  • Obat tidak boleh dikonsumsi dalam dosis ganda meski jam sudah terlewat.

Kelompok Berisiko yang Tidak Disarankan Mengonsumsi Obat

Comtusi sirup dapat meningkatkan risiko efek samping jika dikonsumsi dengan obat-obatan lain.

Ini dapat memicu kontraindikasi jika digunakan oleh kelompok tertentu.

Penggunakan pada penderita berikut ini perlu kehati-hatian dan perhatian khusus dari dokter:

  • Glaukoma, yaitu kerusakan pada saraf mata akibat tekanan berlebihan di dalam bola mata.
  • Ileus paralitik, yaitu keadaan abnormal yang terjadi akibat hambatan atau kelumpuhan pada pergerakan usus.
  • Adenoma prostatik, yaitu bentuk kanker ganas yang tumbuh pada kelenjar prostat.
  • Stenosis pilorus, yaitu penyempitan pada pilorus atau bagian yang menghubungkan lambung dengan usus dua belas jari (duodenum).
  • Myasthenia, yaitu kelemahan pada otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot.
  • Asma, yaitu penyakit kronis di saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak akibat peradangan dan penyempitan pada saluran napas.

Cara Tepat Menyimpan Obat

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, comtusi sirup juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Namun, pelajari lebih lanjut bagaimana tips aman membuang produk obat karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.
  • Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, Moms bisa tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Baca juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Efek Samping Comtusi Sirup

sakit perut bagian tengah
Foto: sakit perut bagian tengah (Orami Photo Stock)

Foto: Sakit Perut (Orami Photo Stock)

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat adalah:

Tidak semua pengguna mengalami efek samping setelah menggunakan comtusi sirup.

Apabila merasakan efek samping yang parah dan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter.

  • https://www.combiphar.com/en/product/comtusi-r-syrup#:~:text=Comtusi%20is%20available%20on%20medical,to%20allergies%2C%20cough%20with%20phlegm
  • https://go.drugbank.com/drugs/DB13820
  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682494.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb