15 Juli 2022

Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Bisa dikonsumsi bagi Moms yang merencanakan kehamilan

Anelat termasuk ke dalam golongan suplemen yang mengandung asam folat.

Suplemen ini bisa dikonsumsi oleh bumil, busui, dan wanita yang tengah merencanakan kehamilan.

Terkait dengan serba-serbi penggunaan suplemen, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Silex, Obat dari Ramuan Herbal untuk Mengencerkan Lendir

Keterangan Suplemen Anelat

ibu hamil
Foto: ibu hamil (istockphoto)

Foto Ibu Hamil Minum Suplemen (istockphoto.com)

Suplemen ini termasuk ke dalam golongan obat bebas yang bisa didapatkan dengan mudah di apotek.

Di dalamnya, terkandung 1.000 mikrogram asam folat sebagai zat aktif.

Obat tersedia dalam bentuk kaplet yang dijual per strip.

Perlu diketahui, 1 strip berisi 10 kaplet dan dibanderol dengan harga Rp20.000 hingga Rp40.000.

Kegunaan Suplemen Anelat

Bahan aktif asam folat di dalam suplemen termasuk jenis vitamin B kompleks (vitamin B9).

Jenis vitamin ini ditemukan secara alami dalam sayur dan buah-buahan.

Jika asupannya tidak dapat terpenuhi dari makanan, Moms bisa mengonsumsi suplemen untuk mencukupi asupan dalam tubuh.

Misalnya, kehamilan.

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan asam folat guna mendung tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Asam folat berfungsi untuk menunjang pembentukan sel darah merah hingga mencegah cacat tabung saraf pada janin.

Selain itu, asam folat memiliki banyak manfaat lain, termasuk:

  • Mencegah defisiensi folat selama masa kehamilan.
  • Memenuhi kebutuhan asam folat pada trimester awal kehamilan.
  • Mengatasi anemia akibat defisiensi folat.
  • Mencegah kelainan akibat kurangnya folat, seperti bibir sumbing dan anemia megaloblastik.

Baca Juga: Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil

Dosis Penggunaan Suplemen

Dosis penggunaan akan disesuaikan dengan gangguan kesehatan, berat badan, usia, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Perhatikan juga dosis yang tertera dalam kemasan.

Jangan mengurangi atau melebihkan dosis tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Berikut ini dosis umum penggunaan suplemen:

  • Mengatasi defisiensi asam folat. 1 kali per hari, sebanyak 250 hingga 1.000 mikrogram.
  • Mencegah kelainan pada janin. 1 kali per hari, sebanyak 400 mikrogram.
  • Riwayat kelainan tabung saraf. 1 kali per hari, sebanyak 4 miligram. Gunakan selama bulan pertama kehamilan.
  • Mengatasi anemia. 1 kali per hari, sebanyak 400 hingga 800 mikrogram.

Petunjuk Penggunaan Suplemen

Penggunaan yang tepat disesuaikan berdasarkan arahan dokter dan petunjuk pada kemasan.

Berikut ini petunjuk penggunaan suplemen yang tepat:

  • Digunakan bersamaan atau setelah makan.
  • Dikonsumsi dalam bentuk utuh. Jangan menghancurkan atau mengunyah.
  • Jika tidak sengaja menggunakan suplemen melebihi dosis, segera diskusikan hal ini dengan dokter.

Baca Juga: Sanmag, Obat Antasida untuk Turunkan Asam Lambung Berlebih

Cara Tepat Menyimpan Suplemen

asam folat
Foto: asam folat (istockphoto)

Foto Asam Folat (istockphoto.com)

Sama halnya dengan penggunaan suplemen lainnya, anelat juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan:

  • Suplemen seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Suplemen tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Suplemen tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Suplemen tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Suplemen harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Namun, pelajari lebih lanjut bagaimana tips aman membuang produk suplemen karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • a tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Suplemen tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.
  • Berkaitan dengan tata cara pembuangan suplemen yang aman, Moms bisa tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Interaksi Suplemen Terhadap Obat

Interaksi dapat terjadi ketika suplemen dikonsumsi bersamaan dengan jenis obat lainnya.

Hal tersebut menyebabkan penurunan keefektivitasan obat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Sebaiknya hindari penggunaan suplemen dengan beberapa jenis obat berikut ini:

  • Fosphenytoin
  • Methotrexate
  • Phenobarbital
  • Phenytoin
  • Primidone
  • Pyrimethamine

Moms juga disarankan memberitahu dokter jika sedang mengonsumsi jenis obat lainnya, termasuk vitamin dan obat herbal.

Ini dilakukan guna menurunkan risiko terjadinya efek samping.

Jangan konsumsi alkohol selama penggunaan, karena berisiko membahayakan janin.

Baca Juga: 5 Makanan Pengganti untuk Alergi Makanan pada Ibu Hamil

Peringatan dan Perhatian sebelum Menggunakan

Penggunaan suplemen anelat memang diperbolehkan tanpa sepengetahuan dokter.

Namun, Moms perlu memperhatikan beberapa poin berikut ini:

  • Suplemen tidak boleh digunakan pada penderita hipersensitif pada asam folat dan kandungan lainnya.
  • Suplemen tidak disarankan dipergunakan oleh penderita anemia.
  • Suplemen tidak dapat dapat digunakan untuk mengatasi anemia defisiensi B12 dan anemia megaloblastik.
  • Suplemen aman digunakan selama masa kehamilan dan tidak menunjukkan adanya efek samping setelah penggunaan.
  • Suplemen aman digunakan pada ibu menyusui. Kandungan asam folat menyerap dalam ASI dan aman jika tidak sengaja tertelan oleh bayi.
  • Suplemen ampuh mencegah overdosis asam folat jika digunakan dalam kisaran dosis yang tepat.
  • Suplemen tidak disarankan dikonsumsi dalam jangka panjang, karena meningkatkan risiko efek samping.

Baca Juga: 15+ Makanan yang Mengandung Asam Folat, Menyehatkan Janin!

Efek Samping setelah Penggunaan

ibu hamil diare
Foto: ibu hamil diare (istockphoto)

Foto Ibu Hamil Diare (istockphoto.com)

Meski relatif aman digunakan, beberapa pengguna berisiko mengalami efek samping setelahnya.

Berikut ini beberapa efek samping yang umum dialami:

Efek samping penggunaan anelat mungkin berbeda-beda pada setiap pasien.

Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping tersebut.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikan pada dokter kandungan atau apoteker.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.