30 Mei 2022

Sanmag, Obat Antasida untuk Turunkan Asam Lambung Berlebih

Ampuh mengatasi gangguan pencernaan!

Sanmag adalah obat mengandung antasida yang dapat digunakan untuk mengatasi sejumlah gangguan pencernaan akibat kelebihan asam lambung.

Kandungan tersebut efektif menetralkan asam di perut dan gejala gangguan pencernaan lain hanya dalam beberapa jam.

Obat ini bekerja dengan mengurangi gejala, tetapi tidak dapat mengobati penyebab yang mendasari.

Penggunaan obat juga tidak dianjurkan dalam jangka panjang, karena dapat memicu gangguan kesehatan lain.

Sanmag adalah obat bebas yang dapat dibeli dan dikonsumsi tanpa resep dokter, dan tersedia dalam dua bentuk, yaitu cair dan tablet.

Baca Juga: Otopain, Obat Tetes Telinga untuk Atasi Masalah Infeksi

Kegunaan Obat Sanmag

Sakit perut
Foto: Sakit perut

Foto: Orami Photo Stock

Sanmag memiliki sejumlah kandungan baik yang dapat mengatasi gejala gangguan pencernaan.

Beberapa kandungan tersebut, yaitu:

  • Magnesium trisilicate
  • Koloid aluminium hydroxide
  • Papaverine HCl
  • Chlordiazepoxide HCl
  • Vitamin B1
  • Vitamin B2
  • Vitamin B6
  • Vitamin B12
  • Niacinamide
  • Calcium pantothenate
  • Simethicone

Melansir dari National Health Service UK, kandungan antasida dapat mengatasi gangguan kesehatan berikut ini:

Obat bekerja dalam beberapa jam setelah dikonsumsi.

Karena penggunaan jangka panjang tidak disarankan, diskusikan dengan dokter jika memerlukan dosis konsumsi secara teratur.

Sesuaikan dosis konsumsi yang tertera dalam label kemasan obat.

Jangan konsumsi melebihi dosis yang disarankan.

Cara Kerja Sanmag

Manfaatnya dapat dirasakan secara efektif karena kandungan di dalamnya.

Berikut ini penjelasannya masing-masing:

Magnesium Trisilicate

Magnesium trisilicate adalah senyawa organik yang bekerja menaikkan pH cairan lambung dengan netralisasi.

Proses tersebut menghasilkan koloid silika yang dapat melapisi mukosa lambung dan saluran pencernaan, sehingga memberikan perlindungan dari asam lambung.

Baca Juga: Inpepsa (Obat Asam Lambung): Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Koloid Aluminium Hydroxide

Koloid aluminium hydroxide adalah senyawa anorganik yang bekerja dengan menghasilkan aluminium klorida dan air.

Gabungan keduanya dapat menetralkan asam lambung yang berlebih.

Hal yang perlu diwaspadai adalah efek samping penggunaan berupa konstipasi, sehingga penggunaannya terkadang dikombinasikan dengan magnesium.

Papaverine HCl

Papaverine HCI adalah obat anti spasme yang berperan sebagai vasodilator.

Vasodilator adalah obat yang bekerja dengan merelaksasi otot pembuluh darah untuk membantu melancarkan aliran darah.

Aliran darah yang lancar dapat membantu mengurangi beban kerja organ jantung dalam memompa darah.

Selain itu, kandungan tersebut juga berperan sebagai pelumas otot polos pencernaan, sehingga gejala gangguan pencernaan dapat diatasi.

Chlordiazepoxide HCl

Chlordiazepoxide HCI adalah obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan dan penarikan alkohol akut.

Kandungan tersebut juga digunakan untuk menghilangkan rasa takut dan kecemasan sebelum operasi.

Obat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut benzodiazepin yang bekerja pada otak dan saraf (sistem saraf pusat) untuk menghasilkan efek menenangkan.

Kandungan tersebut bekerja dengan meningkatkan efek bahan kimia alami dalam tubuh (GABA).

Vitamin B1

Vitamin B1, thiamin, atau tiamin, memungkinkan tubuh menggunakan karbohidrat sebagai energi.

Kandungan tersebut penting untuk metabolisme glukosa, dan memainkan peran kunci dalam fungsi saraf, otot, dan jantung.

Vitamin B1 adalah vitamin yang larut dalam air, seperti semua vitamin B kompleks.

Dalam mengatasi gangguan pencernaan, vitamin ini membantu pencernaan pengidap yang tidak mampu mencerna akibat kandungan antasida.

Vitamin B2

Melansir dari Medical News Today, vitamin B2 atau riboflavin adalah salah satu dari delapan vitamin B yang penting untuk kesehatan manusia.

Vitamin ini bekerja dengan memecah komponen makanan, menyerap nutrisi lain, dan memelihara jaringan.

Vitamin B2 membawa seluruh limbang yang tidak diperlukan dan dikeluarkan dari dalam tubuh dalam bentuk urine.

Vitamin B6

Melansir dari Harvard T.H. Chan, vitamin B6 dapat membantu meringankan gangguan pencernaan, seperti mual pada ibu hamil.

Gunanya dalam membantu proses metabolisme dapat menunjang kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Vitamin B12

Sistem pencernaan membutuhkan vitamin B12 untuk membantu meningkatkan kesehatan usus.

Jika mengalami masalah pencernaan, seperti diare, mual, dan kram, kemungkinan seseorang kekurangan asupan vitamin B12.

Niacinamide

Kandungan niacinamide dapat membantu memecah nutrisi seperti karbohidrat dan lemak menjadi energi.

Jika seseorang kekurangan niasin, mereka mungkin mengalami kesulitan mencerna makanan, yang berisiko mengalami masalah pencernaan.

Ca Pantothenate

Asam pantotenat membantu mengubah makanan menjadi energi.

Kandungan tersebut juga diperlukan untuk membuat asam lemak dan hormon penting, guna menunjang kesehatan otot dan sistem pencernaan.

Simethicone

Melansir dari Mayo Clinic, simethicone digunakan untuk meredakan gejala akibat terlalu banyak gas di perut dan usus.

Obat bekerja dengan menurunkan volume gas dalam pencernaan.

Jadi, membuatnya lebih mudah dikeluarkan saat kentut atau sendawa.

Kandungan tersebut efektif digunakan untuk meredakan kembung.

Baca Juga: Ketahui Renalyte, Larutan Steril untuk Gantikan Cairan Tubuh yang Hilang

Dosis Konsumsi Sanmag

Dosis penggunaan disesuaikan pada kondisi masing-masing penderita dan intensitas keparahan penyakit.

Dalam dosis tablet 10 miligram, ini dosis umum yang direkomendasikan untuk mengatasi sejumlah gejala gangguan pencernaan:

  • Orang dewasa. Dalam bentuk cair sebanyak 5-10 mililiter atau 1-2 sendok takar, 3-4 kali sehari. Dalam bentuk tablet sebanyak 1- 2 per hari.
  • Anak-anak. Dosis langsung diberikan oleh dokter.

Apakah Penggunaan pada Bumil Diperbolehkan?

Sanmag mengandung chlordiazepoxide HCl yang termasuk kategori D untuk ibu hamil.

Dengan kata lain, penggunaannya pada ibu hamil dapat menimbulkan risiko pada janin.

Pada ibu menyusui, sejumlah bahan aktif dapat mengontaminasi ASI, sehingga sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Obat Asam Lambung Xepazym, Catat Dosis dan Efek Sampingnya

Efek Samping Penggunaan Sanmag

muntah.jpg
Foto: muntah.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari National Health Service UK, antasida tidak memiliki efek samping jika hanya dikonsumsi sesekali dan pada dosis yang dianjurkan.

Namun, beberapa pengguna dapat mengalami efek samping umum, seperti:

Bicaralah dengan tim medis jika sejumlah efek samping tidak membaik atau justru memburuk seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Hydromamma untuk Promil, Amankah untuk Dikonsumsi?

U.S. FOOD & DRUS ADMINISTRATION mengeluarkan peringatan tentang risiko yang terkait dengan antasida dengan kandungan aspirin.

Ada risiko pendarahan serius bagi pengguna yang berusia di atas 60 tahun atau seseorang yang memiliki riwayat sakit maag atau masalah pendarahan.

Jadi, konsumsi secara bijak agar manfaatnya efektif dirasakan oleh tubuh.

  • https://www.nhs.uk/conditions/antacids/
  • https://www.fda.gov/drugs/news-events-human-drugs/bleeding-risk-using-otc-antacids-contain-aspirin
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/antacids#side-effects
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sanmag?type=brief&lang=id
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/simethicone-oral-route/description/drg-20068838

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.