Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
11 Mei 2022

Otopain, Obat Tetes Telinga untuk Atasi Masalah Infeksi

Mengandung antibiotik, analgetik, dan anti radang
Otopain, Obat Tetes Telinga untuk Atasi Masalah Infeksi

Otopain mengandung antibiotik, analgetik, dan anti radang yang efektif mengatasi sejumlah gejala infeksi telinga, seperti nyeri, gatal, bengkak, dan telinga berair.

Dosis penggunaan tergantung pada tingkat keparahan penyakit.

Umumnya, obat tetes telinga ini digunakan sebanyak 4-5 tetes sebanyak 2-4 kali per hari.

Penggunaan dari otopain harus sesuai rekomendasi dari dokter.

Untuk lebih jelasnya terkait dengan penggunaan obat, simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Mengenal Obat Thyrozol untuk Atasi Hipertiroid, Cek Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya di Sini

Manfaat Otopain

Otopain

Foto: Otopain (Halodoc)

Foto: halodoc.com

Otopain adalah obat tetes telinga yang efektif mengatasi berbagai gangguan akibat infeksi.

Hati-hati dalam menggunakannya, ya!

Obat ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti bruntusan, sensasi rasa terbakar, iritasi, gatal, dan lain-lain.

Penggunaan obat juga tidak disarankan lebih dari 1 hari, karena berisiko ototoksisitas atau gangguan fungsi pendengaran.

Kondisi tersebut mengganggu keseimbangan kinerja organ telinga akibat paparan bahan kimia yang berlebihan.

Lebih dari itu, obat juga dapat merusak telinga bagian dalam atau saraf vestibulo-koklea.

Di dalamnya terkandung antibiotik berupa polimiksin B sulfat dan neomisin sulfat dengan spektrum luas.

Analgetik dalam obat berupa lidocain HCl yang berfungsi mengurangi rasa sakit pada telinga akibat infeksi.

Otopain adalah obat resep dalam kemasan 8 mililiter yang dilengkapi dengan alat penetes telinga.

Dalam ukuran 1 mililiter, obat ini memiliki berbagai kandungan yang efektif dalam mengatasi infeksi, seperti:

  • Polimiksin B sulfat sebanyak 10,000 IU
  • Neomisin sulfat sebanyak 5 miligram
  • Fludrokortison acetat sebanyak 1 miligram
  • Lidocain HCl sebanyak 40 miligram

Cara Kerja Otopain

Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi telinga luar, seperti otitis eksterna akut dan kronis akibat bakteri.

Bakteri penyebab infeksi tersebut biasanya sensitif terhadap kandungan polimiksin dan neomisin sulfat.

Obat bekerja dengan membunuh bakteri penyebab, serta meringankan gejala rasa nyeri saat peradangan terjadi.

Keefektivitasan obat dipengaruhi oleh sejumlah bahan aktif di dalamnya, seperti:

1. Polimiksin B Sulfat

Polimiksin B sulfat adalah bahan aktif yang terbuat dari campuran polimiksin B1 dan B2 dari strain bakteri Bacillus polymyxa.

Dalam mengatasi infeksi telinga, polimiksin akan memicu kerusakan pada membran sel bakteri.

Bahan aktif ini dapat menghambat sekaligus membunuh sejumlah bakteri, seperti Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Klebsiella, Enterobacter sp., dan Neisseria sp.

Baca Juga: 9 Cara Merawat Telinga, Jangan Gunakan Cotton Buds!

2. Neomisin Sulfat

Neomisin sulfat adalah antibiotik golongan aminoglikosida.

Bahan aktif ini bekerja dengan mengikat subunit ribosom 30S bakteri.

Kondisi tersebut akan memicu kesalahan pada pembacaan transfer RNA.

Akibatnya, bakteri tidak dapat mensintesis protein, sehingga pertumbuhannya terhambat.

Sama dengan polimiksin, neomisin sulfat juga menghambat sekaligus membunuh bakteri Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Klebsiella, Enterobacter sp., dan Neisseria sp.

3. Fludrokortison Asetat

Bahan aktif ini adalah steroid adrenokortikal sintetik yang bersifat mineralokortikoid dan aktivitas glukokortikoid.

Cara kerjanya sama dengan hidrokortison yang bertindak sebagai antiinflamasi.

4. Lidocain Hidroklorida

Bahan aktif yang terakhir adalah lidocain hidroklorida.

Penggunaannya sama dengan anestesi lokal atau anestesi regional yang mampu mengatasi nyeri.

Lidocain hidroklorida memiliki efek jangka pendek yang efektif dalam mengurangi rasa sakit akibat paparan infeksi bakteri pada telinga.

Baca Juga: Neozep Forte untuk Obat Flu, Ini Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Dosis Otopain

Otopain

Foto: Otopain (freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Penggunaan obat tetes ini harus mengikuti petunjuk dari dokter.

Dosisnya dan frekuensi penggunaan akan disesuaikan berdasarkan tingkat keparahan penyakit.

Berikut ini dosis umum penggunaan otopain:

  • Diteteskan pada telinga sebanyak 4-5 tetes.
  • Dapat diberikan 2-4 kali per hari, tergantung tingkat keparahan penyakit.
  • Jangan gunakan dalam jangka waktu lebih dari 10 hari.

Baca Juga: 10 Mitos Telinga Caplang yang Masih Banyak Dipercaya

Perhatian Penggunaan

Sebelum menggunakannya, perhatikan beberapa poin berikut ini agar efek samping tidak terjadi:

  • Kandungan neomisin sulfat dapat memicu iritasi atau sensitivitas pada kulit.
  • Obat dapat memicu sensasi rasa terbakar dan menyengat jika digunakan oleh penderita membran timpani berlubang.
  • Jika infeksi tidak juga membaik setelah 1 minggu penggunaan obat, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.
  • Penggunaan obat untuk ibu hamil belum diketahui keefektivitasannya hingga kini. Jadi, diskusikan dengan dokter terlebih dulu sebelum menggunakannya.
  • Sulfit dalam obat memicu sejumlah gejala reaksi alergi, termasuk anafilaksis dan asma berat.
  • Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, obat dapat memicu pertumbuhan organisme seperti jamur.

Baca Juga: Mengenal Micardis (Obat Darah Tinggi): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Efek Samping Otopain

alergi

Foto: alergi (Shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Sama halnya dengan jenis obat yang lain, penggunaan otopain juga memicu munculnya sejumlah efek samping, seperti:

  • Sensasi rasa terbakar
  • Rasa gatal berlebihan
  • Iritasi kulit
  • Kulit menjadi kering
  • Folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut akibat infeksi bakteri
  • Hipertrikosis, yaitu pertumbuhan rambut secara berlebihan
  • Hiperpigmentasi, yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap
  • Dermatitis kontak alergi, yaitu gejala yang muncul saat kulit terpapar bahan kimia tertentu
  • Atrofi, yaitu jaringan otot yang mengecil sehingga tidak tampak seperti biasanya
  • Infeksi sekunder, yaitu infeksi yang muncul setelah infeksi pertama belum membaik
  • Striae atau stretch marks, yaitu munculnya garis-garis yang tampak seperti beruntai pada kulit
  • Miliaria atau biang keringat, yaitu gangguan kesehatan akibat tersumbatnya saluran keringat, sehingga keringat terjebak di bawah kulit

Ingat, penggunaan obat otopain sebagai tetes telinga juga dapat memicu gangguan fungsi pendengaran.

Jadi, diskusikan terlebih dulu dengan dokter sebelum menggunakannya, ya!

  • https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/fda/fdaDrugXsl.cfm?setid=ac13647f-2747-493f-a650-ede37d230cd8&type=display
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9232040/
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/antipyrine-and-benzocaine-otic-route/proper-use/drg-20061442