Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
28 April 2022

Mengenal Otomikosis, Gumpalan Putih di Dalam Telinga Pertanda Infeksi Jamur

Bisa juga ditandai dengan cairan kehijauan hingga kehitaman
Mengenal Otomikosis, Gumpalan Putih di Dalam Telinga Pertanda Infeksi Jamur

Foto: healthline.com

Moms mungkin mendapati ada gumpalan putih di dalam telinga dan meras khawatir karenanya. Jangan panik, ketahui dulu penyebab hingga pengobatan yang bisa dilakukan yuk, Moms!

Apa Itu Otomikosis?

Otomikosis adalah infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur atau sering juga disebut otitis eskterna jamur yang menyebabkan adanya gumpalan putih di dalam telinga.

Biasanya kondisi ini mengenai saluran telinga luar, dimulai dari gendang telinga hingga ke bagian luar telinga.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memengaruhi telinga tengah.

Biasanya orang yang tinggal di iklim tropis yang hangat dan mereka yang suka melakukan olahraga air lebih rentan terkena kondisi yang satu ini.

Gejala Otomikosis

gumpalan putih di telinga

Foto: gumpalan putih di telinga (Halodoc.com)

Foto: Orami Photo Stock

Adapun selain ditandai dengan adanya gumpalan putih di dalam telinga, berikut beberapa gejala otomikosis.

  • Rasa sakit
  • Gatal
  • Peradangan
  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Kulit terkelupas
  • Telinga berdenging
  • Rasa penuh di telinga
  • Keluar cairan dari telinga
  • Gangguan pendengaran

Biasanya tanda utamanya memang adanya kotoran telinga dengan warna yang berbeda. Mulai dari putih, kuning, hitam, abu-abu, hingga hijau.

Baca Juga: 9 Cara Merawat Telinga, Jangan Gunakan Cotton Buds!

Penyebab Otomikosis

gumpalan putih di telinga

Foto: gumpalan putih di telinga (vikramenthospital.com)

Foto: Orami Photo Stock

Otomikosis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur. Beberapa jenis jamur yang dapat menyebabkan infeksi ini.

Namun, sebagian besar infeksi yang membuat adanya gumpalan putih di dalam telinga ini disebabkan oleh jamur spesies Aspergillus atau Candida.

Pada dasarnya setiap hari manusia bersentuhan dengan jamur, tetapi mungkin tidak menimbulkan masalah apa pun.

Akan tetapi, ketika sistem kekebalan tubuh sedang lemah, infeksi ini bisa dengan mudah terjadi.

Selain itu, orang yang tinggal di iklim tropis juga lebih mungkin mengalami kondisi ini karena jamur tumbuh subur di tempat yang hangat dan lembap.

Adapun beberapa faktor risiko lainnya, yaitu:

  • Adanya trauma oada telinga akibat alat bantu dengar atau cotton bud.
  • Memiliki kondisi kulit kronis, seperti eksim.
  • Menderita diabetes melitus.
  • Aktif melakukan olahraga air termasuk berenang atau berselancar.
  • Berenang di air yang terkontaminasi.
  • Kurangnya serumen atau kotoran telinga yang bantu menekan pertumbuhan bakteri atau jamur.

Baca Juga: 8 Langkah Pertolongan Pertama Sakit Telinga pada Anak Jika Kuping Si Kecil Mengalami Infeksi

Diagnosis Otomikosis

Jika Moms merasakan sakit dan keluar cairan di salah satu atau kedua telinga, segera pergi ke dokter.

Moms mungkin memerlukan obat-obatan untuk mengatasi penyebab dan gejalanya.

Biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Moms dan melakukan pemeriksaan telinga untuk mendiagnosis penyebab gumpalan putih di dalam telinga ini.

Dokter kemungkinan akan menggunakan otoskop yang merupakan perangkat khusus dengan lampu untuk melihat ke dalam telinga dengan lebih jelas, mulai dari saluran hingga gendang telinga.

Dokter juga biasanya akan mengambil sampel kotoran atau cairan pada telinga untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan Otomikosis

gumpalan putih di dalam telinga

Foto: gumpalan putih di dalam telinga (https://www.healthline.com/health/ear-bleeding)

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengobati kondisi ini, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut.

Pembersihan

Dokter akan membersihkan telinga Moms secara menyeluruh untuk menghilangkan penumpukan kotoran.

Bukan membersihkan dengan cotton bud, dokter akan menggunakan alat dan cairan khusus.

Obat Tetes Telinga

Moms mungkin perlu menggunakan obat tetes telinga antijamur untuk mengobati otomikosis. Biasanya jenisnya ini termasuk klotrimazol dan flukonazol.

Melansir penelitian dalam Pakistan Journal of Medical Sciences, penggunaan 1 persen obat tetes telinga klotrimazol menunjukkan tingkat kesembuhan yang tinggi dan mencegah kekambuhan.

Selain itu, asam asetat adalah pengobatan umum lain untuk otomikosis. Biasanya, larutan 2 persen dari obat tetes telinga ini digunakan beberapa kali sehari selama sekitar satu minggu.

Selain itu, Moms mungkin juga diresepkan tetes telinga alumunium asetat 5 persen, tergantung keparahan kondisi.

Gunakan obat tetes telinga sesuai petunjuk penggunaan agar hasilnya maksimal ya, Moms!

Obat Minum

Sebagian infeksi jamur seperti Aspergillus mungkin resisten terhadap obat tetes telinga biasa. Oleh karenanya, diperlukan obat yang lebih kuat dengan cara diminum, seperti itrakonazol (Sporanox).

Adapun selain obat antijamur minum, Moms juga kemungkinan akan diminta untuk minum obat yang dijual bebas golongan NSAID, seperti acetaminophen untuk mengatasi rasa sakit.

Obat Oles

Dokter kemungkinan akan merekomendasikan obat antijamur oles untuk atasi gumpalan putih di dalam telinga jika jamur ini mengenai area luar telinga.

Selain obat dari dokter, pengobatan rumahan juga bisa bantu mengatasi kondisi ini. Tanyakan pada dokter apa saja yang bisa Moms lakukan di rumah untuk mengatasinya.

Umumnya, dokter merekomendasikan hidrogen peroksida untuk menghilangkan penumpukan dari telinga.

Selain itu, obat bebas yang mengandung karbamid peroksida juga dapat membantu membersihkan kotoran telinga.

Baca Juga: 7 Vitamin Anak Rekomendasi Dokter Terbaik, Yuk Langsung Checkout!

Jika Moms aktif melakukan olahraga air, menggunakan topi renang atau penyumbat telinga juga dapat mencegah air masuk ke telinga.

Dalam kebanyakan kasus, perawatan antijamur cukup ampuh untuk menghilangkan gumpalan putih di dalam telinga akibat otomikosis.

Namun, sebagian orang dengan infeksi yang lebih parah mungkin perlu perawatan dari spesialis telinga otolaryngologist.

Jika Moms menderita penyakit lain yang membuat sistem kekebalan lemah atau masalah kesehatan kronis, penting untuk mendapatkan pengobatan sesuai kondisi.

Cara Mencegah Gumpalan Putih di Dalam Telinga

gumpalan putih di dalam telinga

Foto: gumpalan putih di dalam telinga

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mencegah otomikosis, berikut beberapa hal yang bisa Moms lakukan.

  • Tidak terlalu sering membersihkan telinga karena kotoran ini memiliki sifat antijamur alami.
  • Mengeringkan telinga dengan baik setelah berenang dan mandi.
  • Menggunakan penyumbat telinga saat berenang untuk mencegah air kolam yang terkontaminasi masuk ke dalam.
  • Menggunakan pengering rambut kecepatan rendah untuk mengeringkan telinga, tetapi jangan terlalu dekat ya, Moms.
  • Hindari menggaruk telinga karena dapat melukai kulit telinga dan memudahkan jamur menyerang.
  • Hindari meletakkan kapas di telinga.

Baca Juga: Bayi Berenang: Kapan Usia yang Tepat dan Apa Saja Manfaatnya?

Nah, itu dia Moms, jadi sudah tahu kan apa yang perlu dilakukan jika memiliki gumpalan putih di dalam telinga? Yuk, jaga kesehatan telinga lebih baik lagi!

  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-otomycosis#:~:text=Otomycosis%20is%20an%20ear%20infection,affects%20the%20outer%20ear%20canal.
  • https://www.healthline.com/health/otomycosis
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321910
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4048507/