13 April 2023

10 Cara Merawat Telinga, Jangan Gunakan Cotton Buds!

Telinga dapat membersihkan dirinya sendiri secara alami

Setiap bagian tubuh perlu dirawat, termasuk telinga. Bagaimana cara merawat telinga?

Telinga merupakan salah satu dari lima indera yang ada di tubuh. Fungsinya sangat penting, yaitu sebagai alat pendengaran.

Tentunya penting untuk mengetahui cara merawat telinga agar fungsi pendengaran Moms tetap terjaga.

Gangguan pendengaran pun bisa jadi disebabkan oleh cara merawat telinga yang salah.

Saat telinga mengalami gangguan, biasanya akan bersifat sementara atau selamanya.

Jadi Moms harus lebih meningkatkan kesadaran akan cara merawat telinga yang baik.

Baca Juga: 19+ Cara Merawat Vagina Agar Tetap Terjaga Kesehatannya

Penyebab Gangguan pada Telinga

Telinga Sakit
Foto: Telinga Sakit (Orami Photo Stocks)

Telinga terdiri dari tiga bagian, luar, tengah dan dalam. Semua bagian ini berfungsi untuk pendengaran.

Gelombang suara masuk melalui telinga luar, kemudian berjalan menuju telinga tengah dan membuat getaran di dalam gendang telinga yang ada di bagian dalam.

Getaran tersebut ditransmisikan melalui tiga tulang kecil, yang disebut ossicles, di telinga tengah Moms.

Getaran berjalan ke telinga bagian dalam, ke dalam organ berbentuk siput.

Telinga bagian dalam membuat impuls saraf yang dikirim ke otak dan otak akan mengenalinya sebagai suara.

Telinga bagian dalam juga mengontrol keseimbangan. Berbagai kondisi dapat mempengaruhi fungsi pendengaran Moms.

Hal ini dapat terjadi saat Moms salah memilih cara merawat telinga, sehingga fungsi ini akan mengalami gangguan.

Lebih lanjut, berikut gangguan telinga yang perlu Moms waspadai.

1. Infeksi Telinga

Penyakit telinga yang paling umum ini, biasanya terjadi pada bayi dan anak kecil.

Gangguan ini biasanya terjadi karena cara merawat telinga yang kurang tepat.

2. Tinnitus

Kondisi ini terjadi ketika terdengar suara menderu di telinga Moms.

Penyebabnya bisa jadi akibat karena suara keras, obat-obatan atau berbagai penyebab lainnya.

Studi di Journal of Clinical Neurology menjelaskan tinnitus adalah persepsi suara tanpa adanya suara eksternal yang sebenarnya.

Ini merupakan salah satu masalah otologis yang paling umum dan menyusahkan, bahkan bisa menyebabkan berbagai gangguan somatik dan psikologis yang mengganggu kualitas hidup penderitanya.

3. Penyakit Meniere

Penyakit ini mungkin disebabkan oleh masalah cairan di telinga bagian dalam.

Gejala yang ditimbulkan meliputi tinnitus dan pusing.

4. Barotrauma

Barotrauma adala keadaan dimana telinga mengalami cedera karena perubahan barometrik (udara) atau tekanan air.

Studi di National Center for Biotechnology Information menjelaskan, kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan jaringan fisik yang disebabkan oleh perbedaan tekanan yang tidak dapat dihilangkan antara gas atau cairan di sekitarnya dan rongga tubuh yang tidak terhalang (misalnya, sinus, paru-paru), atau di bidang jaringan.

Baca Juga: Tanpa Pestisida, Ini 8 Kelebihan Sayur Organik untuk Kesehatan Keluarga

Cara Merawat Telinga

Cara Merawat Telinga
Foto: Cara Merawat Telinga (Orami Photo Stocks)

Moms yang ingin memiliki pendengaran sehat, sebaiknya cari tahu cara merawat telinga yang baik.

Konsultasi ke dokter juga bisa Moms lakukan saat menyadari bahwa telinga Moms mengalami gangguan.

Mengetahui cara merawat telinga yang baik juga bisa mencegah terjadinya gangguan pendengaran atau tuli.

Nah Moms, biar tidak salah lagi, yuk cari tahu cara merawat telinga yang baik.

1. Menutup Telinga di Tengah Kebisingan

Sekitar 15% orang Amerika mengalami gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan pekerjaan atau lingkungan.

Moms yang senang pergi ke klub, konser atau bekerja di lingkungan yang menyebabkan suara bising dapat mengalami gangguan telinga lebih tinggi.

Lingkungan dengan suara bising dapat menyebabkan kerusakan di telinga karena orang sekitar akan berbicara secara berteriak di telinga Moms.

Moms sebaiknya menggunakan penyumbat telinga saat berada di tengah suara bising.

Hal ini merupakan cara merawat telinga agar tidak mengalami kerusakan.

Pastikan Moms memilih penyumbat telinga yang nyaman saat dipakai.

Moms juga bisa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan pendengaran yang ada di sekitar Moms.

Misalnya dengan coba menggunakan penyumbat telinga khusus musisi.

Ini adalah penyumbat telinga khusus dengan filter yang memungkinkan seseorang mendengar percakapan dan musik, tetapi tetap mengurangi tingkat suara berbahaya dengan tetap mempertahankan kualitas suara aslinya semaksimal mungkin.

2. Jangan Dengarkan Musik Terlalu Keras

Mendengarkan musik dengan volume rendah merupakan salah satu cara merawat telinga yang bisa Moms lakukan.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 1,1 juta remaja dan dewasa muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebisingan karena penggunaan perangkat audio yang tidak aman.

Jika Moms suka mendengarkan musik melalui headphone atau earbud, sebaiknya mengikuti aturan 60/60 agar kesehatan telinga tetap terjaga.

Disarankan untuk mendengarkan dengan headphone dengan volume tidak lebih dari 60% selama tidak lebih dari 60 menit sehari.

Penggunaan earbud dianggap berbahaya karena berada tepat di sebelah gendang telinga.

Sebaiknya, pilih headphone over-the-ear saat mendengarkan musik.

Jangan lupa bahwa musik keras apa pun, tidak hanya musik yang diputar melalui headphone, dapat menimbulkan risiko gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.

Jika Moms mengadakan acara, pastikan volume musik pengiring tidak memaksa orang berteriak untuk mengadakan percakapan.

3. Beri Waktu Telinga untuk Istirahat

Alat Pendengaran
Foto: Alat Pendengaran (Unsplash.com/Mark Paton)

Cara merawat telinga yang tepat lainnya adalah dengan membiarkannya istirahat.

Para peneliti telah menemukan bahwa rata-rata waktu istirahat telinga yang ideal adalah 16 jam.

Jumlah ini disarankan untuk Moms yang sering berada di lingkungan bising atau sering mendengarkan musik keras.

Baca Juga: 10 Mitos Telinga Caplang yang Masih Banyak Dipercaya

4. Berhenti Menggunakan Cotton Buds untuk Membersihkan Telinga

Sudah bukan rahasia lagi, kalau banyak orang menggunakan cotton buds untuk membersihkan kotoran di liang telinga.

Sayangnya hal ini adalah cara merawat telinga yang salah.

Telinga merupakan organ yang mampu membersihkan dirinya sendiri.

Serumen dalam telinga dapat mencegah debu maupun partikel berbahaya lainnya memasuki saluran.

Selain itu, memasukkan apa pun ke dalam saluran telinga berisiko merusak organ sensitif seperti gendang telinga.

Saat Moms merasakan adanya serumen (kotoran), cukup gunakan handuk lembap untuk membersihkannya.

Moms juga bisa menggunakan larutan pembersih kotoran telinga selama beberapa malam.

Cara ini dapat melembutkan serumen sehingga pada akhirnya akan mengalir keluar dengan sendirinya.

Solusi terbaiknya yaitu selalu mencari opini dan perhatian profesional jika memungkinkan.

5. Konsumsi Obat Sesuai Petunjuk

Obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi non steroid (NSAIDS) seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, terkadang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Penting untuk Moms mendiskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan tersebut saat merasa ada gangguan di pendengaran.

Hal ini bisa menjadi salah satu cara merawat telinga Moms agar tidak mengalami gangguan yang lebih parah.

6. Jaga Telinga agar Selalu Kering

Daun Telinga
Foto: Daun Telinga (Orami Photo Stocks)

Menjaga kelembapan telinga merupakan cara merawat telinga yang disarankan oleh para ahli, karena kelembapan yang berlebihan memungkinkan bakteri masuk dan menyerang saluran telinga.

Hal ini dapat menyebabkan telinga mengalami berbagai risiko infeksi, yang dapat membahayakan kemampuan pendengaran.

Pastikan telinga selalu dalam kering dengan handuk setelah mandi atau berenang.

Jika Moms bisa merasakan ada air di telinga, miringkan kepala ke samping dan tarik perlahan cuping telinga untuk mengeluarkan air.

Moms juga dapat memastikan telinga tetap kering dan sehat dengan menggunakan penyumbat telinga khusus untuk perenang, yang menghalangi air masuk ke saluran telinga.

Cara ini dianggap sangat efektif untuk anak-anak dan dewasa karena alat ini dapat bekerja sangat baik dalam mencegah gangguan telinga.

Baca Juga: 6 Penyebab Telinga Bayi Bau, Jangan Dianggap Sepele!

7. Olahraga

Cara merawat telinga juga bisa dilakukan dengan selalu berolahraga.

Latihan kardio seperti jalan kaki, lari, atau bersepeda membuat darah terpompa ke seluruh bagian tubuh, termasuk telinga.

Hal ini membantu bagian dalam telinga tetap sehat dan bekerja secara maksimal.

Namun, pastikan untuk tetap menjaga aman! Saat bersepeda, selalu kenakan helm.

Karena saat jatuh dan kepala terbentur, gegar otak dapat merusak pendengaran Moms.

8. Mengelola Stres

Stres dan kecemasan telah dikaitkan dengan tinnitus sementara dan permanen.

Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan tubuh merasa kesal atau ingin menghindari sesuatu.

Hal ini merupakan merupakan reaksi instingtual yang mengisi tubuh dengan adrenalin untuk membantu melawan atau melarikan diri dari bahaya.

Proses ini memberi banyak tekanan pada saraf, aliran darah, panas tubuh, dan lainnya.

Biasanya tekanan dan stres ini diperkirakan dapat menjalar ke telinga bagian dalam dan berkontribusi pada gejala tinitus.

9. Hindari Kebiasaan Merokok

Infeksi Telinga
Foto: Infeksi Telinga (Orami Photo Stocks)

Jika Moms ingin terhindar dari berbagai masalah pendengaran, pastikan untuk menghindari kebiasaan merokok.

Hal ini karena merokok dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah dan mempersempit pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di telinga bagian dalam.

Merokok dapat mengiritasi dan menyumbat tabung eustachius, yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan dan bertanggungjawab untuk mengalirkan cairan sekaligus menjaga tekanan udara di telinga.

Tidak hanya itu, merokok bisa mengganggu saraf di telinga sehingga membuat kita lebih sensitif terhadap suara keras dan meningkatkan risiko gangguan pendengaran.

Oleh karenanya, Dads yang memiliki kebiasaan merokok sebaiknya segera berhenti.

Jika sulit lepas dari rokok, coba mintalah bantuan profesional.

Biasanya, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk menghentikan kebiasaan merokok pada perokok pasif.

Ingatlah bahwa merokok tidak hanya menyebabkan masalah pendengaran.

Namun juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan, sehingga penting bagi kita untuk menghindarinya.

Baca Juga: 13 Cara Membersihkan Hidung Bayi dari Kotoran dan Lendir

10. Periksa Kesehatan Secara Rutin

Melakukan pemeriksaan telinga ke dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) merupakan cara merawat telinga Moms.

Minta kepada dokter untuk melakukan perawatan pendengaran hingga ke dalam saat pemeriksaan rutin, karena gangguan pendengaran berkembang secara bertahap.

Moms juga disarankan untuk melakukan konsultasi pendengaran tahunan dengan ahli kesehatan pendengaran.

Dengan begitu, Moms akan lebih mudah mengenali tanda-tanda gangguan pendengaran dan segera mengambil tindakan.

Mengambil tindakan penting karena gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat terjadi secara permanen.

Selain itu, hal ini juga dapat mengganggu kesehatan lain, seperti depresi, demensia, dan penyakit jantung.

Moms, demikian penjelasan mengenai cara merawat telinga yang perlu diketahui.

Mulai sekarang jangan sampai salah lagi untuk merawat telinga ya, Moms.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482348/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2686891/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/13076-ear-care-tips
  • https://www.lompocvmc.com/blogs/2021/september/11-easy-ways-to-protect-your-hearing-and-ear-hea/?locale=en
  • https://www.hearingcarecentres.co.uk/10-tips-care-ears-properly/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb