28 Februari 2023

11+ Bahaya Perokok Pasif dan Tips untuk Mencegahnya

Jangan lengah, asap rokok bisa mendekati ibu hamil dan Si Kecil kapan saja

Tahukah Moms? Melansir National Health Services (NHS), bahaya perokok pasif pada anak-anak dan ibu hamil sangat berisiko.

Saat seseorang merokok, ia akan mengeluarkan asap dan sangat mungkin dihirup oleh orang-orang di sekitarnya.

Orang yang fit sekalipun, bisa saja terganggu akibat keberadaan asap rokok ini.

Apa saja risiko terhadap kesehatan dan bahayanya bagi mereka perokok pasif? Mari telaah bersama, Moms.

Baca Juga: Ketahui 4 Efek Samping Rokok Elektrik yang Bisa Membahayakan Paru-paru dan Otak

Kandungan Berbahaya Asap Rokok

Asap Rokok
Foto: Asap Rokok (Istockphoto.com)

Bagi seseorang yang menghirup asap rokok, ini disebut sebagai perokok pasif.

Mungkin terlihat sehat secara fisik, namun perokok pasif juga sama risikonya dengan mereka yang aktif merokok.

Hal tersebut disebabkan oleh asap rokok yang tidak langsung menghilang saat sudah melayang di udara.

Melansir Kemenkes RI, rokok mengandung lebih dari 4.000 iritan, racun, dan zat penyebab kanker.

Asap yang beracun mengandung nikotin yang bisa melayang-layang di udara hingga 2-3 jam lamanya.

Meski wujudnya tak terlihat atau tercium, racun kimia tersebut bisa berdampak bagi perokok pasif.

Asap rokok juga mengandung zat karsinogen, yang dipercaya sebagai penyebab kanker.

Gangguan pendengaran juga menjadi dampak perokok pasif akibat infeksi dan peradangan telinga.

Baca Juga: 8 Cara Berhenti Merokok, Patut Dicoba Mulai Sekarang!

Risiko dan Bahaya Perokok Pasif

Bahaya perokok pasif sangat mengintai ibu hamil dan anak-anak di sekitarnya.

Dampak asap rokok ini mungkin tak terjadi secara instan. Namun, jika terus-terusan menghirup asap rokok, ada berbagai gangguan kesehatan yang mengganggu.

Berikut adalah sejumlah dampak perokok pasif secara umum, ibu hamil, dan Si Kecil, di antaranya:

1. Kelahiran Prematur

Bayi Prematur
Foto: Bayi Prematur (swhr.org)

Ketika seorang ibu hamil menghirup asap rokok, bayi dalam kandungan pun bisa terkena paparan bahan kimia dari rokok.

Mengutip Betterhealth, bahaya perokok pasif pada ibu hamil sangat berisko terhadap kelahiran prematur.

Dikatakan lahir prematur apabila bayi lahir sebelum minggu ke-37 kehamilan.

Kondisi ini terjadi ketika adanya kontraksi rahim yang mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks).

Kontraksi dan penekanan rahim inilah yang membuat janin memasuki jalan lahir, padahal belum cukup umur untuk lahir.

Tentu saja, bayi dengan kelahiran prematur akan berbeda dengan bayi lainnya yang lahir dalam kondisi normal.

Tak jarang, bayi prematur lebih rentan akan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari gangguan pencernaan, metabolisme, pernapasan, otak, jantung, dan lainnya.

2. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Bayi BBLR
Foto: Bayi BBLR (Orami Photo Stock)

Perokok pasif bagi ibu hamil dan bayi bisa meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR).

Tinggi riskonya perokok pasif terkena ini apabila ada kerabat atau orang terdekat memilki kebiasaan merokok.

Dikatakan BBLR apabila Si Kecil lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg.

Dari tampak fisik, bayi akan terlihat kecil, kurus, serta ukuran kepala yang terlihat lebih besar.

Hal ini juga bisa diakibatkan kelahiran prematur sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal, akan lebih rentan mengalami gangguan perkembangan fisik dan mental hingga masa mendatang.

Baca Juga: Kanker Paru-Paru, Penyakit yang Identik dengan Kebiasaan Merokok

3. Asma dan Sesak Napas

Sesak Napas
Foto: Sesak Napas (Freepik.com/cookie_studio)

Bahaya perokok pasif juga mengintai anak-anak di sekitar kita, lho.

Seorang anak yang terpapar asap rokok di rumah, lebih mungkin terkena gejala asma.

Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang membuat penderitanya sulit bernapas.

Ketika serangan gangguan napas ini terjadi, obat asma pun menjadi solusi utama untuk meredakan gejala.

4. Infeksi Paru-Paru

Infeksi Paru
Foto: Infeksi Paru (Verywellhealth.com)

Menurut WHO (World Health Organization), bahaya perokok pasif paling utama adalah mengalami infeksi paru-paru atau saluran pernapasan.

Pada perokok pasif, paru-paru pun bisa terasa sesak ketika bernapas akibat penumpukan lendir.

Jika ini tak segera ditangani, saluran napas bisa meradang, membengkak, dan membuat kesulitan bernapas.

Perbedaan paru-paru perokok aktif dan pasif yakni juga terlihat dari kondisi fisiknya.

Jika semakin sering terpapar asap rokok, warna paru-paru akan hitam keabu-abuan.

5. Sindom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Bayi Tidur
Foto: Bayi Tidur (Orami Photo Stock)

Penelitian tentang perokok pasif memaparkan bahwa ini juga bisa terjadi pada bayi atau anak-anak.

Masih dalam penelitian WHO, bayi yang menghirup asap rokok dengan sering akan membahayakan tubuhnya.

Ini bisa meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Kondisi ini sering kali terjadi pada newborn tanpa adanya gejala yang terlihat sebelumnya. Mengerikan ya, Moms?

Baca Juga: 13 Penyebab Mulut Terasa Asam dan Cara Mengatasinya

6. Kanker Rahim

Ilustrasi Rahim Wanita
Foto: Ilustrasi Rahim Wanita (Medicalnewstoday.com)

Penelitian yang dipublikasikan dalam Asian Pacific Journal of Cancer Prevention memaparkan bahwa asap rokok bisa meningkatkan risiko terkena kanker rahim.

Berbeda dengan kanker serviks, kanker jenis ini ditemukan dalam rongga rahim.

Keduanya memiliki gejala dan penyebab yang mirip, namun pengobatannya berbeda. Zat berbahaya pada rokok bisa meningkatkan wanita terkena kanker pada rahim.

Rahim adalah bagian dari sistem reproduksi wanita dan fungsinya untuk menampung sel telur yang dibuahi.

7. Penyakit Jantung

Penyakit Jantung
Foto: Penyakit Jantung (Orami Photo Stock)

Dalam Centers for Disease Control and Prevention (CDC), asap rokok menyebabkan hampir 34 ribu kematian dini akibat penyakit jantung.

Bahkan, ini pun bisa menjadi bahaya perokok pasif yang perlu diwaspadai.

Bagi mereka yang terpapar asap rokok secara rutin, meningkatkan risiko terkena penyakit jantung sebesar 25-30%.

Penyakit jantung ini bisa mengakibatkan fungsi jantung tak lagi optimal di masa akan datang.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan saat Kabut Asap dan Dampak Bahaya Asap bagi Tubuh Kita

8. Peradangan Telinga

Pemeriksaan Telinga
Foto: Pemeriksaan Telinga (Texasentandallergy.com)

Penelitian tentang perokok pasif lainnya turut mengaitkan dengan peradangan telinga.

Apabila orang tua merokok di sekitar anak, ini akan lebih tinggi risikonya mengalami infeksi telinga.

Cairan atau kotoran pada telinga yang melampaui banyak dan sulit dibersihkan, cukup berisiko.

Ini bisa dilakukan operasi untuk pembersihan telinga dan mengobati peradangan.

Jangan sampai Si Kecil mengalami bahaya perokok pasif ini ya, Moms.

9. Kemandulan atau Infertilitas

Konsultasi Infertilitas
Foto: Konsultasi Infertilitas (hearstapps.com)

Sering ditemukan penelitian tentang bahaya rokok terkait ketidaksuburan.

Mengutip laman WebMD, asap rokok bisa menurunkan kesuburan wanita sekitar 20%.

Sementara itu, sementara pria yang merokok memiliki jumlah sperma lebih rendah yakni sekitar 16%.

Jadi, seorang wanita yang merokok otomatis akan menurunkan potensi kesuburannya.

Untuk perokok pasif terhadap infertilitas pun bisa mengalami hal ini dengan persentase lebih rendah.

10. Kanker Kulit

Kanker Kulit
Foto: Kanker Kulit (medicalnewstoday.com)

Mengutip dalam laman resmi Kemenkes RI, bahaya perokok pasif bisa mengalami kanker kulit.

Kanker kulit atau melamona ini ditandai dengan adanya perubahan warna, tekstur, dan bercak pada kulit.

Melanoma disebabkan oleh sel-sel kulit yang mulai berkembang secara tidak normal.

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari diperkirakan menyebabkan sebagian besar kanker kulit.

Terlepas itu, faktor-faktor lain juga bisa mempengaruhi, termasuk kandungan berbahaya asap rokok.

Baca Juga: Mengenal Kanker Tenggorokan, Mulai dari Gejala, Penyebab, Hingga Pengobatan

11. Gangguan Mata

Mata Merah
Foto: Mata Merah (Healthline.com)

Dalam Cleveland Clinic memaparkan bahwa bahaya perokok pasif juga bisa mengganggu penglihatan.

Katarak menjadi akibat paling berbahaya karena paparan asap rokok yang terlalu sering.

Pada anak-anak, katarak dapat mengenai 1 atau kedua mata. Ini ditandai dengan bercak keruh di mata dan terkadang bisa menjadi lebih besar.

Selain penglihatan yang buruk, katarak juga dapat menyebabkan juling.

12. Kematian Anak

Puntung Rokok
Foto: Puntung Rokok (Unsplash.com/pawel_czerwinski)

Jangan salah, bahaya perokok pasif ini bisa sangat fatal dan memprihatinkan.

Menurut WHO, anak-anak berisiko tinggi menghirup udara akibat asap rokok dengan sering di tempat-tempat umum.

Ditemukan setiap tahunnya, 65 ribu perokok pasif pada anak-anak meninggal dunia. Ini akibat penyakit yang disebabkan oleh asap rokok.

Oleh karena itu, cobalah untuk mencegah anak atau ibu hamil terhirup paparan rokok.

Baca Juga: Jangan Tunda, Ini 4 Cara Menghilangkan Nikotin dalam Tubuh

Tips Pencegahan Terkena Asap Rokok

Batang Rokok
Foto: Batang Rokok (Freepik.com/freepik)

Agar tidak menjadi perokok pasif, sebaiknya untuk melakukan berbagai kegiatan di bawah ini.

Upaya ini bisa dilakukan untuk mencegah berbagai bahaya perokok pasif yang mengintai, di antaranya:

1. Jauhkan Si Kecil dari Perokok

Mengingat menjadi perokok pasif cukup berbahaya, usahakan untuk menjauhkan Si Kecil dari lingkungan yang penuh perokok.

Terlebih di lingkungan rumah, pastikan tak ada anggota keluarga yang merokok.

Apabila ada kerabat yang merokok, buatlah aturan tegas untuk tidak di dekat jangkauan anak-anak.

Begitu pun jika Moms sedang hamil, menjauhlah dari sumber asap rokok ke area yang lebih sehat.

2. Edukasi Si Kecil Bahaya Rokok

Moms juga bisa memberikan edukasi pada anak-anak bahwa asap rokok merupakan racun dan tidak baik untuk dihirup.

Ajak mereka menjauhi para perokok di mana pun berada termasuk di rumah, sekolah, tempat bermain, atau fasilitas umum.

Kesehatan anak akan terjaga bila ia tidak menjadi perokok pasif.

Baca Juga: Apa Perbedaan Sesak Napas dan Napas Pendek? Simak Penjelasannya!

3. Mengimbau Merokok di Tempat Terbuka

Selain itu, Moms juga bisa mengimbau para perokok agar melakukan aktivitas ini di ruang terbuka saja.

Dengan demikian, udara yang terkontaminasi bisa segera terganti.

Merokok di ruangan tertutup akan membuat racunnya berkumpul dan menempel di baju, kursi, tangan dan bagian tubuh lainnya.

Jangan sampai perokok pasif terkena dampak dari paparan asap rokok ini.

4. Pakai Masker

Meski tak sepenuhnya menghalangi paparan asap, setidaknya ini bisa mengurangi.

Memakai masker medis ataupun kain bisa dicoba untuk mengurangi risiko bahaya perokok pasif.

Apalagi di masa pandemi COVID-19, pemakaian masker bukan lagi hal yang aneh dan justru digalakkan.

Ini bisa melindungi dari paparan virus Corona sekaligus asap rokok berbahaya.

Tidak meniru kebiasaan merokok orang-orang di sekitarnya juga menjadi satu langkah tepat buat Si Kecil.

Jangan lupa juga untuk melakukan kebiasaan sehat tanpa rokok agar kesehatan diri dan sekitar tetap terjaga!

Baca Juga: Moms dan Dads Wajib Tahu, Catat Pertolongan Pertama Sesak Nafas pada Anak Ini!

Itu dia bahaya perokok pasif meski hanya menghirup asapnya saja, semoga Moms dan keluarga terhindar dari risiko ini, ya.

  • https://www.nhs.uk/live-well/quit-smoking/passive-smoking-protect-your-family-and-friends/
  • http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-obstruktif-kronik-dan-gangguan-imunologi/bahaya-perokok-aktif-dan-perokok-pasif-bagian-2
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/passive-smoking
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tobacco
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22938442/
  • https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/secondhand_smoke/health_effects/index.htm
  • https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/news/20001002/secondhand-smoke-may-affect-womens-fertility
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10644-secondhand-smoke-dangers

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.