Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
31 Mei 2022

11+ Bahaya Perokok Pasif dan Tips untuk Mencegahnya

Jangan lengah, asap rokok bisa mendekati ibu hamil dan Si Kecil kapan saja
11+ Bahaya Perokok Pasif dan Tips untuk Mencegahnya

Tahukah Moms? Melansir National Health Services (NHS), bahaya perokok pasif pada anak-anak dan ibu hamil sangat berisiko.

Saat seseorang merokok, ia akan mengeluarkan asap dan sangat mungkin dihirup oleh orang-orang di sekitarnya.

Orang yang fit sekalipun, bisa saja terganggu akibat keberadaan asap rokok ini.

Apa saja risiko terhadap kesehatan dan bahayanya bagi mereka perokok pasif? Mari telaah bersama, Moms.

Baca Juga: Ketahui 4 Efek Samping Rokok Elektrik yang Bisa Membahayakan Paru-paru dan Otak

Kandungan Berbahaya Asap Rokok

Dampak Rokok Secara Umum

Foto: Dampak Rokok Secara Umum

Foto: Orami Photo Stocks

Bagi seseorang yang menghirup asap rokok, ini disebut sebagai perokok pasif.

Mungkin terlihat sehat secara fisik, namun perokok pasif juga sama risikonya dengan mereka yang aktif merokok.

Hal tersebut disebabkan oleh asap rokok yang tidak langsung menghilang saat sudah melayang di udara.

Melansir Kemenkes RI, rokok mengandung lebih dari 4.000 iritan, racun, dan zat penyebab kanker.

Asap yang beracun mengandung nikotin yang bisa melayang-layang di udara hingga 2-3 jam lamanya.

Meski wujudnya tak terlihat atau tercium, racun kimia tersebut bisa berdampak bagi perokok pasif.

Asap rokok juga mengandung zat karsinogen, yang dipercaya sebagai penyebab kanker.

Gangguan pendengaran juga menjadi dampak perokok pasif akibat infeksi dan peradangan telinga.

Baca Juga: Catat! Ini 9 Makanan untuk Kesuburan yang Dapat Dikonsumsi Selama Promil

Risiko dan Bahaya Perokok Pasif

bahaya perokok pasif dan ibu hamil.jpg

Foto: bahaya perokok pasif dan ibu hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Bahaya perokok pasif sangat mengintai ibu hamil dan anak-anak di sekitarnya.

Dampak asap rokok ini mungkin tak terjadi secara instan. Namun, jika terus-terusan menghirup asap rokok, ada berbagai gangguan kesehatan yang mengganggu.

Berikut adalah sejumlah dampak perokok pasif secara umum, ibu hamil, dan Si Kecil, di antaranya:

1. Kelahiran Prematur

Ketika seorang ibu hamil menghirup asap rokok, bayi dalam kandungan pun bisa terkena paparan bahan kimia dari rokok.

Mengutip Betterhealth, bahaya perokok pasif pada ibu hamil sangat berisko terhadap kelahiran prematur.

Dikatakan lahir prematur apabila bayi lahir sebelum minggu ke-37 kehamilan.

Kondisi ini terjadi ketika adanya kontraksi rahim yang mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks).

Kontraksi dan penekanan rahim inilah yang membuat janin memasuki jalan lahir.

2. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

8 Cara Aman Menaikkan Berat Badan Bayi, Ampuh!.jpg

Foto: 8 Cara Aman Menaikkan Berat Badan Bayi, Ampuh!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Perokok pasif bagi ibu hamil dan bayi bisa meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR).

Tinggi riskonya perokok pasif terkena ini apabila ada kerabat atau orang terdekat memilki kebiasaan merokok.

Dikatakan BBLR apabila Si Kecil lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg.

Dari tampak fisik, bayi akan terlihat kecil, kurus, serta ukuran kepala yang terlihat lebih besar.

Hal ini juga bisa diakibatkan kelahiran prematur sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Baca Juga: Hukum Merokok Saat Puasa Menurut Aturan Islam, Harap Dipatuhi agar Ibadah Diridai Allah SWT

3. Asma dan Sesak Napas

Bahaya perokok pasif juga mengintai anak-anak di sekitar kita, lho.

Seorang anak yang terpapar asap rokok di rumah, lebih mungkin terkena gejala asma.

Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang membuat penderitanya sulit bernapas.

Ketika serangan gangguan napas ini terjadi, obat asma pun menjadi solusi utama untuk meredakan gejala.

4. Infeksi Paru-Paru

Bahaya Perokok Pasif APa Saja.jpg

Foto: Bahaya Perokok Pasif APa Saja.jpg (shutterstock)

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut WHO (World Health Organization), bahaya perokok pasif paling utama adalah mengalami infeksi paru-paru atau saluran pernapasan.

Pada perokok pasif, paru-paru pun bisa terasa sesak ketika bernapas akibat penumpukan lendir.

Jika ini tak segera ditangani, saluran napas bisa meradang, membengkak, dan membuat kesulitan bernapas.

Perbedaan paru-paru perokok aktif dan pasif yakni juga terlihat dari kondisi fisiknya.

Jika semakin sering terpapar asap rokok, warna paru-paru akan hitam keabu-abuan.

5. Sindom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Penelitian tentang perokok pasif memaparkan bahwa ini juga bisa terjadi pada bayi atau anak-anak.

Masih dalam penelitian WHO, bayi yang menghirup asap rokok dengan sering akan membahayakan tubuhnya.

Ini bisa meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Kondisi ini sering kali terjadi pada newborn tanpa adanya gejala yang terlihat sebelumnya. Mengerikan ya, Moms?

Baca Juga: 6 Resep Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat, Bergizi dan Tidak Membosankan

6. Kanker Rahim

Bahaya Perokok Pasif Picu Kanker Rahim

Foto: Bahaya Perokok Pasif Picu Kanker Rahim (Honestdocs.id)

Foto: Orami Photo Stocks

Penelitian yang dilakukan Korea Science memaparkan bahwa asap rokok bisa meningkatkan risiko terkena kanker rahim.

Berbeda dengan kanker serviks, kanker jenis ini ditemukan dalam rongga rahim.

Keduanya memiliki gejala dan penyebab yang mirip, namun pengobatannya berbeda. Zat berbahaya pada rokok bisa meningkatkan wanita terkena kanker pada rahim.

Rahim adalah bagian dari sistem reproduksi wanita dan fungsinya untuk menampung sel telur yang dibuahi.

7. Penyakit Jantung

Dalam Centers for Disease Control and Prevention (CDC), asap rokok menyebabkan hampir 34 ribu kematian dini akibat penyakit jantung.

Bahkan, ini pun bisa menjadi bahaya perokok pasif yang perlu diwaspadai.

Bagi mereka yang terpapar asap rokok secara rutin, meningkatkan risiko terkena penyakit jantung sebesar 25-30%.

Penyakit jantung ini bisa mengakibatkan fungsi jantung tak lagi optimal di masa akan datang.

Baca Juga: Bahaya Arteriosklerosis, Pengerasan Pembuluh Darah yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke

8. Peradangan Telinga

Mengenal Radang Telinga Luar yang Juga Dikenal Sebagai Swimmer's Ear

Foto: Mengenal Radang Telinga Luar yang Juga Dikenal Sebagai Swimmer's Ear

Foto: Orami Photo Stocks

Penelitian tentang perokok pasif lainnya turut mengaitkan dengan peradangan telinga.

Apabila orang tua merokok di sekitar anak, ini akan lebih tinggi risikonya mengalami infeksi telinga.

Cairan atau kotoran pada telinga yang melampaui banyak dan sulit dibersihkan, cukup berisiko.

Ini bisa dilakukan operasi untuk pembersihan telinga dan mengobati peradangan.

Jangan sampai Si Kecil mengalami bahaya perokok pasif ini ya, Moms.

9. Kemandulan atau Infertilitas

Sering ditemukan penelitian tentang bahaya rokok terkait ketidaksuburan.

Mengutip dalam webmd.com, asap rokok bisa menurunkan kesuburan wanita sekitar 20%.

Sementara itu, sementara pria yang merokok memiliki jumlah sperma lebih rendah yakni sekitar 16%.

Jadi, seorang wanita yang merokok otomatis akan menurunkan potensi kesuburannya.

Untuk perokok pasif terhadap infertilitas pun bisa mengalami hal ini dengan persentase lebih rendah.

10. Kanker Kulit

Kanker Kulit.jpg

Foto: Kanker Kulit.jpg (medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip dalam laman resmi Kemenkes RI, bahaya perokok pasif bisa mengalami kanker kulit.

Kanker kulit atau melamona ini ditandai dengan adanya perubahan warna, tekstur, dan bercak pada kulit.

Melanoma disebabkan oleh sel-sel kulit yang mulai berkembang secara tidak normal.

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari diperkirakan menyebabkan sebagian besar kanker kulit.

Terlepas itu, faktor-faktor lain juga bisa mempengaruhi, termasuk kandungan berbahaya asap rokok.

Baca Juga: Simak 5 Cara Menghindari Narkoba agar Anak dan Keluarga Terhindari dari Bahaya

11. Gangguan Mata

Dalam Cleveland Clinic memaparkan bahwa bahaya perokok pasif juga bisa mengganggu penglihatan.

Katarak menjadi akibat paling berbahaya karena paparan asap rokok yang terlalu sering.

Pada anak-anak, katarak dapat mengenai 1 atau kedua mata. Ini ditandai dengan bercak keruh di mata dan terkadang bisa menjadi lebih besar.

Selain penglihatan yang buruk, katarak juga dapat menyebabkan juling.

12. Kematian Anak

1 Hindari Rokok.jpg

Foto: 1 Hindari Rokok.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jangan salah, bahaya perokok pasif ini bisa sangat fatal dan memprihatinkan.

Menurut WHO, anak-anak berisiko tinggi menghirup udara akibat asap rokok dengan sering di tempat-tempat umum.

Ditemukan setiap tahunnya, 65 ribu perokok pasif pada anak-anak meninggal dunia. Ini akibat penyakit yang disebabkan oleh asap rokok.

Oleh karena itu, cobalah untuk mencegah anak atau ibu hamil terhirup paparan rokok.

Baca Juga; Cara Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Kisaran Biayanya

Tips Pencegahan Terkena Asap Rokok

merokok-saat-puasa

Foto: merokok-saat-puasa

Foto: Orami Photo Stocks

Agar tidak menjadi perokok pasif, sebaiknya untuk melakukan berbagai kegiatan di bawah ini.

Upaya ini bisa dilakukan untuk mencegah berbagai bahaya perokok pasif yang mengintai, di antaranya:

1. Jauhkan Si Kecil dari Perokok

Mengingat menjadi perokok pasif cukup berbahaya, usahakan untuk menjauhkan Si Kecil dari lingkungan yang penuh perokok.

Terlebih di lingkungan rumah, pastikan tak ada anggota keluarga yang merokok.

Apabila ada kerabat yang merokok, buatlah aturan tegas untuk tidak di dekat jangkauan anak-anak.

Begitu pun jika Moms sedang hamil, menjauhlah dari sumber asap rokok ke area yang lebih sehat.

2. Edukasi Si Kecil Bahaya Rokok

Moms juga bisa memberikan edukasi pada anak-anak bahwa asap rokok merupakan racun dan tidak baik untuk dihirup.

Ajak mereka menjauhi para perokok di mana pun berada termasuk di rumah, sekolah, tempat bermain, atau fasilitas umum.

Kesehatan anak akan terjaga bila ia tidak menjadi perokok pasif.

3. Mengimbau Merokok di Tempat Terbuka

Selain itu, Moms juga bisa mengimbau para perokok agar melakukan aktivitas ini di ruang terbuka saja.

Dengan demikian, udara yang terkontaminasi bisa segera terganti.

Merokok di ruangan tertutup akan membuat racunnya berkumpul dan menempel di baju, kursi, tangan dan bagian tubuh lainnya.

Jangan sampai perokok pasif terkena dampak dari paparan asap rokok ini.

Baca Juga: 25 Manfaat Berhenti Merokok yang Bisa Moms dan Dads Rasakan

4. Pakai Masker

Meski tak sepenuhnya menghalangi paparan asap, setidaknya ini bisa mengurangi.

Memakai masker medis ataupun kain bisa dicoba untuk mengurangi risiko bahaya perokok pasif.

Apalagi di masa pandemi COVID-19, pemakaian masker bukan lagi hal yang aneh dan justru digalakkan.

Ini bisa melindungi dari paparan virus Corona sekaligus asap rokok berbahaya.

Tidak meniru kebiasaan merokok orang-orang di sekitarnya juga menjadi satu langkah tepat buat Si Kecil.

Jadi, dalam rangka menyambut Hari Tanpa Tembakau Internasional, mari ciptakan lingkungan yang bebas asap rokok.

Jangan lupa lakukan kebiasaan sehat tanpa rokok agar kesehatan diri dan sekitar tetap terjaga!

  • https://www.nhs.uk/live-well/quit-smoking/passive-smoking-protect-your-family-and-friends/
  • http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-obstruktif-kronik-dan-gangguan-imunologi/bahaya-perokok-aktif-dan-perokok-pasif-bagian-2
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/passive-smoking
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tobacco
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22938442/#:~:text=Conclusion%3A%20Based%20on%20currently%20available,the%20risk%20of%20cervical%20cancer.
  • https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/secondhand_smoke/health_effects/index.htm
  • https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/news/20001002/secondhand-smoke-may-affect-womens-fertility#:~:text=Smoking%20lowers%20a%20woman's%20fertility,automatically%20lowers%20her%20fertility%20potential.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10644-secondhand-smoke-dangers