23 Juni 2022

Kenali Kondisi Varises Esofagus, Pembengkakan pada Pembuluh Darah di Kerongkongan

Kondisi varises esofagus dapat mengancam nyawa bila dibiarkan tanpa pengobatan

Tidak hanya di bagian tungkai dan betis saja yang bisa mengalami varises. Bagian kerongkongan juga dapat mengalami kondisi pembengkakan pembuluh darah yang disebut sebagai varises esofagus.

Apakah kondisi varises esofagus berbahaya? Ya, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi perdarahan yang mengancam jiwa.

Ketahui ulasan lengkap tentang kondisi pembengkakan pembuluh darah di esofagus berikut ini.

Apa itu Varises Esofagus?

Definisi Varises Esofagus
Foto: Definisi Varises Esofagus (Freepik)

Foto: varises esofagus (freepik.com)

Dilansir dari MayoClinic, varises esofagus adalah kondisi yang ditandai ketika pembuluh darah besar di kerongkongan mengalami pembengkakan.

Kerongkongan adalah saluran yang menghubungkan tenggorokan dan lambung.

Menurut studi di Journal of Hepatology tahun 2016, kondisi ini rentan dialami oleh orang yang mengidap gangguan liver atau organ hati.

Varises esofagus berkembang ketika aliran darah ke organ hati tersumbat oleh gumpalan atau jaringan parut.

Karena terjadi penyumbatan, darah akhirnya mengalir ke pembuluh darah yang lebih kecil. Padahal, pembuluh darah kecil tidak dirancang untuk membawa darah dalam jumlah besar.

Dampaknya, pembuluh darah bisa bocor atau bahkan pecah sehingga menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.

Baca Juga: Muntah Darah Saat Hamil, Ini Hal yang Perlu Moms Ketahui!

Gejala Varises Esofagus

Gejala Varises Esofagus
Foto: Gejala Varises Esofagus

Foto: gejala varises esofagus (Orami Photo Stock)

Varises esofagus biasanya tidak menimbulkan tanda dan gejala, kecuali jika pembuluh darah sudah pecah dan berdarah.

Tanda dan gejala perdarahannya di antaranya:

  • Muntah darah dalam jumlah besar.
  • Feses berwarna hitam, lunak, atau terdapat darah.
  • Pusing.
  • Pada kasus yang parah, orang dengan varises esofagus bisa kehilangan kesadaran.

Dokter dapat menduga varises esofagus jika Moms memiliki penyakit liver atau hati yang ditandai dengan gejala berikut:

  • Warna kuning pada kulit dan mata (jaundice).
  • Mudah berdarah atau memar.
  • Penumpukan cairan di perut Anda (asites).

Derajat atau Grade Varises Esofagus

Grade Varises Esofagus
Foto: Grade Varises Esofagus

Foto: grade varises esofagus (Orami Photo Stock)

Dikutip dari studi di Gastroenterology Report tahun 2016, terdapat derajat atau grade varises esofagus bila dilihat dalam pemeriksaan endoskopi:

  • Grade 1: Varises berwarna biru atau merah. Biasanya masih berbentuk linier atau garis lurus dengan diameternya kurang dari 2 mm.
  • Grade 2: Varises berwarna kebiruan dengan diameter 2-3 mm. Bentuk varises agak berliku-liku atau lurus di atas permukaan esofagus.
  • Grade 3: Vena atau pembuluh darah mulai kebiruan dan menonjol dengan diameter 3-4 mm. Bentuk varises lurus atau berliku-liku.
  • Grade 4: Varises berwarna kebiruan, berkelok-kelok, diameternya sudah lebih dari 4 mm dan mengelilingi lumen esofagus.
  • Grade 5: Varises tampak seperti anggur dan menutup bagian lumen esofagoskop.

Baca Juga: Mengenal Varises, dari Gejala hingga Pencegahannya

Penyebab Varises Esofagus

sakit perut
Foto: sakit perut (Freepik.com)

Foto: penyebab varises esofagus (Orami Photo Stock)

Varises esofagus disebabkan oleh adanya sumbatan aliran darah di organ hati atau liver. Sumbatan dipicu oleh adanya jaringan parut atau luka di organ hati.

Ketika pembuluh darah besar tersumbat, aliran darah yang seharusnya menuju ke hati harus mencari jalur lain, yakni lewat pembuluh darah kecil.

Pembuluh darah kecil ada yang terdapat di bagian bawah kerongkongan.

Sayangnya, dinding pembuluh darah kecil sangat tipis dan tidak mampu menahan darah yang seharusnya melewati pembuluh darah besar.

Ketika terus menerus dilewati aliran darah, dinding pembuluh darah kecil yang tipis akan membengkak, pecah, dan menimbulkan perdarahan serius.

Selain adanya jaringan parut atau luka di organ hati, penyebab varises esofagus lainnya meliputi:

  • Gangguan organ hati, termasuk infeksi hepatitis, penyakit hati alkoholik, penyakit hati berlemak dan gangguan saluran empedu yang disebut sirosis bilier primer yang dapat menyebabkan sirosis.
  • Bekuan darah (trombosis) di vena portal atau di vena yang masuk ke vena portal (vena limpa) dapat menyebabkan varises esofagus.
  • Infeksi parasit, seperti schistosomiasis kerap ditemukan di beberapa Afrika, Amerika Selatan, Karibia, Timur Tengah dan Asia Timur. Parasit dapat menginfeksi dan merusak organ hati, paru-paru, usus, kandung kemih, dan jaringan tubuh lainnya.

Kendati orang dengan penyakit liver dapat menjadi faktor risiko varises esofagus, tetapi tidak semuanya pasti mengalami perdarahan. Varises esofagus rentan pecah dan berdarah jika seseorang memiliki kondisi berikut:

  • Risiko perdarahan dapat terjadi apabila mengalami peningkatan tekanan darah portal (hipertensi portal).
  • Semakin besar varises esofagus, semakin besar risikonya untuk pecah dan berdarah.
  • Bila dilihat melalui prosedur endoskopi di bagian tenggorokan, varises esofagus yang berisiko pecah dapat ditandai dengan tampilan garis-garis merah panjang atau bintik-bintik merah.
  • Semakin parah penyakit liver, semakin besar kemungkinan Moms atau Dads mengalami varises esofagus berdarah.
  • Kondisi ini juga rentan terjadi bila seseorang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan sering. Terlebih jika sudah didiagnosis mengalami gangguan liver.
  • Jika pernah mengalami pendarahan varises esofagus, kemungkinan besar akan mengalami kondisi serupa di kemudian hari.

Baca Juga: Gejala dan Penyebab Varises Vagina Saat Hamil

Cara Mengatasi Varises Esofagus

Cara Mengatasi Varises Esofagus
Foto: Cara Mengatasi Varises Esofagus (additudemag.com)

Foto: pengobatan dokter(Orami Photo Stock)

Cara mengatasi varises esofagus akan berfokus menurunkan tekanan darah di vena portal. Tekanan darah yang normal dapat mengurangi risiko perdarahan varises esofagus.

Dokter dapat memberikan perawatan berikut ini untuk mengurangi tekanan di pembuluh darah portal:

  • Minum obat. Obat beta blocker dapat membantu mengurangi tekanan darah di pembuluh darah untuk menurunkan risiko pendarahan. Obat-obatan ini termasuk propanolol dan nadolol.
  • Ligasi pita endoskopi. Penggunaan karet gelang dapat mengikat pembuluh darah yang berdarah. Jika varises esofagus berisiko mengalami perdarahan, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur ini.

Apabila terjadi perdarahan pada varises esofagus, dokter dapat menghentikan pendarahan dengan melakukan tindakan berikut:

  • Mengikat pembuluh darah. Dokter dapat menggunakan karet gelang untuk mengikat vena yang berdarah. Dokter dapat melakukan tindakan ini selama proses endoskopi.
  • Minum obat. Obat, seperti octreotide dan vasopresin dapat memperlambat aliran darah ke vena portal. Obat ini biasanya dianjurkan dikonsumsi hingga lima hari setelah terjadinya perdarahan.
  • Mengalihkan darah dari vena portal. Jika endoskopi tidak dapat menghentikan pendarahan, dokter dapat merekomendasikan transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS) untuk mengalirkan darah dari pembuluh darah portal.
  • Tamponade balloon. Dokter dapat menggembungkan balon selama 24 jam untuk memberi tekanan pada varises.
  • Transfusi darah. Transfusi dapat menggantikan darah yang hilang saat perdarahan. Selain itu, tindakan ini dapat mendukung faktor pembekuan untuk menghentikan pendarahan.

Untuk tahu cara mendiagnosis dan pengobatan varises esofagus, hubungi serta konsultasikan kepada dokter.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/esophageal-varices/diagnosis-treatment/drc-20351544
  • https://www.journal-of-hepatology.eu/article/S0168-8278(15)00801-6/pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4976684/#

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb