12 Maret 2018

Gejala dan Penyebab Varises Vagina Saat Hamil

Bahayakah bagi persalinan?

Apa reaksi Moms ketika mendengar istilah varises vagina? Mungkin Moms merasa heran, terkejut atau bahkan takut. Ya, varises vagina biasanya muncul pada saat kehamilan, tapi bisa juga dialami pada wanita yang tidak hamil.

Varises vagina saat hamil tidak begitu berbeda dengan varises yang umumnya muncul di daerah paha, dimana pembuluh darah membengkak karena darah yang terkumpul. Perbedaannya adalah lokasi pembengkakan. Nah, pada varises vagina, seperti namanya, muncul di vagina.

Pada beberapa kasus, varises vagina saat hamil muncul bersamaan dengan varises di sekitar kaki. Namun, tak jarang pula varises vagina hanya muncul di area kemaluan saja.

Baca Juga : 6 Fakta Menakjubkan Tentang Vagina yang Jarang Diketahui

Kenali Gejala Varises Vagina

Lalu, apa saja gejala varises vagina saat hamil yang sering dialami? Berikut di antaranya:

  • Sakit di bagian vagina atau vulva
  • Vulva terasa penuh
  • Merasa tidak nyaman saat berjalan
  • Merasa sakit saat berhubungan intim
  • Gatal

Nah, karena ada sebagian gejala yang mirip dengan kondisi ibu hamil pada umumnya, beberapa mungkin tidak tahu bila ia terkena varises vagina. Kecuali, diketahui ketika kontrol atau diperiksa oleh dokter kandungan.

Baca Juga : 5 Bentuk Organ Intim Perempuan, Moms yang Mana?

Penyebab Varises Vagina

Saat hamil, tubuh Moms mengalami banyak perubahan, salah satunya adalah memproduksi lebih banyak darah. Dengan begitu, aliran darah menjadi lebih lambat dan darah terkumpul di area-area tertentu.

Perubahan level hormon estrogen dan progesterone juga membuat dinding pembuluh menjadi lebih relaks dan lebih mudah melebar.

Sebuah penelitian di tahun 2017 mengungkapkan, sebanyak 18-22 persen ibu hamil mengalami varises vagina. Ada kemungkinan jumlahnya lebih dari angka tersebut, mengingat banyak ibu hamil yang tidak mendapatkan diagnosis tentang kondisi ini.

Cara Mengobati Varises Vagina

Jika mengalami varises vagina saat hamil, tidak perlu terlalu khawatir, Moms. Kondisi ini biasanya hilang dalam beberapa bulan setelah melahirkan.

Baca Juga : Merawat Miss V Setelah Melahirkan

Nah, berikut tips untuk meredakan rasa tidak nyaman selama mengalami varises vagina.

  • Gunakan pakaian khusus yang didesain untuk menopang tubuh.
  • Seringlah mengganti posisi, misalnya dari posisi berdiri ke posisi duduk.
  • Kompres bagian kemaluan yang bengkak dengan ice pack untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Ketika sedang berbaring, angkat sedikit pinggang. Hal ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah. Letakkan handuk yang dilipat di bawah pinggang agar Moms lebih nyaman
  • Berenang dapat membantu juga lho, Moms. Air dalam kolam dapat membantu melancarkan peredaran darah dan menaikkan bayi.

Jika Moms mengalami gejala yang lebih serius atau berhubungan dengan kondisi lain, dokter akan merekomendasikan tindakan lain, seperti:

  • Menggunakan krim khusus (corticosteroid) untuk menghilangkan gatal.
  • Jika ditemukan gumpalan darah yang mengental dalam pembuluh darah, dokter dapat memberikan resep berupa heparin dengan dosis khusus untuk memecahnya.
  • Tindakan yang jarang dilakukan adalah sclerotherapy, dimana dokter akan menyuntik varises vagina dengan cairan khusus untuk menghilangkannya. Tindakan ini lebih banyak dilakukan pada pasien yang tidak hamil.

Namun, bila Moms mengalami varises vagina dalam kondisi tidak hamil, dokter mungkin akan memberikan tindakan lain yang lebih agresif untuk menghilangkan varises ini.

Kabar baiknya adalah kondisi ini tidak berpengaruh pada proses persalinan. Walaupun ada kemungkinan Moms mengalami pendarahan karena varises vagina. Hal ini biasanya tetap dapat diatasi dan Moms tetap dapat melahirkan secara normal.

Baca Juga : Bibir Vagina Bengkak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya

Kiat Mencegah Varises Vagina

Memang, akan sulit untuk menghindari varises vagina saat sudah hamil. Tapi, ada beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk mengurangi risiko terkena segala jenis varises saat kehamilan. Yuk, simak caranya:

  • Rutin berolahraga
  • Menerapkan pola makan sehat
  • Menjaga berat badan agar tidak obesitas
  • Perbanyak frekuensi menggunakan sepatu flat/datar
  • Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat di area pinggang atau kemaluan

(HIL)

Sumber: healthline, mayoclinic

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.