11 November 2020

Nyeri Panggul saat Hamil? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sering membuat bumil tidak nyaman, inilah penyebab dan cara mengatasi nyeri panggul.

Saat hamil merasakan nyeri panggul saat hamil, Moms? Tenang saja, Moms tidak sendirian kok. Dikutip dari laman What to Expect, hampir 80 persen ibu hamil mengalami nyeri panggul.

Biasanya gangguan ini dialami ketika memasuki trimester ketiga atau terakhir. Nyeri panggul terjadi pada sendi dan otot di bagian tulang panggul dan punggung bagian bawah.

Pelvic pain atau nyeri panggul pada kehamilan lebih dikenal dengan istilah pregnancy-related pelvic girdle pain (PGP). PGP terjadi pada 1 dari 5 wanita hamil.

Tulang panggul adalah tulang terbesar dalam tubuh manusia. Di bagian depan, tulang panggul dibentuk oleh dua tulang pubis yang melengkung dan bertemu di bagian depan panggul membentuk simfisis pubis.

Pada bagian belakang, tulang panggul dibentuk oleh dua sendi sakroiliaka yang bertemu di bagian belakang. Kedua persendian tersebut dikelilingi oleh jaringan ligamen yang cukup kuat untuk mempertahankan posisi pertemuan kedua tulang.

Ketika Moms sedang mengangkat beban, bangun dari tempat tidur, atau berdiri dari posisi duduk, rasa nyeri pun akan dirasakan. Lalu, apa yang menyebabkan nyeri panggul saat hamil terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Simak berikut ini.

Baca Juga: Kaki Bengkak Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Nyeri Panggul saat Hamil

pregnant-woman-with-back-pain_53876-26156 (1).jpg
Foto: pregnant-woman-with-back-pain_53876-26156 (1).jpg

Foto: rawpixel.com

PGP adalah nyeri yang dirasakan pada area tulang panggul, dari depan panggul hingga belakang, di bokong atau selangkangan, perut bawah, paha bagian dalam, dan area vagina.

Mengutip National Health Service, PGP adalah kumpulan gejala tidak nyaman yang disebabkan oleh kekakuan sendi panggul atau sendi yang bergerak tidak merata di bagian belakang atau depan panggul.

"PGP merupakan kumpulan gejala tidak nyaman atau bahkan nyeri yang disebabkan oleh kekakuan sendi panggul atau ketidakstabilan sendi panggul baik di panggul bagian depan ataupun bagian belakang," jelas dr. Grace Valentine, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah.

Lebih lanjut, dr. Grace mengatakan bahwa nyeri panggul saat hamil disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perubahan normal pada ibu hamil.

"Sejak usia kehamilan 10 minggu, plasenta memproduksi hormon bernama relaksin. Relaksin ini bekerja merelaksasi ligamen yang menyambung tulang panggul, sehingga janin dapat dengan mudah melewati rongga panggul saat persalinan nanti," terangnya.

Ia juga menambahkan, bahwa kadar hormon estrogen dan progesteron yang meningkat juga berperan pada efek relaksasi ini.

Ligamen yang terelaksasi dapat menyebabkan nyeri bila diregang berlebihan. Ligamen yang terelaksasi ini menyebabkan tulang yang disambungnya bergerak dengan mudah.

Pergerakan tulang ini selanjutnya dapat menekan otot sekitarnya sehingga menyebabkan nyeri panggul saat hamil.

Memasuki trimester ketiga, janin semakin berkembang, perut Moms pun semakin membesar. Kemungkinan adanya tekanan di daerah panggul pun terjadi, dan hal ini dengan cepat menekan saraf yang mengalir dari vagina ke kaki.

"Rasa sakit ini biasanya terjadi jika ada gerakan. Misalnya saat Anda berjalan atau sedang naik mobil, karena janin di dalam kandungan memantul”, ujar Dr. Merrill-Nach, M.D., selaku dokter kandungan di San Diego, Amerika Serikat.

Untuk meringankan ketidaknyaman yang Moms rasakan, berbaringlah sebentar di satu sisi dan beristirahatlah.

Baca Juga: Nyeri Punggung Saat Hamil, Bagaimana Cara Alami Mengatasinya?

Cara Mengatasi Nyeri Panggul saat Hamil

future-mom-suffering-from-back-pain_1163-1520.jpg
Foto: future-mom-suffering-from-back-pain_1163-1520.jpg

Foto: freepik.com

Dalam British Medical Journal, disebutkan bahwa wanita dengan nyeri panggul saat hamil melaporkan nyeri sedang hingga parah yang memengaruhi aktivitas sehari-hari seperti bangun dari kursi, membungkuk, dan berjalan.

Kemampuan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, merawat anak-anak dan melakukan tugas-tugas ketenagakerjaan semuanya berkurang, dengan penyebab utama cuti sakit selama kehamilan dikaitkan dengan PGP.

Apabila Moms merasakan nyeri panggul saat hamil dan tidak tahan dengan rasa sakitnya, langsung konsultasi dengan dokter.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan menghindari ketidaknyaman dalam jangka waktu yang panjang. Namun, ada juga cara untuk mengatasi nyeri panggul yang bisa dilakukan.

Seperti melakukan beberapa latihan panggul, seperti memiringkan panggul dan berbaring dengan pinggul terangkat, mandi air hangat, melakukan massage prenatal atau pijat kehamilan, tetapi pastikan Moms memilih terapi yang bersertifikat untuk merawat ibu hamil.

Akupunktur dipercaya bisa meringankan segala gangguan saat kehamilan. Namun perlu diingat, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan Moms dulu, ya.

Baca Juga: Apakah Aman Pijat Prenatal Untuk Nyeri Punggung Saat Hamil?

Cara Mengurangi Nyeri Panggul saat Hamil

nyeri panggul saat hamil-3
Foto: nyeri panggul saat hamil-3

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menghindari PGP atau nyeri panggul saat hamil, Moms dapat menghindari faktor risiko diatas dan mengurangi aktivitas yang dapat memperberat nyeri.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan sendiri untuk mengurangi nyeri pada aktivitas sehari-hari menurut dr. Grace yaitu:

1. Buat Diri Tetap Aktif

Untuk mengurangi risikko nyeri panggul saat hamil, tetap aktif dan hindari aktivitas yang memperberat nyeri, seperti mengangkat benda berat, berdiri atau jalan dalam waktu lama, menyilangkan kaki, duduk di lantai, berdiri dengan satu kaki, dan olahraga berat.

"Cari alternatif gerakan yang dapat meminimalkan nyeri, contoh saat bangun dari tempat tidur, hindari langsung bangun dari posisi tidur ke posisi duduk, cobalah untuk miring ke salah satu sisi dahulu, kemudian dengan menggunakan tangan sebagai tumpuan untuk mendorong tubuh ke posisi duduk," jelas dr. Grace.

Selain itu, apabila ingin naik tangga, naik tangga satu per satu atau naik tangga dalam posisi terbalik. Ibu hamil juga disarankan mencari posisi tidur yang nyaman (tidur ke sisi kiri dengan bantal di antara kedua kaki).

Tetapi, jangan terlalu aktif secara berlebihan. Penting juga bagi Moms untuk melakukan istirahat secara berkala. Coba untuk berisitirahat beberapa menit dalam posisi yang nyaman secara teratur.

2. Lakukan Olahraga Ringan

Lakukan olahraga ringan, seperti senam kegel atau gerakan ringan untuk memperkuat otot perut. Jangan olahraga berlebihan, dan hindari gerakan squat, atau gerakan di mana ibu harus merentangkan kedua tungkai, karena hal tersebut dapat memicu nyeri.

"Latihan postur yang baik. Pastikan punggung tegak baik dalam posisi berdiri maupun duduk," tambah dr. Grace.

3. Gunakan Kompres Hangat atau Dingin

Pada area yang terasa nyeri, ibu hamil dapat melakukan kompres dingin sebagai cara mengatasi nyeri panggul saat hamil.

Es dapat membantu mengurangi inflamasi. Bila ibu hamil mengalami nyeri pinggang, baiknya menggunakan kompres hangat di bagian pinggang.

Sebagian besar wanita hamil dengan PGP atau nyeri panggul saat hamil dapat bersalin normal.

"PGP tidak berdampak buruk pada janin dalam kandungan. Namun pada ibu hamil dengan PGP, proses persalinan mungkin agak berbeda karena ibu hamil mungkin membutuhkan modifikasi perencanaan persalinan," kata dr. Grace.

Semakin Moms mendekati taksiran persalinan, pastikan dokter atau bidan melakukan evaluasi ulang kondisi nyeri panggul saat hamil, baik intensitas nyeri maupun kemampuan dan keleluasaan gerakan.

Informasi tersebut dapat membantu menentukan perencanaan persalinan nanti.

Dalam Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, dijelaskan bahwa kebanyakan wanita dengan nyeri panggul saat hamil dapat melahirkan secara normal.

Pastikan tim yang menjaga selama persalinan tahu bahwa Moms memiliki kondisi PGP. Mereka akan memastikan kaki tetap didukung saat persalinan, sehingga membantu mengubah posisi dan membantu Moms bergerak.

Beberapa ahli menyarankan alternatif posisi saat persalinan dan bersalin dalam posisi bersujud atau miring ke salah satu sisi sambil memegang kaki, atau dalam posisi terbalik dengan dukungan kedua tangan dan kaki.

Hindari posisi squat dan tidur terlentang, dan ubah posisi secara berkala.

Bila Moms memilih anestesi epidural atau painless labor, Moms berisiko melakukan regangan berlebihan pada tulang dan ligamen karena tidak dapat merasakan nyeri. Jadikanlah ini sebagai salah satu pertimbangan sebelum mengambil keputusan anestesi epidural.

Baca Juga: 5 Penyebab Nyeri Panggul Pada Anak, Dari Ringan Sampai Langka

Faktor Risiko Nyeri Panggul saat Hamil

nyeri panggul saat hamil-4
Foto: nyeri panggul saat hamil-4

Foto: Orami Photo Stock

Ukuran janin yang semakin besar juga berperan dalam menekan tulang, sendi, dan ligamen panggul sehingga menyebabkan nyeri panggul saat hamil.

Peningkatan berat badan dan perubahan pusat gravitasi tubuh ibu hamil juga berperan dalam nyeri panggul ini. Sejalan dengan perut ibu yang semakin membuncit, tulang panggul juga semakin maju ke depan, lengkung tulang pinggang pun menjadi semakin terlihat.

Hal tersebut menyebabkan tarikan pada otot dan ligamen di dalam dan di sekitar panggul. Pada kenyataannya, nyeri panggul sering disertai nyeri pinggang.

Beberapa wanita berisiko lebih tinggi mengalami nyeri panggul. Beberapa faktor risiko tersebut, yaitu adanya riwayat trauma tulang panggul, patah tulang atau cedera.

Bisa juga dengan aktivitas terlalu ekstrem dan berulang: mengangkat, berputar (twisting), menunduk, lalu riwayat nyeri panggul pada kehamilan sebelumnya (kemungkinan berulang pada kehamilan ini sebesar 75 persen), obesitas, dan ukuran janin dalam kandungan yang besar atau dikenal dengan makrosomia.

"Nyeri pada PGP berbeda dengan nyeri punggung pada kehamilan. Pada PGP, nyeri yang dirasakan lebih tajam dan lebih terfokus. Intensitas nyeri yang dirasakan bervariasi, dari ringan hingga berat dan dapat mengganggu mobilitas dan kualitas hidup," jelas dr. Grace.

Nyeri pada setiap wanita juga bervariasi dan umumnya muncul pada akhir trimester pertama dan dapat berlanjut hingga beberapa bulan setelah persalinan.

Nyeri panggul saat hamil tidak berbahaya bagi janin dalam kandungan, namun gejalanya dapat mengganggu aktivitas ibu hamil.

Apabila nyeri panggul yang dirasakan tidak membaik atau bila gejala nyeri disertai oleh gejala lain, seperti perdarahan, atau keluar cairan yang tidak biasa dari kemaluan, atau kram perut hebat, sebaiknya Moms waspada dengan gangguan lain.

Lokasi nyeri yang sering dialami adalah: nyeri di area perut bawah, di bagian tulang kemaluan, nyeri panggul belakang di salah satu atau kedua sisi, nyeri pada area antara vagina dan anus (perineum), nyeri saat melebarkan selangkangan, dan nyeri pada paha bagian dalam.

Aktivitas yang dapat memperberat nyeri seperti mengangkat salah satu tungkai bawah seperti naik dan turun tangga, berdiri dengan satu kaki saat berpakaian, duduk dengan posisi selangkangan membuka seperti saat buang air kecil, menunduk ke bawah, serta miring ke kanan atau kiri di tempat tidur.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai nyeri panggul saat hamil. Jika keluhan ini tak kunjung mereda, Moms bisa langsung berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut, ya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.