Trimester 1

7 Maret 2021

Moms sedang Hamil 2 Bulan, Seperti Ini Perkembangan Si Kecil dalam Perut!

Moms harus mempersiapkan diri karena banyak perubahan yang akan terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi kebanyakan Moms, memasuki usia hamil 2 bulan baru terasa kalau dirinya benar-benar ‘hamil’. Gejala-gejala baru dan menarik bisa dialami, yang juga bisa melelahkan dan terasa aneh.

Banyak perkembangan terkait kehamilan yang mulai dirasakan, mulai dari mual yang lebih intens, pola makan yang berubah, dan sebagainya.

Moms perlu mempersiapkan diri dengan beradaptasi agar tubuh tetap kuat dan mendapat segala asupan yang dibutuhkan saat hamil 2 bulan.

Gejala Hamil 2 Bulan

Hamil 2 Bulan -1

Foto: Orami Photo Stock

Pada usia hamil 2 bulan, sebagian besar Moms mulai mengalami banyak gejala yang merupakan tanda bagi hadirnya bayi baru di rahimnya.

  • Mual atau Morning Sickness. Pada tingkat biologis, itu tidak memiliki efek negatif pada bayi atau kesehatan Moms. Namun, perasaan terus-menerus ingin muntah dapat menyebabkan gangguan makan dan kegagalan untuk fokus pada pekerjaan.
  • Mood Swing. Ini sangat umum terjadi selama 1-10 minggu pertama kehamilan, menurut The American Pregnancy Association. Sebagian besar disebabkan oleh progesteron dan estrogen, yang mengakibatkan pergeseran komposisi kimia otak. Namun Moms tetap bisa mengatasi mood swing ini.
  • Banyak BAK. Frekuensi BAK yang meningkat Ini merupakan hasil dari mensekresi hormon human Chorionic Gonadotropin (hCG), dan akan terus ada selama kehamilan. Oleh karena itu, hidrasi menjadi prioritas tertinggi untuk setiap ibu hamil.
  • Mengidam. Kondisi ngidam akan lebih parah dari pada mood swing, karena biasanya berujung pada kekurangan nutrisi biasanya disebabkan mengidamkan sesuatu yang aneh.

Baca Juga: Mengapa Ibu Hamil Sering Ngidam Aneh?

Tanda Hamil 2 Bulan Dalam Tubuh

Hamil 2 Bulan -2

Foto: Orami Photo Stock

Tubuh Moms juga mengalami perubahan yang cepat saat hamil 2 bulan, seperti:

  • Peningkatan Ukuran dan Bentuk Payudara. Dengan kehamilan yang menyebabkan progesteron dan estrogen untuk membantu tubuh berubah menjadi seorang ibu, ini juga akan meningkatkan cadangan lemak dalam tubuh, termasuk payudara.
  • Peningkatan Salivasi di Mulut. Biasanya pada bulan-bulan awal kehamilan, kebanyakan perempuan memiliki air liur lebih banyak dari biasanya. Ini bisa terkait dengan hormon atau bahkan rasa mual di pagi hari, tapi tidak membahayakan untuk bayi atau Moms.
  • Peningkatan Rasa Haus. Karena frekuensi BAK meningkat dan volume cairan darah meningkat, Moms akan merasa sering haus. Selain Moms, bayi juga membutuhkan jumlah cairan yang cukup di ketuban yang didapatkan dari air dari tubuh Moms.
  • Ketegangan menyakitkan di Rahim. Tanda-tanda perkembangan bayi hamil 2 bulan adalah saat rahim mulai memberikan ruang bagi bayi. Pertumbuhan ini menyebabkan area menjadi tegang, menyebabkan rasa sakit.
  • Spotting Samar. Bercak atau berdarah sedikit bisa membuat khawatir, tetapi juga merupakan tanda implantasi embrio. Ini juga dapat dialami setelah hubungan seksual, karena serviks sangat sensitif pada tahap ini.

Moms mungkin akan mulai mengembangkan beberapa gejala lain di usia hamil 2 bulan ini. Moms mungkin mengalami keputihan sedikit.

Meningkatnya kadar hormon dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaliknya, beberapa wanita mendapati bahwa kulit mereka bersih menjelang akhir bulan, menghasilkan kehamilan yang terkenal "pregnancy glow".

Rambut Moms mungkin sedikit kusut. Mungkin juga mengalami hidung tersumbat kronis, yang dapat diatasi dengan penggunaan humidifier.

Gusi Moms akan menjadi lebih lembut karena hormon dalam sistem dalam tubuh, jadi pastikan untuk menjaga kebersihan gigi dengan baik.

Hormon dalam kehamilan cenderung membuat usus menjadi kurang efisien sehingga menyebabkan sembelit. Untuk mencegah sembelit, pastikan untuk makan makanan berserat tinggi dan banyak minum air putih.

Pada saat hamil 2 bulan ini, sel-sel di ovarium akan terus memproduksi hormon yang disebut progesteron, yang penting untuk menjaga kehamilan.

Jumlah darah yang beredar di tubuh Moms akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayi yang belum lahir.

Peningkatan volume darah akan membuat Moms merasa lebih hangat di usia hamil 2 bulan ini. Perut akan mulai membengkak sedikit. Rahim Moms juga sekarang seukuran jeruk tetapi masih tersembunyi di dalam panggul.

Janin di dalam perut akan bergerak dengan lembut tetapi tidak cukup untuk bisa dirasakan. Untuk menghindari kecelakaan yang dapat membahayakan janin dalam kandungan, pastikan untuk banyak tidur dan berolahraga dengan aman di waktu hamil 2 bulan ini.

Perkembangan Janin saat Hamil 2 Bulan

Hamil 2 Bulan -3

Foto: Orami Photo Stock

Saat hamil 2 bulan, bayi baru dalam tahap awal mengambil bentuk manusia. Saat USG, bayi terlihat seperti makhluk luar angkasa dari planet yang berbeda.

Bayi terlihat menyerupai tabung melengkung, dengan kepala di satu ujung, dan bokong di ujung lainnya.

Tabung ini adalah tempat sumsum tulang belakang mulai berkembang, bersama dengan plasenta. Sekecil apa pun kelihatannya, pertumbuhan bayi di bulan ke-2 kehamilan hampir sepuluh ribu kali tahap pertama dari keberadaannya.

Ciri-ciri wajah, termasuk mata, hidung, telinga mulai perlahan muncul di kepala, sementara dahi tetap berukuran raksasa. Dokter mungkin akan Meminta Moms untuk mendengarkan detak jantung bayi pada sekitar minggu ke-6 kehamilan atau memasuki usia hamil 2 bulan.

Pada periode ini, alat kelamin dan anggota badan juga terbentuk meskipun hampir tidak dapat dibedakan. Sebagian besar organ tubuh juga sudah mulai berkembang pada tahap ini.

Dilansir Webmd tabung saraf (otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf lainnya dari sistem saraf pusat) telah terbentuk dengan baik. Saluran pencernaan dan organ indera mulai berkembang.

Embrio juga mulai bergerak, meskipun Moms belum bisa merasakannya. Pada akhir usia hamil 2 bulan, janin memiliki sekitar 2,54 cm panjangnya dengan berat sekitar 9,45 g.

Baca Juga: Perkembangan Janin Minggu Ke-8

Makanan yang Baik saat Hamil 2 Bulan

Hamil 2 Bulan -4

Foto: Orami Photo Stock

Ibu hamil perlu memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi menyediakan nutrisi dan energi yang cukup bagi bayi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Untuk kehamilan yang sehat, Moms harus mendapatkan makanan yang seimbang dan bergizi, seperti:

  • Buah dan sayur-sayuran. Targetkan lima porsi buah dan sayuran per hari. Bisa jadi berbentuk jus, buah kering, kalengan, beku, atau segar. Para ahli menekankan untuk lebih memilih makan buah daripada hanya minum jus, karena kadar gula alami dalam jus sangat tinggi.
  • Makanan kaya karbohidrat. Karbohidrat tinggi energi dan merupakan komponen penting dari makanan saat hamil yang baik. Ini termasuk kentang, nasi, pasta, dan roti.
  • Protein. Protein bersumber hewani yang sehat meliputi ikan, daging tanpa lemak, dan ayam, serta telur. Ada pula kacang-kacangan, biji-bijian, dan mentega kacang yang merupakan sumber protein dan zat besi yang baik.
  • Makanan Laut. Peneliti Inggris dan Brasil melaporkan dalam jurnal PLoS ONE bahwa ibu hamil yang makan makanan laut memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak
  • Lemak. Para peneliti dari University of Illinois melaporkan dalam Journal of Physiology bahwa diet tinggi lemak secara genetik dapat membuat bayi memiliki diabetes di masa depan.
  • Serat. Makanan gandum, seperti roti gandum, nasi liar, pasta gandum, kacang-kacangan seperti kacang dan lentil, buah, dan sayuran kaya akan serat.
  • Kalsium. Penting untuk memiliki asupan kalsium harian yang sehat. Makanan susu, seperti keju, susu, dan yogurt kaya akan kalsium.
  • Zinc. Zinc memainkan peran utama dalam pertumbuhan dan perkembangan normal dan beberapa fungsi biologis, termasuk metabolisme asam nukleat dan sintesis protein. Salah satunya bisa ditemukan dalam kacang-kacangan.
  • Zat Besi. Zat besi membentuk bagian utama hemoglobin. Hemoglobin adalah pigmen pembawa oksigen dan protein utama dalam sel darah merah; itu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selama kehamilan, jumlah darah dalam tubuh ibu meningkat hampir 50 persen yang berarti membutuhkan lebih banyak zat besi untuk membuat lebih banyak hemoglobin untuk semua darah ekstra itu.

Bentuk Perut saat Hamil 2 Bulan

Hamil 2 Bulan -5

Foto: Orami Photo Stock

Baby bump mungkin belum terlihat saat hamil 2 bulan. Moms bahkan mungkin kehilangan berat badan jika mengalami morning sickness atau kepekaan yang parah terhadap makanan yang biasanya dimakan.

Namun, ketika Moms mulai menambah berat badan sedikit, banyak perempuan merasa kembung tetapi seiring berjalannya minggu, Moms akhirnya akan menambah berat badan. Tenang, ini hanya awal dari perjalanan!

Pantangan untuk Ibu Hamil 2 Bulan

Hamil 2 Bulan -6

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Sanfordhealth.Org, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh Moms yang sedang hamil 2 bulan.

“Yang pertama adalah jangan merokok,” kata JoLyn Seitz, MD, seorang dokter kandungan di Sanford Health.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tidak hanya saat usia hamil 2 bulan, perempuan yang merokok selama kehamilan lebih berisiko keguguran, dan bayi yang dilahirkan berisiko lebih tinggi untuk cacat lahir, seperti bibir sumbing atau langit-langit mulut sumbing, prematur, dan sebagainya.

Selanjutnya, jangan makan daging mentah karena berisiko tertular listeriosis dan toksoplasmosis. Ini dapat menyebabkan penyakit serius dan mengancam jiwa. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan cacat lahir yang parah hingga keguguran.

Ibu hamil 2 bulan juga dilarang mengunjungi tempat sauna. Ada risiko terlalu panas, dehidrasi, dan pingsan jika menggunakan sauna, bak mandi air panas atau ruang mandi uap.

Sangat mungkin bahwa kenaikan suhu inti yang signifikan dapat memengaruhi perkembangan bayi, terutama pada usia hamil 2 bulan.

Pepatah ibu hamil harus makan untuk dua orang telah lama ada . Tapi, abaikan saja karena banyak ibu hamil yang menambah berat badan tidak normal karena terlalu banyak selama kehamilan.

Ketika itu terjadi, bayi berisiko lebih besar mengalami obesitas di kemudian hari.

Baca Juga: Tidak Merokok, Ibu Hamil Malah Pilih Vape. Bolehkah?

Yang Perlu Diperhatikan saat Hamil 2 Bulan

Perdarahan vagina saat hamil 2 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Perdarahan vagina pada pertama atau usia hamil 2 bulan mempengaruhi 20% hingga 30% dari semua kehamilan.

Perdarahan vagina dapat berkisar dari bercak ringan hingga perdarahan hebat dengan gumpalan.

Pada usia hamil 2 bulan, bisa ada beberapa penyebab perdarahan vagina. Pendarahan implantasi dapat terjadi sekitar waktu sel telur yang telah dibuahi ditanamkan ke dalam rahim, dan ini normal.

Perdarahan setelah hubungan vagina sering terjadi selama kehamilan karena serviks lebih rentan mengalami perdarahan saat bersentuhan.

Keguguran adalah penyebab serius perdarahan trimester pertama.

Sejauh ini, penyebab keguguran yang paling umum adalah masalah pada kromosom dalam embrio. Alasan lain keguguran termasuk masalah hormonal.

Vitamin Saat Hamil 2 Bulan

Hamil 2 Bulan 2 -7

Foto: Orami Photo Stock

Asupan makanan yang seimbang akan memenuhi seluruh kebutuhan tubuh Moms dan bayi saat hamil 2 bulan.

Tapi, ada juga ibu hamil yang kesulitan melakukannya sehingga direkomendasikan mengkonsumsi vitamin dan mineral tertentu.

  • Asam Folat. Food and Drugs Administration (FDA) merekomendasikan agar ibu hamil mengonsumsi 800 mcg folat setiap hari selama kehamilan. Kadar asam folat berdampak pada penutupan tabung saraf dan karena perkembangan ini terjadi pada awal kehamilan, calon ibu harus yakin bahwa mereka mengonsumsi asam folat dalam jumlah cukup.
  • Zat Besi. Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan ibu hamil untuk mendapatkan 18 mg zat besi setiap hari. Zat besi yang cukup membantu bayi yang sedang tumbuh menerima jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengembangkan jantung, paru-paru, dan otot yang kuat.
  • DHA. Banyak manfaat DHA yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama trimester pertama kehamilan. DHA sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsional otak bayi.
  • Vitamin B6. Food and Drugs Administration (FDA) merekomendasikan agar ibu hamil mengonsumsi 2,5 mg vitamin B6 setiap hari selama kehamilan. Vitamin B6 dibutuhkan untuk membantu meringankan mual selama kehamilan.

Memasuki usia hamil 2 bulan menjadi sangat krusial karena saat terpenting pertumbuhan pertama janin.

Karena itu, selalu konsultasikan dengan gejala kehamilan yang Moms rasakan ya, terutam ajika ini adalah kehamilan pertama Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait