21 Februari 2023

Ini Dia 9 Manfaat Vitamin B6 serta Sumber Makanannya

Bisa meningkatkan mood lho, ternyata!

Vitamin B6, juga dikenal sebagai piridoksin, adalah vitamin yang larut dalam air yang dibutuhkan tubuh.

Vitamin ini penting untuk metabolisme protein, lemak dan karbohidrat serta pembentukan sel darah merah dan neurotransmiter.

Melansir National Center for Biotechnology Information, vitamin B6 memiliki banyak fungsi dalam tubuh salah satunya adalah berperan dalam lebih 100 reaksi enzim.

Tubuh kita tidak dapat memproduksi vitamin B6 sehingga harus mendapatkannya melalui suplemen dan makanan.

Kebanyakan orang mendapatkan cukup vitamin ini melalui makanan.

Mengonsumsi vitamin ini dalam jumlah yang cukup penting untuk kesehatan yang optimal dan bahkan dapat mencegah dan mengobati penyakit kronis.

Namun, apa jadinya jika tubuh terlalu banyak memproduksi vitamin B6?

Untuk mengetahui lebih lengkap, mari simak penjelasan vitamin B6, yuk, Moms.

Baca Juga: Vitamin B6 untuk Ibu Hamil, Ketahui Manfaat, Dosis, dan Sumber Alaminya

Manfaat Vitamin B6

Wajah Tersenyum (Orami Photo Stock)
Foto: Wajah Tersenyum (Orami Photo Stock)

Tubuh kita menggunakan vitamin B untuk mengubah makanan yang kita makan menjadi energi yang kita butuhkan untuk berfungsi.

Kompleks delapan vitamin B ini penting untuk metabolisme.

Vitamin B6 juga dibutuhkan untuk perkembangan otak yang tepat (pada anak-anak) dan berfungsi (untuk orang-orang dari segala usia).

Vitamin B6 mempengaruhi begitu banyak sistem dalam tubuh sehingga vitamin ini memiliki banyak manfaat kesehatan.

1. Suasana hati Lebih Baik

Tanpa disadari, suasana hati yang buruk tersebut dapat memicu stres kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tubuh membutuhkan vitamin B6 untuk membuat serotonin, hormon yang meningkatkan suasana hati.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin ini dalam tubuh dapat menyebabkan depresi.

2. Membantu PMS

Ketika PMS atau premenstruasi, tubuh mengeluarkan banyak darah. Tak jarang Moms merasakan nyeri dan kram.

Nyeri haid umumnya muncul pada awal masa menstruasi.

Nyeri ini juga dapat diobati dengan berbagai cara mulai dari mengompres dengan air hangat hingga mengonsumsi vitamin ini.

Menurut dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK (K), dokter spesialis gizi klinik konsultan nutrisi pada kelainan metabolisme, RS Pondok Indah - Puri Indah, vitamin B6 dapat meringankan beberapa gejala-gejala sindrom pramenstruasi.

Gejala-gejala tersebut, meliputi:

  • Nyeri payudara
  • Depresi
  • Kegelisahan

3. Fungsi Otak Lebih Baik

Penurunan fungsi otak terjadi secara alami pada semua orang seiring dengan bertambahnya usia, sehingga terjadinya penurunan daya ingat.

Selain itu, kadar homosistein yang tinggi di dalam tubuh dapat juga menyebabkan demensia, penyakit Alzheimer, dan penurunan kognitif.

Vitamin B6 membantu tubuh mengatur kadar homosistein dalam darah sehingga dapat meningkatkan fungsi otak lebih baik dan mencegah pikun.

Melansir National Institutes of Health, menunjukkan bahwa orang tua dengan kadar vitamin B6 dalam darah lebih tinggi memiliki memori yang lebih baik.

4. Mencegah Mual Selama Kehamilan

Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil memang sangat wajar mengalami sensasi mual dan muntah, terlebih pada pagi hari.

Untuk mencegah dan mengatasinya, Moms dapat mengonsumsi vitamin B6 karena dapat membantu gejala mual dan muntah ringan selama kehamilan.

"Vitamin B6 baik dikonsumsi untuk ibu hamil karena dapat meringankan gejala mual-mual selama kehamilan." Ucap dr. Ida Gunawan.

Baca Juga: Kapan Anak Harus Minum Vitamin? Tengok Tanda Si Kecil Membutuhkannya

5. Melancarkan Sistem Peredaran Darah

Dalam sistem peredaran darah, ada tiga komponen dalam tubuh yang terlibat, yaitu darah, pembuluh darah, dan jantung. Ketiganya saling berkaitan dan bekerja sama untuk mengedarkan darah ke setiap sel-sel di seluruh tubuh.

Kadar homosistein yang tinggi dalam aliran darah dapat menyebabkan masalah jantung. Vitamin B6 membantu menjaga jumlah normal asam amino ini dalam darah.

Selain itu, vitamin ini juga dapat mencegah dan mengobati anemia dengan cara memperbaiki produksi dari hemoglobin.

6. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh memiliki peranan penting untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit. Meningkatkan kekebalan tubuh bisa didapat dengan olahraga rutin dan mengonsumsi asupan yang bergizi, seperti makanan yang mengandung vitamin B6.

Vitamin ini membantu reaksi kimia dalam sistem kekebalan, membantunya bekerja lebih baik.

Makan makanan yang kaya vitamin ini akan membantu menjaga tubuh dari infeksi sehingga tidak mudah terserang penyakit.

7. Mencegah Kanker

Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali, menyebabkan jaringan tubuh normal rusak.

Pencegahan kanker dapat dilakukan dengan mengatur pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan sehat, seperti makanan yang memiliki kandungan vitamin B6.

Sebuah penelitian JAMA Dermatology, menemukan bahwa asupan makanan yang memiliki vitamin ini dalam darah dikaitkan dengan menurunkan risiko terkena kanker sebanyak 50 persen.

8. Meningkatkan Kesehatan Mata

Sebagai salah satu indera yang cukup penting, mata harus diperhatikan kesehatannya.

Tidak hanya melakukan olahraga mata saja untuk melindunginya, Moms juga bisa mengonsumsi vitamin B6.

Menurut dr. Ida Gunawan, kandungan vitamin ini baik untuk kesehatan mata.

Hal ini karena vitamin ini membantu mengurangi peningkatan kadar homosistein dalam darah sehingga mendapatkan cukup vitamin ini dapat menurunkan risiko penyakit mata, seperti rabun.

9. Mengobati Peradangan

Vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejala yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis.

Tingkat peradangan yang tinggi dalam tubuh akibat rheumatoid arthritis dapat disebakan karena kekurangan vitamin ini.

Melansir Arthritis Research & Therapy, seseorang yang rutin mengonsumsi vitamin ini dapat terhindar dari nyeri sendi dan meningkatkan kesehatan tulang.

Baca Juga: Vitamin C untuk Atasi Corona Virus? Uji Coba sedang Dilakukan Ilmuwan dan Dokter di China!

Sumber Makanan dengan Kandungan Vitamin B6

Konsumsi Sayur (Orami Photo Stock)
Foto: Konsumsi Sayur (Orami Photo Stock)

Vitamin B6 tidak hanya bisa didapatkan dari suplemen. Vitamin ini banyak sekali terdapat dari buah, sayur-sayuran, dan daging.

Vitamin ini ditemukan dalam berbagai jenis makanan, termasuk:

  • Daging, seperti ayam atau kalkun
  • Ikan
  • Kacang-kacangan
  • Biji gandung
  • Susu
  • Pisang
  • Sereal

Untuk menjaga agar tubuh tetap sehat, Moms harus menerapkan pola makan sehat dan teratur, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar asupan vitamin B6 secara alami dapat tercukupi.

Baca Juga: Yuk Bunda, Berikan 10 Makanan Kaya Zat Besi Ini untuk Anak

Dampak Kekurangan Vitamin B6

Bibir Pecah-Pecah (Orami Photo Stock)
Foto: Bibir Pecah-Pecah (Orami Photo Stock)

Kurangnya asupan vitamin ini pada tubuh dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Menurut dr. Ida Gunawan, beberapa hal yang dapat terjadi jika kekurangan vitamin B6:

  • Kulit merah-merah.
  • Bibir mudah pecah-pecah.
  • Lidah menjadi kasar.
  • Perubahan mood dan emosi.
  • Menurunkan fungsi imun.
  • Merasa mudah lelah dan tidak bertenaga.
  • Sering merasa nyeri dan kesemutan di kaki atau tangan.
  • Kondisi yang parah bisa terjadi kejang dan meningkatkan risiko tingginya homosistein.

Baca Juga: Efek Samping Penggunaan Obat yang Mengandung Kortikosteroid untuk Tubuh

Bahaya Kelebihan Vitamin B6

Lutut Sakit
Foto: Lutut Sakit (Orami Photo Stock)

Moms terlalu banyak vitamin B6 dari suplemen dapat menyebabkan efek samping negatif.

"Tubuh kita memang membutuhkan vitamin, tetapi tidak dalam jumlah yang banyak. Efek samping dari vitamin ini lebih sering terjadi jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen." Ucap dr. Ida.

Mengonsumsi terlalu banyak vitamin B 6 dari suplemen dapat menyebabkan:

  • Kurangnya kontrol otot atau koordinasi gerakan sukarela (ataksia).
  • Lesi kulit yang menyakitkan dan menodai.
  • Mulas dan mual.
  • Sensitivitas terhadap sinar matahari (fotosensitivitas).
  • Mati rasa pada tubuh.
  • Berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit atau suhu ekstrim.

Mengonsumsi lebih 200 mg vitamin B6 dalam sehari dapat menyebabkan mati rasa di lengan dan kaki yang dikenal sebagai neuropati perifer.

Jumlah vitamin B 6 harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke bawah adalah 1,3 miligram.

Setelah usia 50, jumlah harian yang direkomendasikan adalah 1,5 miligram untuk wanita dan1,7 miligram untuk pria.

Jika Moms tertarik untuk mengonsumsi suplemen vitamin ini, ada baiknya konsultasikan kepada dokter untuk mengatur dosis yang aman.

Itulah penjelasan tentang sumber vitamin D dalam makanan dan manfaatnya yang bisa Moms dapatkan. Selamat mencoba ya Moms!

  • https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b6-benefits#TOC_TITLE_HDR_11
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/219662#supplements
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557436/
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminB6-Consumer/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20233826/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16277693/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.