Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
25 Februari 2022

3 Bacaan Doa Meminta Hujan Turun agar Terhindar dari Musibah Kekeringan

Bagi sebagian orang, hujan adalah sebuah anugerah yang tak terhingga dari Yang Maha Kuasa
3 Bacaan Doa Meminta Hujan Turun agar Terhindar dari Musibah Kekeringan

Tahukah Moms, bahwa ada doa meminta hujan turun? Di Islam, ada banyak doa yang ditujukan untuk mengharapkan sesuatu, termasuk turunnya hujan.

Bagi sebagian orang, musim hujan adalah sebuah anugerah yang tak terhingga dari Yang Maha Kuasa.

Dengan hujan, lahan pertanian menjadi lebih subur, manusia terhindar dari kekeringan, dan terhindar dari kehausan atau dehidrasi pada hewan.

Baca Juga: Nama Adalah Doa, Begini 5 Cara Memilih Nama Bayi yang Baik dan Tepat

Di Indonesia musim penghujan terjadi pada bulan November - Oktober. Namun, karena pemanasan dan globalisasi, musim hujan kini tak menentu datangnya.

Bahkan, ketika seharusnya sudah memasuki musim hujan malah cuaca menjadi lebih ekstrem dan panas menyengat hingga menyebabkan kekeringan.

Dalam Islam, ada doa yang dipanjatkan untuk menurunkan hujan. Doa meminta hujan ini dipanjatkan beberapa kali oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat nabi.

Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai doa meminta hujan. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms!

Doa Meminta Hujan Turun

doa meminta hujan turun

Foto: doa meminta hujan turun

Foto: Orami Photo Stocks

Ada sejumlah doa meminta hujan turun yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW kepada umatnya. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini kumpulan doanya mengutip dari NU Online.

1. Doa Meminta Hujan Turun yang Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud

Allahummasqina ghaitsan mughitsan mariam mari'a, nafi'an ghaira dlarrin, 'ajilan ghaira ajilin.

Artinya:

"Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda."

Baca Juga: Bacaan Doa Menerima Zakat, Sebagai Adab Menerima Zakat dari Muzakki

2. Doa Meminta Hujan Deras saat Rasulullah SAW menghadapi Kekeringan

Dulu, Rasulullah memanjatkan doa minta turun hujan saat menghadapi kekeringan. Namun, sebelum itu, Rasulullah membaca doa kurab.

Hal ini tercantum dalam riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

Lā ilāha illallāhul ‘azhīmul halīmu, lā ilāha illallāhu rabbul ‘arsyil ‘azhīmi, lā ilāha illallāhu rabus samāwāti wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karīmi.

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia.”

Kemudian, dilanjutkan dengan doa istisqa untuk meminta hujan sebagai berikut:

Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an (lan riwayat murī'an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā'iman.

Allāhummasqināl ghaitsa, wa lā taj'alnā minal qānithīn

Allāhumma inna bil 'ibādi wal bilādi wal bahā'imi wal khalqi minal balā'i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.

Allāhumma anbit lanaz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqinā min barakātis samā'i, wa anbit lanā min barakātil ardhi

Allāhummarfa' 'annal jahda wal jū'a wal 'urā, waksyif 'annal balā'a mā lā yaksyifuhū ghairuka

Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā'a 'alainā midrārā

Artinya:

Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi.

Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan.

Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu.

Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.

Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu.

Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.

Baca Juga: Ini Tata Cara Sholat Jumat Hingga Doa yang Dianjurkan, Yuk Simak!

3. Doa Meminta Hujan di Masa Paceklik

Terdapat doa agar turun hujan yang diriwayatkan oleh Imam As-Syafi'i, Abu Dawud, dan lainnya ketika mengalami masa paceklik dan kekeringan, yang berbunyi:

Allāhumma inna bil ‘ibādi wal bilādi wal bahā’imi wal khalqi minal balā’i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.

Artinya:

“Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu .”

Baca Juga: 5 Sunnah Rasul dan Doa Mimpi Buruk Agar Tidur Lebih Nyenyak, Yuk Amalkan!

Tata Cara Salat Meminta Hujan

doa minta hujan

Foto: doa minta hujan (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah mengetahui doa meminta hujan beserta artinya, kini saatnya mempraktikkannya.

Di Indonesia, doa meminta hujan pernah dilakukan ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik di wilayah Kalimantan dan Sumatera pada tahun 2019.

Pada saat tersebut, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengimbau masyarakat untuk berdoa dan salat minta hujan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Masjid Amrullah Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Hal ini dilakukan dengan harapan asap dan kebakaran segera mereda. Berikut ini tata cara salat meminta hujan.

1. Membaca Niat

Sebelum melaksanakan salat, lebih dulu membaca niat yakni:

Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini (imaaman/ma'muman) lillahi ta'ala

Artinya: Aku sengaja salat sunnah minta hujan dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta'ala.

Baca Juga: 3+ Doa Tolak Bala, Yuk Amalkan Agar Terhindari dari Mara Bahaya!

2. Tata Cara

Salat minta hujan dilakukan sebanyak dua rakaat dengan menghadap kiblat. Berikut tata cara salat meminta hujan:

  • Pada rakaat pertama, takbir sebanyak tujuh kali.
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Rukuk, sujud, duduk di antara sujud, dan sujud kedua seperti salat dua rakaat pada umumnya.
  • Pada rakaat kedua, takbir lima kali.
  • Melanjutkan bacaan surat Al-Fatihah.
  • Rukuk, sujud, duduk di antara sujud, sujud kedua, dan terakhir salam.
  • Khutbah 2 kali dengan mengucapkan istigfar 9 kali lalu dilanjutkan membaca doa meminta hujan.

Itulah doa minta hujan turun dan tata caranya. Semoga kita semua terhindar dari kekeringan atau cuaca ekstrem serta selalu dalam lindungan Allah SWT.

  • https://islam.nu.or.id/post/read/97445/ini-doa-istisqa-atau-minta-turun-hujan