02 September 2020

Penjelasan Bayi Kagetan Karena Refleks Moro, Baca di Sini

Jangan khawatir, bayi kagetan Itu normal kok

Gerakan mendadak seperti kaget pada bayi seringkali membuat moms khawatir. Biasanya gerakan ini berupa rentangan tangan dan kaki atau mengangkat kedua lutut bayi. Jangan khawatir moms, ini adalah refeleks yang biasa pada bayi.

Gejala bayi kagetan ini biasa disebut refleks moro.

Berdasarkan hasil penelitian para dokter anak di Osaka, Jepang, moro reflex adalah indikasi penting dari sistem saraf yang normal dan berkembang pada bayi baru lahir.

Ketika refleks Moro ditimbulkan, bayi memiliki reaksi dua fase:

Pertama, bayi akan mengalami apa yang paling baik digambarkan sebagai sensasi jatuh bebas, di mana bayi bereaksi dengan mengangkat dan meregangkan lengan mereka. Dia bahkan mungkin menghembuskan nafas yang tajam.

Kedua, bayi akan menggulung lengan dan kaki lebih dekat ke tubuh seperti saat dalam kandungan.

Karena ini hal normal, memiliki refleks Moro justru menyehatkan karena menunjukkan sistem saraf kecil mereka berkembang dengan baik. Namun, ini bisa sangat menyusahkan selama waktu tidur, karena dapat membangunkan bayi Anda dari tidur nyenyak.

Sebaliknya, tidak adanya refleks Moro, baik di satu atau kedua sisi, dapat menandakan masalah dalam sistem saraf bayi. Ini dapat diperiksa dan ditangani oleh dokter anak selama kunjungan yang dijadwalkan.

Jika Moms melihat tidak ada refleks ini di antara kunjungan, moms harus segera membawanya ke dokter anak.

Baca Juga: Betapa Kagetnya Saya Melihat Anak Tiba-tiba Kejang Tanpa Sebab

Pemicu Refleks Moro

X Fakta Soal Bayi Kagetan
Foto: X Fakta Soal Bayi Kagetan

Foto: Orami Photo Stock

Refleks moro atau penyebab bayi kagetan dipicu oleh perubahan tiba-tiba dalam rangsangan in. Ada banyak pemicu seperti itu, tetapi yang umum adalah suara keras, sentuhan tiba-tiba, dan perubahan intensitas cahaya yang tiba-tiba.

Selain itu, segala peristiwa yang membuat bayi tidak seimbang seperti penurunan ketinggian (ketika ditempatkan di tempat tidur bayi, dikeluarkan dari bak mandi misalnya) dan perubahan arah tubuh bayi juga bisa jadi sebab.

Beberapa pemicu ini mungkin sangat kecil, sehingga moms tidak akan melihatnya. Namun, bagi bayi, yang sebelumnya telah terbiasa hidup di dalam rahim, perubahan sekecil apa pun dapat membangkitkan refleks mengejutkan ini.

Refleks moro paling menonjol pada bayi baru lahir. Tetapi refleks mengejutkan ini secara bertahap menjadi lebih baik dan biasanya benar-benar menghilang pada bulan ke 5 atau 6.

Biasanya pada minggu keenam otot-otot leher bayimenjadi lebih kuat dan keseimbangan keseluruhan serta kemampuan mereka untuk menopang diri mereka sendiri mulai membaik. Ini adalah awal dari perbaikan refleks Moro.

Baca Juga: Tips Mengurangi Refleks Moro Agar Bayi Tidur Lebih Nyenyak

Jadi, Apa Solusinya?

x Fakta Soal Bayi Kagetan
Foto: x Fakta Soal Bayi Kagetan (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Bayi masih membiasakan diri dengan dunia luar yang sangat berbeda dibandingkan dengan ruang sempit di dalam rahim. Jadi ketika mengalami refleks Moro, coba gambarkan lengan dan kaki bayi yang direntangkan lebih dekat ke tubuh mereka dan pegang di tempatnya sampai mereka tenang.

Membedong atau membatasi gerakan bayi dan membantu menarik anggota tubuh mereka ke belakang juga bisa jadi cara.

Lampin membantu menciptakan kembali lingkungan rahim, yang dapat membantu menenangkan bayi sambil mengalami refleks mengejutkan ini.

Inilah sebabnya mengapa lampin dipraktekkan di seluruh dunia sebagai cara umum untuk menenangkan bayi. Bagi mereka yang mungkin tidak tahu, lampin atau bedong adalah cara membungkus tubuh bayi seperti kepompong yang nyaman.

Sebagian besar bayi dibedong hingga berusia 4 hingga 6 bulan, jadi tetap merupakan teknik yang efektif untuk menenangkan refleks moro sampai menghilang.

Nah, jadi enggak perlu khawatir ya Moms dengan bayi kagetan yang disebabkan oleh refleks moro. Yang perlu kita lakukan hanya meminimalisirinya dan bedong masih jadi cara yang efektif.

Baca Juga: Mengenal Refleks Babinski pada Bayi, Yuk Simak!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.