27 Maret 2024

7 Ciri-Ciri Perilaku Gaslighting dalam Hubungan, Waspada!

Contoh yang mudah dikenali adalah sering manipulatif dan playing victim!

Apakah Moms dan Dads pernah bertemu dengan orang yang sering memanipulasi kata-kata dan memutarbalikkan fakta ketika disalahkan? Tindakan orang ini disebut juga dengan gaslighting.

Mengutip Join One Love, gaslighting adalah salah satu bentuk pelecehan emosional atau emotional abuse.

Moms mungkin langsung berpikir bagaimana caranya untuk dapat mengatasi situasi dan agar "kebal" terhadap gaslighting yang dilakukan seseorang.

Namun, proses untuk menyadari seseorang melakukan gaslighting sebenarnya membutuhkan waktu.

Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai apa itu gaslighting!

Baca Juga: 12 Cara Menghormati Orang Tua yang Perlu Diajarkan pada Anak

Pengertian Gaslighting

Pasangan Sedang Berdebat (Freepik.com)
Foto: Pasangan Sedang Berdebat (Freepik.com)

Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi yang terjadi dalam sebuah hubungan tidak sehat atau abusive relationship.

Dikutip dari laman Good Therapy, disebutkan bahwa gaslighting adalah jenis kekerasan emosional yang berbahaya dan terkadang terselubung.

Dalam praktiknya, pelaku membuat target mempertanyakan penilaian dan kenyataan diri sendiri.

Akhirnya, korban gaslighting mulai tidak percaya dengan dirinya sendiri.

Gaslighting bisa juga disebut sebagai taktik di mana seseorang atau sekelompok orang, dengan tujuan mendapatkan lebih banyak kekuatan dan membuat korban mempertanyakan realitas yang ada.

Siapa pun rentan terhadap gaslighting. Tindakan ini adalah teknik umum para pelaku kekerasan, diktator, narsistik, hingga pemimpin sekte.

Umumnya, korban gaslighting tidak menyadari bahwa mereka telah dicuci otak. Hal ini karena perilaku tersebut dilakukan secara perlahan dan bertahap.

Studi di The Journal of Perinatal and Neonatal Nursing menyebutkan, gaslighting sering terjadi dalam sebuah hubungan pacaran dan pernikahan.

Namun, tak jarang, pelaku tersebut juga terjadi dalam hubungan pertemanan maupun keluarga.

Orang yang toxic menggunakan jenis manipulasi ini untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain, dengan memanipulasi anggota keluarga, pasangan, teman, dan bahkan rekan kerja.

Studi di jurnal The Lancet Psychiatry menyebutkan, istilah gaslighting pertama kali dikenal dari drama tahun 1938 oleh Patrick Hamilton.

Kemudian, istilah tersebut berkembang menjadi film "Gaslight" oleh Alfred Hitchcock di tahun 1944.

Dalam film tersebut, seorang suami manipulatif mencoba membuat istrinya berpikir bahwa dia kehilangan akal sehatnya dengan membuat perubahan kecil di lingkungannya.

Tidak hanya membuatnya percaya bahwa dia gila, sang suami juga melakukan kekerasan dan mengendalikan sang istri, serta memisahkannya dari keluarga maupun teman.

Sejak saat itulah di Amerika dikenal istilah gaslighting.

Baca Juga: Mengenal Toxic People, Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya

Ciri-Ciri Gaslighting

Pasangan Bertengkar (Freepik.com)
Foto: Pasangan Bertengkar (Freepik.com)

Setelah mengenal apa itu gaslighting, Moms dan Dads juga perlu mengetahui tindakan-tindakan apa saja yang termasuk ke dalam gaslighting.

Melansir dari Verywell Mind, ada beberapa ciri seseorang melakukan gaslighting terhadap orang lain, yaitu:

1. Selalu Berbohong

Ciri-ciri gaslighting yang cukup umum adalah menganggap kebohongan adalah hal biasa sehingga ia sering melakukannya.

Pelaku akan berbohong secara terang-terangan dan tidak akan pernah mundur atau mengubah cerita mereka, bahkan ketika dibeberkan bukti kebohongannya tersebut.

Berbohong adalah dasar dari perilaku gaslighting.

Bahkan, ketika orang lain sadar mereka telah berbohong, pelaku akan tetap berusaha bertindak sangat meyakinkan.

Pada akhirnya, orang yang menjadi korban mulai kebingungan dan mempertanyakan kebenaran yang sesungguhnya.

2. Mendiskreditkan Seseorang

Ciri gaslighting selanjutnya adalah sering menyebarkan rumor dan gosip kepada orang lain di sekitarnya.

Pelaku dapat berpura-pura mengkhawatirkan seseorang atau mengarang cerita, sambil secara halus memberi tahu orang lain bahwa orang yang sedang dibicarakan tersebut tidak stabil secara emosional.

Taktik ini bisa menjadi sangat efektif dan menggiring orang-orang berpihak pada pelaku tanpa mengetahui cerita lengkapnya.

Korbannya mungkin tidak pernah mengatakan atau berbuat hal buruk seperti cerita si pelaku.

Akan tetapi, pelaku gaslighting tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menggiring orang lain untuk percaya padanya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Museum di Bandung, Cocok untuk Wisata Edukasi!

3. Mengesampingkan Pikiran dan Perasaan Seseorang

Meremehkan emosi korban memungkinkan pelaku gaslighting menguasai korban.

Mereka mungkin akan membuat pernyataan yang mengesampingkan perasaan seseorang, misalnya “Masa gitu doang baper”.

Pernyataan sejenis ini mempertanyakan dan mengesampingkan perasaan atau pikiran korban dengan memberikan sinyal bahwa korban bertindak salah.

Ciri berikutnya dari perilaku gaslighting adalah selalu mencoba mengalihkan kesalahan kepada orang...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.