22 Maret 2023

5 Tanda Kepribadian Narsistik yang Selalu Butuh Dikagumi!

Orang narsistik cenderung arogan dan mengabaikan orang lain.

Kita mungkin sering mendengar ungkapan bahwa orang yang hobi selfie adalah orang yang narsis. Lantas, apakah benar ini tanda narsis atau narsistik?

Studi dari The Open Psychology Journal mengungkapkan hal yang menarik untuk disimak.

Mereka yang menggunakan media sosial secara berlebihan, melalui postingan visual seperti selfie, memang memiliki peningkatan hingga 25% punya kepribadian narsistik.

“Ada hubungan antara narsisme dan penggunaan media sosial," ungkap Phil Reed, dari departemen psikologi di Swansea University.

"Namun, penelitian sampai saat ini belum dapat menyimpulkan apakah orang yang narsisme memang menggunakan media sosial lebih banyak," katanya.

Hal yang perlu Moms pahami, tanda gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD) tidak hanya sebatas pada suka selfie saja.

Ada banyak tanda yang jauh lebih kompleks.

Sayangnya, kebanyakan pengidap gangguan kepribadian ini tidak menyadari tanda-tanda yang ada.

Baca Juga: Gangguan Mental pada Wanita, Ini Gejala dan Jenis-jenisnya

Tanda Kepribadian Narsistik

Perempuan Tersenyum
Foto: Perempuan Tersenyum (Freepik.com/cookie-studio)

Orang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik bukan hanya cinta pada diri sendiri.

Psychology Today mengungkapkan, gangguan ini ditandai dengan sangat kurangnya empati terhadap orang lain dan tingginya kebutuhan untuk dikagumi orang lain.

Orang-orang dengan NPD bergaul dengan orang untuk meningkatkan harga diri mereka.

Seringnya, mereka mencari perhatian yang berlebihan dan sangat sulit menerima kritikan atau kekalahan.

1. Tidak Mendengarkan Orang Lain

Orang dengan kepribadian narsistik biasanya suka membiarkan percakapan terpusat pada diri mereka sendiri.

Mereka tidak mendengarkan orang lain, melainkan hanya menunggu waktu untuk berbicara.

“Biasanya mereka akan membuat gerakan tangan yang berlebihan, berbicara dengan keras, dan menunjukkan ketidaktertarikan saat menatap orang lain yang berbicara,” ungkap Anita Vangelistik, psikolog di University of Texas, Austin.

Baca Juga: Selalu Marah saat Dikritik, Apa Penyebabnya?

2. Suka Menjatuhkan Orang Lain

Seseorang yang narsis dengan sengaja menjatuhkan orang lain untuk menjaga citra diri agar tetap positif.

Pada jangka panjang, orang lain akan sulit untuk berhubungan dengannya sehingga ia akan mencari kenalan baru untuk memperbaiki citra dirinya kembali.

Hal ini pun menjelaskan orang yang narsis sulit mempertahankan hubungan.

Baca Juga: Jangan Dianggap Enteng, Yuk Kenali 5 Jenis Gangguan Kepribadian

3. Haus akan Pengakuan

Perempuan Percaya Diri
Foto: Perempuan Percaya Diri (Freepik.com/pressahotkey)

Orang dengan kepribadian narsistik percaya kalau pandangan mereka itu lebih tinggi dan lebih baik dari orang lain.

Mereka juga ingin orang lain menghargai dan mempercayai pandangan tersebut.

Bisa dikatakan, orang dengan NPD sangat haus terhadap pengakuan orang lain.

Selain itu, mereka merasa berhak atas sesuatu yang lebih baik dan berpikir kalau mereka sering tidak mendapatkan pengakuan yang layak dari orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Gampang Marah? Ini 4 Tips Mengatasinya

4. Iri Hati

Melansir dari Health Direct, pengidap kepribadian narsistik mudah sekali iri dengan orang lain yang menurut mereka statusnya lebih tinggi.

Mereka pun tidak segan untuk mengeksploitasi atau memanfaatkan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.

Hal ini sebenarnya berpusat pada kurangnya rasa empati pada diri orang yang narsis.

Baca Juga: Kenali Kondisi Delusional, Gangguan Mental yang Tak Bisa Bedakan Kenyataan dan Khayalan

5. Dua Wajah Narsisme

Orang yang narsis tidak terbatas pada ekstrover atau introver.

Ada 2 wajah narsisme, yaitu tipe yang agresif dan sangat keras serta tipe yang lembut.

Narsisme yang terlihat lembut ini sebenarnya dilambangkan sebagai seseorang yang:

  • Hipersensitif.
  • Defensi.
  • Penuh kecemasan.

Apa pun bentuknya, keduanya punya persamaan yaitu kesombongan, arogansi, dan kecenderungan untuk mengabaikan orang lain demi diri sendiri.

Baca Juga: Relaksasi Justru Bisa Menambah Tingkat Kecemasan? Ini Penjelasannya

Penyebab dan Faktor Risiko Gangguan Narsistik

Menurut Mayo Clinic, tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan gangguan kepribadian narsistik.

Seperti halnya perkembangan kepribadian dan gangguan kesehatan mental lainnya, penyebab gangguan kepribadian narsistik cenderung kompleks.

Gangguan kepribadian narsistik mungkin terkait dengan:

  • Ketidaksesuaian dalam hubungan antara orang tua dan anak.
  • Genetika, karakteristik yang diwariskan.
  • Neurobiologi, hubungan antara otak, perilaku, dan pemikiran.

Perlu Moms ketahui, gangguan kepribadian narsistik memengaruhi lebih banyak pria daripada wanita.

Moms harus waspada karena gangguan ini sering dimulai pada remaja atau awal masa dewasa.

Meskipun beberapa anak mungkin menunjukkan ciri-ciri narsisme, kondisi ini mungkin hanya tipikal usia mereka.

Ini tidak berarti mereka akan terus mengembangkan gangguan kepribadian narsistik, Moms.

Penyebab gangguan kepribadian narsistik tidak diketahui.

Namun, beberapa peneliti berpendapat, anak-anak dengan gaya pengasuhan yang terlalu protektif atau lalai dapat lebih berisiko mengalami gangguan narsistik.

Selain itu, pengaruh genetika dan neurobiologi juga dapat berperan dalam perkembangan gangguan kepribadian narsistik.

Baca Juga: 8 Jenis Penyakit Psikologi atau Gangguan Mental yang Perlu Dipahami

Cara Mengatasi Gangguan Narsistik

Cara Mengatasi Gangguan Narsistik
Foto: Cara Mengatasi Gangguan Narsistik (Medicalnewstoday.com)

Mereka yang memiliki tingkat narsisme tinggi dapat belajar bagaimana mengenali perilaku mereka dengan pengobatan yang tepat.

Hal tersebut membantu meningkatkan kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang di sekitar mereka.

Hal ini karena gangguan narsisme yang tidak diatasi dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
  • Masalah di tempat kerja atau sekolah.
  • Depresi dan kecemasan.
  • Masalah kesehatan fisik.
  • Penyalahgunaan narkoba atau alkohol.
  • Pikiran atau perilaku bunuh diri.

Meski secara historis, orang yang menderita gangguan narsistik biasanya tidak mencari bantuan karena sering kali mereka tidak menyadarinya.

Jadi, mereka mungkin membutuhkan dorongan dari orang yang dicintai untuk membantunya dalam mencari bantuan profesional.

Jika Moms atau orang terdekat memiliki salah satu gejala, maka sebaiknya bantu mereka untuk bertemu dengan profesional agar gangguan narsistik dapat diatasi.

Ada beberapa obat yang biasanya diresepkan oleh psikiater kepada orang yang mengidap gangguan narsistik, yaitu:

Namun, dalam banyak kasus, psikoterapi adalah bentuk pengobatan yang utama.

Dengan menemukan terapis yang terampil, Moms atau penderita narsistik pun dapat belajar menerima tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.

Ini juga dapat mendukung pasien mengembangkan rasa proporsional yang lebih baik, dan membangun hubungan yang lebih sehat.

Penderita juga dapat berusaha mengembangkan kecerdasan emosional (EQ) dalam dirinya.

Selain itu, ada beberapa cara lain yang juga bisa membantu mempercepat proses perbaikan, seperti:

  • Berpartisipasi dalam terapi keluarga.
  • Menghadiri kelas parenting.
  • Mencari bimbingan dari terapis atau pekerja sosial.

Baca Juga: Gangguan Depresi Mayor, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Itulah beberapa tanda seseorang dengan kepribadian narsistik.

Apakah Moms atau orang terdekat merasakan tanda-tanda tersebut?

Jika iya, maka tidak ada salahnya untuk segera berkonsultasi dengan psikolog demi meningkatkan kualitas hidup Moms, ya!

Namun ingat, Moms jangan menjauhi orang-orang yang memiliki kepribadian narisistik, ya.

  • https://www.sciencedaily.com/releases/2018/11/181109112655.htm
  • https://www.psychologytoday.com/us/conditions/narcissistic-personality-disorder
  • https://www.healthdirect.gov.au/symptoms-of-npd
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcissistic-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20366662#:~:text=Narcissistic%20personality%20disorder%20%E2%80%94%20one%20of,lack%20of%20empathy%20for%20others.
  • https://www.helpguide.org/articles/mental-disorders/narcissistic-personality-disorder.htm
  • https://www.webmd.com/mental-health/narcissism-symptoms-signs
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/9741#causes

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.